
Galang sangat bersyukur kedua orang tua angkatannya sangat baik dan perhatian padanya
Mereka kemudian keluar bersama menuju mobil galang, begitupun David dan Erina, mobil mereka melaju menuju kediaman desalan
Sementara di kediaman desalan, nyonya Helena sudah mengeluarkan beberapa bukti tentang Roby
Desalan semakin cemas saat waktu Sudah menunjukan pukul sepuluh dan belum ada tanda-tanda keberadaan Yema
Nyonya Helena Tersenyum dalam hati saat tak ada yang menyadari bahwa kalung tersebut palsu dia sengaja mengatakan kalung tersebut sempat di lalap api sehingga beberapa detail penting tak nampak, membuat kakek Yema tak bisa mengatakan apa-apa
Sedangkan indah langsung menarik Yena yang sedang makan dan mendandaninya
"Apa yang ibu lakukan." tanya Yena. " untuk sementara kau akan mengantikan Yema sampai dia kembali." ucap indah sambil terus menarik Yena ke kamarnya
"Tapi ibu aku tidak mau." ucap Yena
Kau tak memiliki pilihan sayang karena Yema sedang tidak ada kau harus menggantikannya, tenang ini tak akan lama." ucap indah membuta Yena Pasarah
Indah dan Yena turun ke bawah, Yena terbelalak saat melihat pria yang akan di jodohkan oleh Yema
"Astaga bukankah itu si kolor ijo yang beberapa hari yang lalu di pukul oleh Deni dan Galang ." ucap Yena dalam hati
Roby tersenyum sumringah saat melihat Yena, desalan yang penasaran menoleh ke belakang dia tertegun saat melihat Yena, membuat Desalan semakin gelisah tapi ayahnya masih menahannya
Tak berselang lama tampak beberapa rombongan mobil memasuki kediaman Desalan membuat semua ke dua orang tua deslan penasaran, sedangkan desalan jangan di tanyak jantungnya seakan-akan mau terlepas setelah menyadari mobil siapa yang berada di halaman depan rumahnya
Tampak David dan Erina masuk di belakangnya Galang dan Yema, membuat semua orang menatap bingung, tapi tidak dengan desalan dia seakan-akan seperti seorang dukun yang mengetahui apa yang telah di lakukan oleh sepasang suami istri itu yang merupakan orang tua para setan kuadrat
"Selamat pagi maaf kami mengagu." ucap David dengan senyuman merekah
"Tuan David,tentu tidak silahkan duduk, apakah ada hal yang penting sampai tuan David dan ratu Erin datang ke kediaman kami dan kenapa Yena bersama kalian ." tanya kakek Yema ramah yang belum menyadari Yema dan Yena bertukar peran
Sementara Desalan hanya terdiam saat melihat David tersenyum tipis ke arahnya
"Baikalah aku kesini untuk memperkenalkan putra angkatku ku yang paman belum pernah melihatnya." ucap David
Kakek Yema melihat seorang pemuda yang sedang menunduk dengan Yema di sisinya
"Kenalkan ini putra angkat kami yang bernama Bima galaksi Sutoyo Guetta atau kalian bisa memangilnya Galang
__ADS_1
Semua orang sangat terkejut mendengar nama Galang terutama nyonya Helena dan kakek Yema, spontan Galang mengangkat wajahnya membuat kakek Yema terbelalak melihat wajah Galang yang sangat mirip sahabatnya
Nyonya Helena terus memandang ke empat orang tersebut dengan tatapan yang sulit di artikan, perasanya bercampur aduk saat ini
"Maaf kami datang di saat kalian sedang ada tamu." ucap Erina Tersenyum tanpa dosa
Kakek Yema terpaku menatap wajah Galang dia seolah-olah melihat sahabatnya yang menolong dirinya Hinga meregang nyawa
"Apa aku bisa memelukmu." ucap kakek Yema spontan pada Galang yang berada di samping David
Membut Galang bingun, atas perkatan kakek Yema, Galang hanya mengangguk
Kakek Yema langsung memeluk Galang dengan sangat erat, seolah-olah melupakan segala rasa yang ada di hatinya
Galang yang di peluk kemudian balik memeluk kakek Yema
Helena terlihat cemas saat menyadari bahwa pria di hadapannya sekarang kemungkinan besar adalah anak tirinya yang dia buang dan ingin dia bunuh
