
Brayen mengehentikan aksinya saat melihat, Rani sudah kehabisan nafas
" Kebiasaan deh kalau nyosor, itu ngomong jangan langsung tancap gas no no rem, bisa pingsang aku." ucapan Rani membuat Brayen tertawa terbahak-bahak
"Sayang kenapa kau semakin besar semakin mengemaskan." ucapan Brayen, membuat Rani langsung menatap bingung pada Brayen
"Emangnya kakak Ray lihat aku waktu kecil apa." tanyak Rani, Brayen langsung mengaguk dan tersenyum
Membuat ke dua pipi Rani bersemu merah
"Sebaiknya aku segera kembali ke kampus, takutnya kakak Rena, mencari aku." ucap Rani
sementara itu di kampus Rena sedang mencari Rani untuk mengajak adiknya tersebut pulang
"Adu kemana si tuh anak, bisa di marahin ayah kalau sampai Rani pergi sediri." ucap Rena
dari jauh tampak Rani yang berjalan ke arah Rena
"Kakak Rena."panggil Rani, Rena menoleh melihat adiknya yang tepat di hadapannya
__ADS_1
"Kemana saja de, Taukan ayah Giman orangnya." ucap Rena yang merasa prihatin pada adiknya, karena ayahnya sangat posesif, bahkan kadang menyuruhnya meminta uang pada Rani dengan sengaja, agar Rani tak memegang uang sama sekali agar bisa makan di rumah karena di luar makanannya tidak sehat, padahal uang tersebut selalu di berikan oleh ibu Mereka, untuk menggunakannya di saat tertentu, Rena kadang bingung kenapa ayahnya sangat protektif pada adiknya, sedangkan padanya biasa saja
Rani yang merasa bersalah pada sang kakak, langsung meminta maaf berkali-kali
"Aku tadi habis ke perpustakaan, terus ke taman baca." ucap Rani
"Oh pantas kakak tak menemukanmu,ternyata ada di taman baca." ucap Rena
"Oh iya kakak ada apa mencari ku." tanyak rani
"Ayo kita pulang ayah menelepon menyuruh kita pulang." ucap Rena
Beberapa hari berlalu, acara ulangtahun perusahaan pak rustam dia adakan di salah satu hotel, tampak Rika dan mamanya yang sedang berada di salon kecantikan
Sementara itu Briana,Rose, Yema dan Yena yang sedang berada di sebuah butik, untuk mencari pakaian, tampak Rika dan mamanya masuk di butik yang sama dengan Briana,Rose serta si kembar Yema dan Yena
Rika yang melihat keempat gadis tersebut langsung menaikan sebelah alisnya,mengingat keempat wanita Tersebut yang berbelanja bersama Galang
"Dasar wanita matre, mereka pasti merayu Galang agar bisa berbelanja di butik mahal seperti ini." ucap Rika pada mamanya
__ADS_1
Mama Rika langsung mengalihkan pandangannya pada keempat wanita cantik yang berpenampilan sederhana tapi berkelas
"Oh jadi mereka yang Sudah menghabiskan uang calon suamimu." tanyak mama Rika pada Rika
"Iya mereka belanja seenaknya dan yang membayarnya adalah Galang, bahkan mereka, tak melihat harga barang tersebut, langsung mengambil sesuka hati." ucap Rika
"pasti Merkea sudah banyak memeras Galang lihat saja penampilan mereka, walaupun bajunya tampak sederhana tapi sepertinya, baju itu sangat mahal." ucap mama Rika
"Pasti mereka akan mengunakan kartu Galang lagi untuk, membeli barang di butik ini." ucap Rika
Tak berselang lama datang Brayen dan Brian ke butik tersebut, Langsung menghampiri ke tiga adiknya tersebut memeluk dan mencium sayang mereka berempat, walaupun Rose adalah bibi,mereka tapi tetap rose adalah yang paling bungsu
Baikalah kalian bebas berbelanja sepinya kami akan membayarnya, ucap brayen dan Brian
Semua kompak memeluk si kembar Brayen dan Brian untuk mengucapakan terimakasih
"lihat ibu mereka tidak malu memeluk seorang pria pria di depan umum, sepertinya mereka akan berbelanja lagi ." ayo ibu aku ingin memberi mereka pelajaran." ucap Rika, ponsel Brayen dan Brian berbunyi, setelah mengakatnya, Mereka keluar, tak berselang lama masuk Galang dan Deni masuk, membuat Rika tampak sangat kesal
Saat Yema pergi ke tempat Rika dan mamanya melihat baju, saat akan mengambil sebuah baju, dengan sengaja Rika menarik baju tersebut membuat Yema hampir tersungkur, untung saja Galang langsung memeluk tubuh Yema, Galang menatap tajam pada Rika.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya