TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
226


__ADS_3

Pria tersebut hanya mampu terdiam mendengar perkataan tuanya, " maafkan kami tuan." ucapnya seraya menunduk memberi hormat


Di sebuah perusahan tepatnya di dalam ruangan si kembar tampak si kembar sedang bekerja tak berselang lama Deni masuk ke dalam ruangan


"Maaf tuan muda ada rapat di restoran dengan klien dari kota B." ucap Rendra


Si kembar Langsung mentap Galang dengan tatapan yang sulit di artikan, "maaf tuan saat sebelum kita pergi berlibur tuan Steve dari perusahan lokomotif sudah membuat janji dengan tuan." ucap Galang


Si kembar saling pandang dan mengaguk karena baru ingat


Sementara itu di sebuah pusat perbelanjaan tampak Lusi dan Rani serta asistenya dan beberapa pengawal yang mengikutinya dari jauh


"Apa tidak sebaiknya kita langsung pulang sehabis dari salon." tanya lusi


"Sebaiknya kita makan dan jalan-jalan sebentar lagi pula kalau pulang kita pasti kesepian apalagi mama sedang berada di luar negri bersama ayah." ucap Rani


"Benar juga aku juga ingin makan sudah lapar sedari tadi." ucap Lusi


Kedua ibu hamil tersebut langsung melangkahkan kakinya menuju sebuah restoran , saat masuk ada sepasang mata yang terus menatap Lusi dengan tatapan cinta, rindu dan Bercampur sedih

__ADS_1


Rani dan Lusi duduk dengan santai sambil bercanda mereka menunggu pesanan mereka


Tampak pria tersebut terus melihat wajah Lusi yang selalu tersenyum bahagia sambil bercanda


"Maaf tuan sudah waktunya rapat dengan perusahan B&B." ucap asisten tersebut


"Tunggu aku ingin bertemu dengan seseorang terlebih dahulu." ucap pria tersebut lalu bangkit menuju meja Lusi dan Rani, asistenya hanya mengangguk paham


Beberapa pengawal si kembar Langsung was-was saat melihat seorang pria menuju meja nyonya mereka, asisten Lusi dan Rena tampak bersiaga, pria itu semakin mendekat ke arah Lusi membuta asisten Lusi langsung bangkit menghadang


"Maaf tua apakah ada sesuatu yang kami bisa bantu." tanya sopan


Steve menatap wanita di hadapannya yang mengahalagi nya sedangkan wanita yang ingin dia temui sedang asyik mengobrol


"Maaf bolehkah saya berbicara dengan nona Lusi ." ucap Steve


Asisten Lusi sangat terkejut karena Apria di hadapannya mengetahui nama nyonya mereka


"Baiklah tuan saya akan bertanya ke pada nyonya kami terlebih dahulu." ucapan asisten Lusi membuat Steve sangat terkejut karena setahunya Lusi baru tamat SMA tahun lalu dan ini baru awal bulan

__ADS_1


Asisten Lusi langsung berbisik pada Lusi membuat Lusi mengalihkan pandangannya pada pria yang ingin bertemu dengannya


Lusi menautakan alisnya menatap bingung siapa pria yang ada di hadapannya saat ini sepertinya Lusi tak mengenalnya


"Tanyakan padanya siapa dan ada keperluan apa mencari ku." ucap Lusi dia tak ingin berbicara dengan seorang pria asing yang tak di kenakanya


"Ada apa." tanya Rani sambil memakan makanannya


"Pria itu meminta ijin untuk berbicara padaku tapi aku tak mengenalnya jadi aku hanya menyuruh bertanya ada keperluan apa denganku." ucap lusi


Rani mengalihkan pandangannya pada pria yang tak jauh dari meja mereka lalu melanjutkan kembali makannya


"Maaf nyonya kami bertanya ada keperluan apa dan dari mana Anda mengenal nyonya kami." tanya asisten Lusi


Saat Steve akan berbicara tiba-tiba Asisten Santang dan berbisik membuta Steve mengaguk mengerti dan pergi begitu saja tanpa menjawab pertanyaan dari asisten Lusi


Setelah kepergian Steve mereka seperti biasa melanjutkan aktivitas mereka.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2