Sekarang semua orang telah duduk di ruangan tersebut, tampak kakek Yema terus melihat ke arah Galang membuat Galang sedikit gerogi
"Baiklah karena kita semua sudah berkumpul di sini, aku mempunyai sesuatu yang ingin aku sampaikan ." baiklah
"David bisakah kita bicara berdua." tanya Desalan, David hanya mengangguk
Kini David dan Desalan berada di ruang kerja ayah Desalan, "ada apa kenapa kau datang dengan rombongan dan putriku." tanya Desalan
"Kau pasti sudah tau apa yang terjadi karena aku yakin kau memikirkan hal tersebut saat kau menyuruh ku untuk memeriksa keadan istriku." ucap David santai
Desalan langsung terduduk lemas setelah mendengar perkataan David, Melihat desalan yang tak bergeming David berniat meningalakan Desalan
"Tunggu bisakah kau membantuku berdiri dan menelepon tim medis untuk ayahku." ucap Desalan
"Kau ini ada-ada saja, sebaiknya kau cepat menyusul ku ke luar atau kau tau akibatnya." ucap David
Dengan sekuat tenaga Desalan bangkit dari tempat duduknya dengan wajah frustasi
"Ada sepertinya kalian sedang menyembunyikan sesuatu." tanya kakek Yema melihat wajah putranya yang pucat Pasih seolah-olah darahnya sudah terisap
Tidak paman kami Hanaya membahas masalah keluarga biasa." ucap David sambil kembali duduk di tempatnya begitupun Desalan
__ADS_1
Sedangkan Helena dengan mengambil ancang-ancang untuk pergi
"Maaf tuan aku sepertinya harus pamit pulang, karena ada Maslah mendesak." ucap Helena mencari alasan untuk pergi
"Ada apa kita kan sedang membicarakan Maslah penting, kalau tuan David anda tak perlu khawatir mereka sudah seperti keluarga bagi kami ." ucap kakek Yema
"Kenapa buru-buru apa kau tidak rindu pada putra mu yang lain." ucap David sambil menatap tajam nyonya Helena
Membuat semua orang menatap David dengan tatapan yang sulit di artikan
Sedangkan Helena menelan silvanya Dengan kasar
"Apa maksudnya tuan David mengatakan nyonya Helena tak merindukan putranya." tanya kakek Yema
David mengeluarkan kalung dan foto semasa kecil Galang, kakek desalan langsung mengambil barang tersebut dan melihatnya dengan lekat.
"Ini adalah liontin milik sahabatku dan ini adalah anak laki-lakinya." ucap Kakek Yema
"Semua adalah milik anakku Galang, tujuan kami ke sini juga Ingin secara resmi melamar Yema untuk menikah dengan Galang." ucap David
Kakek Yema menatap nyonya Helena dengan tatapan penuh emosi, "apa maksudmu dengan mengatakan cucu pertama Sutoyo meninggal dan kau berencana menjadikan Roby pengantinnya." tanya kakek Galang
Nyonya Helena menagis dan mendekati Galang, anakku akhirnya aku menemukanmu." ucap nyonya Helena berakting sambil berusah memeluk Galang dengan sigap Erina menarik rambut nyonya Helena
"Jauhkan tangan kotormu dari putraku atau aku akan memotongnya." ucap Erina lantang lalu menghempaskan tubuh Helena Hinga jatuh untung saja Roby sigap menahannya
"Apa yang kalian lakukan pada ibuku." terik Roby
"Kau jangan berteriak di depan mamaku." teriak Galang mengelegar, membuat ruangan langsung Hening
"Apa maksudmu dengan mengatakan hal tersebut padaku, aku adalah ibu sambung Bima dan juga kakak ibu kandungnya." tanya nyonya Helena
"Apa kau pikir aku Tidak tau apa yang telah kau lakukan kau bahkan mengusirnya dan berniat membunuhnya." ucap Erina yang sangat kesal
Nyonya Helena terkejut mendengar perkatan Erina yang mengetahui semua yang dia lakukan
"Itu semua fitnah aku sangat menyayangi Bima mana mungkin aku tega untuk membuangnya apalagi membunuhnya." ucap Helena membela diri
Erina langsung mengeluarkan semua bukti yang ada termasuk kecurangan Helena tentang tes DNA milik Roby dan Galang.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya