
Sementara Jefri yang sedang berada di apartemennya sangat terkejut saat melihat jam hampir tengah hari, Jefri bergegas bangun langsung membersihkan tubuhnya, dia akan ke rumah orang tuanya, lalu ke rumah bunga untuk melamarnya untuk bertanggungjawab atas perbuatan yang di lakukanya pada bunga
Jefri sudah bertekad akan menikahi bunga apapun yang terjadi walaupun mamanya menentangnya dia akan tetap menikahi bunga
Jefri yang sudah sampai di kediamannya sangat terkejut saat melihat kedua orang tuanya bersama seorang pria dan wanita serta putri mereka
"Sayang kau datang di waktu yang tepat." ucap mama Jefri
Membuat Jefri menautkan alisnya tak mengerti
"Memeng ada apa." tanyak Jefri
"Kenalkan ini Sinta anak om Handoko dan Tante Nita." ucap mama Jefri sambil menarik Jefri duduk di sofa di hadapan Sinta
Sinta tersenyum saat melihat Jefri yang sangat tampan, apalagi dia salah satu pengusaha paling sukses
Jefri meliahat gadis bernama Sinta dari atas sampai bawah Membuat tak berselera, Jefri tak menyukai wanita yang selalu memakai baju mini dan glamor
Sinta yang di tatap seperti itu malah semakin menantang, membuat Jefri langsung ilfil
"Maaf kan aku mama tapi aku datang ke rumah hanya untuk meminta Restu pada mama dan papa, karena aku akan menikah dengan seorang wanita yang aku sukai ." ucapan Jefri sontak membuat ke dua orang tua Jefri sangat terkejut
"Apa maksudmu kau akan menikah, bagaiman mungkin bukanya kau tak memiliki kekasih." tanyak mama Jefri yang tak habis pikir dengan Jefri tiba-tiba mengatakan akan menikah
"Dia adalah wanita yang baru-baru ini aku temui dan aku mencintainya, dan ingin secepatnya menikah dengannya." ucap Jefri tak Ingin mengumbar aib baik bunga dan dirinya di hadapan orang tuanya apalagi ada orang lain di situ.
"Siapa namanya, apa pekerjaannya, dan apa dia memiliki orang tua." tanyak mama Jefri
"Namanya bunga, dia masih kuliah dan dia anak yatim piatu hanya memiliki seorang kakak." ucap Jefri
"Tidak mama tak akan merestui pernikahanmu." ucap sang mama
"Tapi aku tetap akan menikahinya meski mama tak mengijinkan." ucap Jefri
Ayah Jefri langsung melerai anak dan istrinya, " sudahlah mama biarkan Jefri memilih teman hidupnya sendiri." ucap bijak ayah Jefri
__ADS_1
"Tidak mama Tidak mau memiliki menantu seperti itu, mama tetap menginginkan Sinta yang menjadi istri Jefri." ucap mama Jefri keras kepala
"Tapi mama tidak bisa memaksakan pernikahan seseorang apalagi Jefri sudah dewasa dan dapat mengambil keputusan untuk dirinya sendiri." ucap ayah Jefri yang tak habis pikir dengan istrianya
"Sekarang pilih menikah dengan Sinta atau kau menikah dengan wanita pilihanmu tapi jangan berharap aku menerima istrimu." ucap mama Jefri
"Baiklah aku akan pergi, maaf mama, ayah aku akan menikah."ucap Jefri dan berlalu pergi
Ayah Jefri berusaha menenangkan istrinya, sementara keluarga Handoko sangat kesal dengan apa yang terjadi mereka pulang dengan kekecewaan yang sangat mendalam kepada Jefri karena menolak menikah dengan putri semata wayang mereka
"Ayah bagaiman ini." tanyak Sinta yang sangat frustasi
"Bukankah kau sudah mendengar sedari tadi, Jefri memilih Menikah Dengan kekasihnya di banding denganmu." ucap tuan Handoko
"Tapi aku tak terima dengan semua ini bukanya ayah sediri yang berjanji akan melakukan apapun agar aku dapat menikah dengan Jefri." ucap Sinta
Tenang saja kita akan membalas semua perbuatan Jefri yang telah mempermalukan keluarga kita
Sementara Jefri sudah berada di depan Rumah bunga
Satpam yang menjaga rumah tersebut langsung mendekati mobil tersebut dan membuka pagar setelah mengetahui maksud dan tujuan ke datang Jefri
Pelayan membukakan pintu Jefri dan menyuruh duduk di ruang tamu, Jefri duduk melihat sekelilingnya tampak foto bunga dan keluarga dan beberapa foto bunga. dengan kakaknya
Sofi langsung duduk di hadapan Jefri, membuat Jefri sangat grogi dan tegang
"Nona Briana sudah mengatakan apa yang terjadi antara kau dan Bunga, aku sebagai kakaknya sangat terkejut dan marah tapi semua juga kesalahan ku sebagai kakak yang tak mencari identitas teman dekat adikku." ucap Sofi
"Maafkan aku karena sudah merusak masa depan bunga, dan aku ke sini ingin bertanggung jawab atas apa yang Sudah aku lakukan." ucap tulus Jefri
"Baikal aku juga tak ingin adikku hamil di luar nikah, jadi kapan kau akan melamar adikku." tanyak Sofi
"Aku akan datang sebentar malam bersama ayahku dan aku dan Bungan bisa menikah besok pagi." ucap Jefri yang tak Ingin berlama-lama
Sofia mengaguk setuju dengan rencana Jefri
__ADS_1
Sedangkan di rumah Jefri, ibu Jefri masih tak menyangka putranya akan menentangnya dan lebih memilih kekasih yang baru saja di temuinya
"Sayang ayolah kau tak boleh egois , putra kita sudah menentukan pilihannya, lagi pula dia sangat mencintai wanita tersebut, aku mohon, anak kita akan melamar kekasihnya, ayah harap ibu bisa ikut untuk melihat gadis tersebut, ayah yakin Jefri orang yang tau mana uang baik dan yang buruk." ucap ayah Jefri
Membuat mama Jefri menatap suaminya, "baiklah aku akan ikut di acara lamaran tersebut, tapi aku tak akan merestui mereka, aku datang hanya Ingin tau gadis seperti apa yang berhasil menggoda putraku, Hinga berani menentang ku." ucap mama Jefri
Malam pun tiba, Jefri yang sudah menunggu orang tuanya, di depan pagar rumah bunga harapan-harap cemas apalagi ayahnya mengatakan namannya ikut, membuat Jefri sedikit takut kalau sampai mamanya mengacaukan acara lamarannya
Papa Jefri dan mama Jefri Sudah melajukan mobilnya ke rumah milik Sofi dan bunga, mama Jefri menautkan alisnya saat melihat jalan di lalu sang suami, bahkan dia lebih terkejut saat melihat rumah milik Sofi
Mama Jefri tertegun melihat rumah tersebut, rumah wanita yang pernah menolongnya saat dia akan di rampok oleh beberapa orang
Jefri dan ayahnya yang melihat ibunya tertegun menjadi sedikit bingung
Ibu Jefri yang tersadar langsung mengetuk pintu Sofi membuat Jefri dan ayahnya terperangah tak percaya,
Sofi langsung membuka pintu, mama Jefri berbinar melihat Sofi wanita yang sudah menyelamatkan dirinya
Sofi Tersenyum menyambut keluarga Jefri, "aduh nak Sofi apa kabar." tanya ibu Jefri dengan lembut dan sangat akrab
"Baik tante apa kabar." tanyak Sofi dengan ramah
"Baik bahkan sangat baik." ucap mama Jefri membuat Jefri dan ayahnya saling menatap tak percaya perubahan sifat mamanya menjadi 180 derajat tadinya tak suka menjadi sangat suka
"Mari masuk Tante, maaf hanya ini yang bisa aku dan adikku siapakan." ucap Sofi merendah
"Bicara apa kamu ini sudah sangat luar biasa." ucap mama Jefri kalau duduk di ikuti Jefri dan ayahnya
""Mana menantu ku sudah tak sabar pengen ketemu pasti cantik sampai Jefri kelepek-kelepek." ucap mama Jefri
"Ah Tante bisa aja,aku ke atas sebentar mau ajak bunga turun." ucap Sofi sambil bangkit
Mama Jefri Tersenyum dan menganguk
Jefri memegang jidat mamanya sambil memegangi jidatnya, membuat mama Jefri menepis tangan Jefri
__ADS_1
anak kurang ajar kamu pikir mama sakit.
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya