TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
204


__ADS_3

Brayen dan yang lain terus masuk untuk melihat isi dalam hutan, "Tuan sepertinya hutan ini berpenghuni buktinya banyak jalan-jalan yang kami temukan telah dilewati oleh manusia sebaiknya kita lebih berhati-hati." ucap Reva


"Sebaiknya kita jangan berpencar atau berpisah tetap bersama jangan ada yang tertarik dengan apapun tetap fokus pada jalan yang akan kita lalui." ucap Brayen


Rombongan Brayen pun masuk ke dalam hutan yang semakin dalam sementara itu di sisi lain para kanibal sedang menyusun rencana untuk membuat rombongan terpisah agar mereka dengan mudah menangkap mereka


Brayen dan yang lain semakin memperlambat langkahnya ketika melihat situasi ada yang berbeda di depan tampak beberapa orang sedang menunggu mereka dan tiba-tiba melarikan diri sepertinya ingin membuat mereka terpisah dan mengejar para bayangan dan beberapa wanita di biarkan begitu saja


"Jangan ada yang mengejar bayangan apapun jangan terkecoh tetap fokus di depan dan jangan anggap remeh wanita-wanita yang ada di depan." ucap Brayen memperingati Revan pun mengangguk setuju yang lain


Melihat sodaranya terlihat sedikit panik Galang Langsung menekan tombol di bajunya begitupun Deni dan Reva


Galang Langsung mengambil sesuatu di saku celananya dan memberikan peringatan pada para pengawal yang berada di kapal serta pengawal yang dia siapakan untuk menjaga istrinya dan istri saudaranya

__ADS_1


"Seorang wanita dengan wajah sendu menghampiri mereka tuan tolong kami... Tuan tolong beberapa orang Ingin menculik kami dan perkosa kami tolong kami Tuan." ucap wanita tersebut


"Benarkah jadi di mana mereka." tanya Reva sedangkan Brayen, Brian, Galang dan Deni nampak hanya diam melihat interaksi tersebut


"Mereka ke sana tuan tolong kejar mereka Tuan Dan tolong kami Tuan untuk berjaga di sini kami takut sendiri lagi Tuan." ucapan wanita tersebut ingin membuat rombongan Brayen terpisah


"Kami orang baru di hutan ini kami juga takut kalau mengejar mereka karena kami tidak tahu situasi di hutan ini maafkan kami tidak bisa menolong kalian menangkap para pria tersebut." ucap Revan


"Bagaimana kalau kami mengeluarkan kalian saja dari hutan ini agar kalian tidak bertemu lagi dengan para penjahat itu saya pikir itu ide yang bagus." tanya Reva


Wanita itu terdiam sejenak mencari ide apalagi agar para rombongan itu terpisah


"Tuan tapi bagaimana saya bisa meninggalkan hutan ini kalau saudara-saudara saya masih ada di dalam hutan dan bersama dengan mereka saya tidak bisa membebaskan mereka mereka sedang dikurung." ucapan wanita tersebut

__ADS_1


"Sebaiknya kami membawa mu keluarterlebih dahulu dan setelah itu kita akan mencari bala bantuan untuk membebaskan saudara-saudaramu yang lain Bagaimana menurutmu." tanya Reva


Sementara para manusia kanibal sedang bersiap membuat perangkap untuk Brayen dan yang lain tapi mereka sedikit kesal karena tak ada satu orang pun yang berpisah dari kelompok tersebut


"Sebenarnya apa yang dilakukan Macin Kenapa dia lama sekali dan kenapa orang-orang itu tidak mengejar kita apa sebenarnya yang terjadi." ucap pria buncit


"Kenapa mereka lama sekali apa Macin tidak berhasil mengarahkan mereka ke kita atau jangan-jangan para pria itu sudah membawamu Macin keluar pulau." tanya pria kekar


"Apakah kita akan meningalakan perangkap ini atau bagaimana kita tidak mungkin meninggalkan perangkap ini karena bisa-bisa hewan yang terkena dan kita bisa kehilangan para buruan kita." ucap pria kurus


"Dasar bodoh Macin pasti tergoda oleh para pria itu sehingga dia berlama-lama dengan para pria tersebut sebaiknya kita melihatnya kita harus membawa salah satu tahanan untuk menjadikan Sandra agar mereka tak bisa melawan kita." ucap pria buncit


Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2