
Kini Brayen dan Rani sudah berada di rumah sakit setalah tadi kembali ke rumah Need, tampak Eni melihat anak dan menantunya
Sayang ayo masuk ucap Eni memangil sepasang suami istri tersebut untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan
Setelah pemeriksaan dokter itu tersenyum, "wah tampaknya Memeng ada junior ." ucap dokter tersebut membuat semua sangat gembira terutama Rani yang sudah menanti kehamilannya
Setelah ke dua orang tersebut pergi tampak Eni masih berbicara dengan dokter kandungan tersebut entah apa yang dia bicarakan
Sementara di sebuah restoran mewah tampak nenek Desi sedang arisan dengan beberapa wanita yang merupakan teman sekolahnya
"Jeng apa kabar cucumu yang laki-laki," tanya seorang wanita yang seumuran nenek Desi
"Dia baik-baik saja memang kenapa ." tanya nenek desi
Saat tengah berbicara tiba-tiba seorang wanita muda datang dan langsung menyapa neneknya
"Ini jeng Desi kenakalan cucuku Sinta dia adalah seorang model dan sekarang sedang merintis usaha." ucap wanita tersebut, nenek Desi hanya mengaguk tak menangapi apapun
"Ayo nak Salim sama semua teman nenek." ucap nenek sila
__ADS_1
Sila bangkit dan menyalami satu persatu orang di teman neneknya termasuk nenek Desi
"Bagaman kalau sila dan Deni kita jodohkan saja, celetuk nenek Sinta, membuat nenek Desi langsun menatap temanya tersebut.
"Maaf cucuku sudah menikah dua hari yang lalu dan dia sekarang sedang menikmati bulan madunya.' ucap nenek Desi santai
Semua tampak terkejut mendengar penuturan nenek Desi, "kok kami gak di undang jeng." tanya salah satu teman nenek Desi
Maaf ini pernikahan tertutup karena cucu menantu ku tak mau dulu di ekspos, nanti saat pesta pernikahannya aku akan mengundang kalian semua." ucap santai nenek Desi
Nenek Sinta mengepalkan tangannya karena merasa tersinggung di tolak secara terang-terangan oleh nenek Desi apalagi ada cucunya di situ
Sinta dan neneknya langsung permisi pulang
malam di mana Bryan mengajak seluruh keluarga istrinya untuk makan malam terutama kedua mertuanya dia akan memberikan hadiah yang luar biasa Untuk mertuanya
Kini mereka telah sampai di sebuah restoran mewah di mana mereka sudah berkumpul di dalam sebuah ruangan tampak Bryan, Rani, Rena, nenek Elsa dan kakek tris serta need dan Eni
Nampak Brayen menyiapkan segalanya dengan matang, Eni melihat Brayen begitupun nenek Elsa entah apa yang Mereka rencanakan malam ini
__ADS_1
Semua makan dengan canda tawa dan kekeluargaan, "sebagai permintaan maaf ku aku ingin bersulang dengan ayah." ucap Brayen sambil mengambil dua buah gelas yang berisi sesuatu
Tanpa curiga need Langsung meminum minuman tersebut, tapi setelah minum Desalan menautakan alisnya tampaknya dia sangat mengenali minuman tersebut
Need melotot melihat Brayen yang tampak tersenyum, kemudian Brayen langsun memberikan kunci ke pada Need
"Itu adalah hadiah dariku ayah, aku tau ayah pasti akan menyukainya." ucap Brayen
Sedangkan Eni meminum hal yang sama tapi dengan perasan yang sangat bahagia
Baiklah aku sudah memesan Kamar untuk semua orang ini kuncinya." ucap Brayen lalu memberikan kunci pada semua orang
Need dan Eni sudah masuk ke dalam kamar hotel mereka, terong yang sudah siap beraksi membuat Need tak banyak bertanya atau berpikir lagi yang penting terong bertemu goa love
Malam semakin larut tapi tidak dengan kedua pasangan yang masih beraktifitas di dalam kamar
sedangkan di kamar Brayen tampak Brayen mengehela nafas panjang karena dokter berkata untuk satu Minggu ke depan sebaiknya jangan berhubungan intim dahulu, mau tidak aku Brayen harus melakukan hal tersebut demi anak yang ada di kandungan istrnya .
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1