TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
128


__ADS_3

Dori dan lori yang mengendarai mobil bersama sopir nampak mobil tersebut melaju melewati kita dan menuju ke sebuah hutan lebat, sementara mobil yang mengikuti mereka tak merasa curiga sedikitpun padahal jalan tersebut menuju hutan


"Bos apa mereka tidak tersesat, kita sudah melewati kota dan mereka sepertinya masuk ke dalam hutan belantara." ucap salah satu pria yang ada di dalam mobil tersebut


"Sudahlah kau tau apa mengenai jalanan, ke dua kakek tersebut pasti pergi ke tempat di mana mereka menyembunyikan anak tersebut sehingga kita tak dapat menemukanya." ucap sang bos


"Wah anda benar bos lihat di sana seperti sebuah markas." ucap salah seorang lagi


Membuat bos tersebut langsung mengerem mendadak saat melihat simbol di gerbang Tersebut dia berniat memundurkan mobilnya tapi mobilnya sudah di angkat sehingga mobil tersebut tak bisa kemana-mana


Mobil tersebut kemudian di turunkan di halaman depan markas, tampak lori dan dori menyambut Mereka


"Apa kalian mengikuti kami agar dapat bertemu dengan anak yang kalian ingin bunuh." tanya dori dan lori the de points


Mereka semua terkejut mendengar perkatan ke dua orang tua di hadapan mereka, sementara para pengawal sudah memegang semua pria tersebut

__ADS_1


"Bawa mereka tuan David sendiri yang akan memberi Mereka hukuman ." ucap dori, para pengawal tersebut langsung membawa mereka ke tempat tahanan.


Sementara itu di ruangan Galang tampak Deni terus melihat ke arah Galang dengan tatapan yang sulit di artikan


"Kenapa kau ke ruanganku, bukan ke ruangan mu dan kenapa melihatku seperti itu." tanya Galang yang sudah merasa frustasi karena Deni telah menatapnya lebih dari tiga puluh menit tanpa sepatah kata pun


"Aku ingin tau dari mana kau belajar merayu seperti yang kau lakukan pada Yema." tanya Deni


"Bukankah kau ahlinya kenapa sekarang bertanyak padaku." ucap Galang berusaha menyembunyikan buku sakti mandraguna miliknya


"Kau ini ada-ada saja sebaiknya mulai sekarang kau jangan tebar pesona kesana-kemari jika ingin memiliki rose." ucap Galang


"Aku tak tebar pesona mereka saja yang terlalu terpanah dengan ketampanan ku dan kemudian berusaha menggoda ku." ucap Deni tak mau di salahkan


Membuat Galang hanya mengehela nafas panjang, "sebaiknya kau kembali ke ruangan mu aku mau menyelesaikan pekerjaan ku, karena malam ini kami akan makan bersama di kediaman utama." ucap Galang, Deni langsung bangkit dan keluar dari ruangan Galang menuju ruangannya sendiri.

__ADS_1


David yang sedang berada di ruangan kerjanya tersenyum miring saat mendapatkan kabar bahwa orang yang selama ini mencari keberadaan Galang sudah berada di markas mereka


Dasar orang-orang bodoh, aku akan membuat mereka menyesal karena berani berniat jahat pada putraku." ucap David lalu bangkit dari kursi kebesaranya dan melangkah keluar


David tersenyum saat melihat istrinya yang sedang menyiapkan makan malam


"Sepertinya kau sangat semangat memasak." tanya David


"Hari ini ke empat anak ku bersama ke dua menantuku akan makan bersama." ucap Erina antusias


Lusi datang membawa beberapa hidangan yang telah dia masak bersama sang mertua tadi


Lusi melihat mertuanya yang sangat harmonis dan romantis membuat Lusi tersenyum bahagia, pantas saja mertua perempuannya terlihat lebih cantik dan awet muda bahkan selalu tersenyum di setiap waktu, ternyata suaminya begitu sayang dan perhatian padanya, bahkan usia Tidak membuat mereka melupakan keromantisan Mereka.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2