
"Tapi bagaman cara kita untuk menemui Briana, sedangkan kita tak punya ponsel." ucap Brian
Sementara kedua orang tersebut sedang berpikir
Di kediaman Rika tampak Rika yang sangat frustrasi di dalam kamarnya, apalagi banyak berita tentang dirinya yang menjual diri pada tuan Burhan
Mama Rika masuk ke kamar Rika, jangan khawatir berita itu akan menghilang seiring waktu, " oh iya ini ada tagihan kartu kredit milikmu." ucap mama Rika
Rika terbelalak saat melihat tagihan kartu kreditnya yang mencapai lima puluh miliar
Rika menelepon Jefri tapi tak di angkat sama sekali oleh Jefri
Sementara Jefri yang masih berada di dalam hotel cukup frustasi dengan apa yang terjadi, biar bagaimanapun wanita tersebut tak bersalah, apalagi sepertinya wanita tersebut adalah wanita baik-baik
Jefri melihat wanita tersebut yang masih terlelap setelah menangis seharian, lalu melihat ponselnya ada dua puluh panggilan tak terjawab dari Rika membuat Jefri Tersenyum masam semua yang terjadi adalah akibat wanita Tersebut yang dengan tega membohonginya
Jefri menyimpan ponselnya, lalu mendekati wanita yang tampak tertidur pulas di atas ranjang hotel
__ADS_1
Jefri teringat sesuatu lalu kembali bangkit dan mengambil ponselnya, menelepon asistennya
Sementara itu pak rustam semakin terkejut dengan kedatangan pengacara Lusi yang membawa semua bukti dan dokumen kepemilikan atas harta kedua orang tua Lusi, membuat tuan rustam langsung tak berkutik apalagi pengacara tersebut datang bersama pihak berwajib membuat tuan rustam benar-benar Pasarah di buatannya
Mama Rika dan Rika sangat terkejut saat mengetahui apa yang sedang terjadi, itu artinya dia sudah jatuh miskin dan mereka harus segera keluar dari rumah tersebut, karena rumah tersebut milik Lusi
"Papa apa yang harus kita lalukan, bagaiman bisa kita langsung menjadi gelandangan dalam satu hari." ucap mama Rika
Sedangkan Coki yang mengetahui hal tersebut langsung menuju ruang kerja tuan Rustam, dia membuka brankas milik tuan rustam lalu mengambil semua barang-barang berharga yang di miliki tuan rustam lalu pergi begitu saja
Tuan rustam yang masih tak mengerti darimana Lusi bisa memiliki dokumen tersebut, apalagi pengacara Lusi bukan orang sembarang
Tuan rustam langsung mengambil ponselnya dan menelepon coki, tapi yang terjadi, coki langsung menonaktifkan ponselnya, membuat tuan rustam terduduk frustasi di kursi kebesaranya
Mama Rika yang datang di ruangan kerja suaminya cukup terkejut dengan keadaan ruangan tersebut, apalagi brangkas nampak kosong
Sementara itu Brian dan Galang yang sedang mencari ide bertemu Biran tampak berbinar saat melihat Briana yang menuju ke mereka
__ADS_1
"Tuang itu nona Briana sedang menuju kemari." ucap Galang, Brian yang tadi berdiri di hadapan Galang langsun berbalik, melihat ke arah yang di tunjuk Galang
Tampak Briana dengan ponsel di tangannya sambil tersenyum menuju arah mereka
"Akhirnya kakak terkena jebakan juga." ucap Briana
"Apa kau datang untuk menyelamatkan kami." tanyak Galang
"Tidak untuk apa aku menyelamatkan kalian, apa kalian pikir aku ingin bernasib sama seperti kalian berempat tidur di sel hanya dengan selimut dan bantal." ucap Briana
"Aku ingat kau menginginkan mobil keluaran terbaru, kakak bisa membelikannya untukmu asalkan kau aku membatu kakak, bebas dari sini ." rayu Brian
"Oh kakaku sayang maafkan adikmu ini yang sudah mendapatkannya dari ayah tercinta kita." ucap Briana
"Aku punya sebuah video dari Lusi, apakah kakak mau lihat." tanyak Briana, sontak ucap Briana bagai air segar di telinga Brian
"Perlihatkan padaku, aku akan membayar berapa pun yang kau minta." ucap Brian, membuat Galang tepuk jidat
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya