
Sementara itu tampak Galang dan Yema bertemu diam-diam, mereka duduk di taman yang sangat sepi, mereka tak menyadari kalau di belakang tempat duduk mereka sebuah kaca transparan hitam yang saat siang dapat melihat dengan jelas keadan di luar sementar akan gelap jika di lihat dari taman yang mereka gunakan untuk bertemu
"Aku sangat bahagia saat kau mengatakan bersedia bertemu denganku di sini." ucap Galang dengan senyumannya, setelah berguru sepenuh hati dengan adiknya Briana dan mendapatkan dukungan, membuat Galang berani mengajak Yema bertemu
Yema menyambut bahagia pertemuan dengan Galang apalagi dia memang sudah lama menyimpan perasan pada Galang begitupun sebaliknya
"Aku Ingin mengatakan sesuatu, padamu." ucap Galang dengan wajah merona
Yema yang mendengar perkatan Galang membuat ke dua pipinya merona, "apa." tanya Yema
"Aku sudah lama jatuh cinta padamu sejak pertama bertemu denganmu saat aku pertama masuk ke rumah ayah David." ucap Galang dengan menatap wajah Yema yang sudah memerah karena malu
Yema menunduk sambil tersenyum penuh kebahagiaan dia tak menyangka kalau perasanya akan terbalaskan
"Apa kau menerima perasanku padamu." tanya Galang
Yema mengguk setuju, membuat Galang langsung melompat memeluk tubuh Yema dengan semangat
__ADS_1
Yema yang di peluk, hanya mampu menyembunyikan wajahnya di dada bidang Galang, setelah sadar Galang langsung melepaskan pelukannya dan memegang ke dua tangan Yema
"Jedi sekarang kita telah resmi menjadi sepasang kekasih." tanya Galang
Yema tersenyum lalu mengangguk
Sementara beberapa mata melihat adegan tersebut, sampai sebuah pagar jatuh ke tanah karena ada beberapa orang yang mengintip di balik pagar tapi karena beban tubuh mereka yang cukup berat membuat pagar langsung rubuh, empat orang tersebut terjatuh bersama pagar pembatas taman, menimbulkan bunyi yang cukup keras
Bunyi jatuh empat orang tersebut cukup membuat Galang dan Yema terkejut, mereka melihat sekelilingnya tak ada yang aneh hanya sebuah pagar tampak terjatuh ke tanah , sementara ke empat orang tersebut menyembunyikan tubuh mereka di semak-semak agar tak terlihat
David yang masih bersama need, desalan dan Lewis, terlihat sedikit gelisah saat desalan tiba-tiba ingin melihat ke luar jendela
Desalan langsung melepaskan tangannya dan melangkah keluar untuk menemui istrianya, membuat David dapat bernapas lega
David duduk lalu menatap lewis, kemudian memberi kode agar menutup mulut atas apa yang di lihatnya tadi
Lewis hanya mengaguk setuju, sedangkan need yang melihat hal tersebut menatap bingun om dan ponakan itu
__ADS_1
Desalan yang sudah berada di depan indah langsung mendekati istrianya, "sayang apa kau mencari ku." tanya desalan
Indah menautakan alisnya bingung, " Memang kau mendengar aku memanggilmu atau menyuruh seseorang memanggil mu." tanya indah
"Tadi kata David kau mencari ku."ucap desalan
"Aku tak mencarimu, mungkin David hanya iseng saja." ucap indah
Desalan langsung kembali ke ruangan di mana David yang lainya masih tampak duduk mengobrol
Desalan dengan cepat melangkah membuka gorden yang menutupi jendela yang mengarah ke taman, David dan Lewis sempat terkejut, tapi kemudian wajahnya kembali normal saat tak ada siapapun di taman tersebut
Sedangkan pasangan muda mudi tadi sudah kembali ke dalam aula istana tempat keluarga berkumpul dengan perasan bahagia yang meluap-luap terlihat dari wajah keduanya yang masuk satu persatu dengan senyuman mengembang
Sementar yang ada di taman tampak Briana daa yang lain keluar dari persembunyiannya mereka, desalan dan need yang melihat hal tersebut menautakan kedua alisnya karena melihat ke empat gadis tersebut penuh dengan daun-daun dan keluar dari semak-semak
Sedangkan David dan Lewis hanya geleng kepala melihat kelakuan ke empat orang anak gadis tersebut yang mengintip orang yang sedang berpacaran.
__ADS_1
jangan lupa, like, komen, vote dan hadiahnya