
Setelah mendengar seluruh cerita Galang tampak si kembar dan Deni menghela nafas panjang, karena tak menyangka ada seseorang yang tega melakukan hal tersebut pada keluarganya sendiri
Need yang sudah mengajak David, desalan dan Lewis untuk makan siang bersama di sebuah restoran mewah sudah menunggu ke tiga tersangka yang membuatnya harus di usir dari kamar miliknya sendiri akibat pakain dalam laknat milik desalan
Need duduk di dalam ruangan VIP restoran, tampak Lewis masuk dengan senyuman di susul desalan dan terakhir si ketua David
Mereka berempat sudah duduk di kursi masing-masing
"Tumben kau berbaik hati mentraktir kami makan." tanya David
"Kau tak usah pura-pura bodoh kau pasti tau apa yang terjadi padaku itulah mengapa, kau mengirimkan martabak manis padaku." ucap need
Membuat David terkekeh geli mendengar perkatan need
"Dan kau kenapa kau masih memiliki paken dalam seperti itu, apa kau masih memakai barang tersebut." tanya need sambil memandang tajam desalan
Desalan Tersenyum, melihat wajah gusar need
"Kami ini hanya kasihan padamu jadi berinisiatif memberikan pakain dalam yang merupakan kenang-kenangan milikku saat aku masih tergoda padamu." ucap deslan membuta yang yang lain tertawa terbahak-bahak
"Kau yang paling waras di antara mereka kenapa kau tak menghentikan apa yang mereka lakukan." ucap need sambil menatap Lewis
"Aku hanya tak ingin kau iri pada kami karena memiliki barang istri kami yang kami bawa jadi aku setuju aja
" ucap santai Lewis
"Membuta need geram dan kesal, sekarang kalian bicara pada istriku melalui telepon aku tak mau dia menuduhku selingkuh di belakangnya, karena dia mendapatkan pakain dalam Tersebut dari tasku." ucap need
Di ruangan Brayen dan Brian tampak Deni dan Galang masih duduk santai
"Apa sebaiknya kita menculik kembali pria yang kita pukul tadi." tanya deni
Membuat semua menatap ke arah Deni
__ADS_1
"Kau ini apa kau pikir itu akan mudah setelah ke dua orang tuanya muncul dan melihat apa yang terjadi pada putranya, belum lagi saat dia sadar dan menuntut pertanggung jawaban dari kalian berdua yang memukulnya dan semua terjadi di dalam perusahan ini." ucap Brayen
Membuat Deni dan Galang terdiam, lalu Galang bangkit, "aku mau pulang untuk bertemu mama." ucap Galang
"Aku juga akan menemui nenekku." ucap Deni
"Dasar kalian anak mama dan anak nenek." ucap Brayen pada Galang dan Deni
"Kenapa juga dia harus melaporkan pada mama seharusnya dia meminta solusi pada kita agar kita bisa membuat dia melakukan tugas yang telah kita siapkan, membuat aku harus menyusun ulang rencana kita ." ucap Brian
"Benar juga, apalagi mama pasti akan membelanya, kalau begini caranya jalan satu-satunya, kita harus membuat Yema marah padanya dan dia akan datang pada kita, karena dia tak mungkin meminta solusi pada mama." ucap Brayen, membuat Brima mengaguk setuju, dasar setan kuadrat
Deni yang Sudah berada di kediaman utama langsung mencari sang mama, Erina sangat terkejut karena Galang yang datang tiba-tiba dan langsung mencarinya
Erina dan Galang yang sudah duduk, langsung menceritakan kronologis yang terjadi dan kecurigaan Galang tentang anak dari ibu tirinya
Setelah mendengar semua perkatan Galang Erina Tersenyum tipis, "baiklah nak sekarang kita harus ke rumah sakit untuk menjenguk seorang pasien aku juga penasaran seperti apa wanita yang tega menyakiti putraku ." ucap Erina Galang hanya mengangguk setuju
"Tapi mama Bagaimana jika mereka mengenaliku." tanya Galang
Erina meminta ijin pada David, setelah mendapatakan ijin, Erina langsung bersiap, Erina tampak cantik dan anggun
Galang juga tak kalah tampan setelah berganti pakaiannya, tampak sopir dan beberapa pengawal kerajaan dan pengawal David yang memantau dari jauh
"Mama apa ini tidak berlebihan." ucap Galang
"Mama ini seorang ratu dan kau adalah salah satu pangeran kerajaan benua, mama sengaja memakai identitasama bukan identitas keluarga Guetta karena ada ayahmu yang akan melakukan aksinya mengunakan nama tersebut." ucap Erin santai sambil tersenyum menarik putranya masuk ke dalam mobil
Mobil Erina melaju membela jalan menuju rumah sakit milik need, begitu Erina tiba, semua menunduk terutama para petinggi rumah sakit yang mengetahui siapa Erina sebenarnya selain Ratu dia juga merupakan istri pengusaha nomor satu
Helena dan Naim yang berada di ruangan perawatan sangat terkejut saat beberapa orang pengawal datang dan mengatakan putri Erina dan pangeran Galang dari kerjaan benua datang
Helena langsung memperbaiki penampilannya begitupun Naim mereka tak menyangka Ratu kerajaan benua akan menemui Mereka
__ADS_1
Erina masuk dengan Galang yang mengekor di belakang sang mama, tampak Helena sangat terkejut melihat wajah Galang yang sangat mirip dengan mantan suaminya, membuta Helena hampir saja terjatuh jika Naim tak menahannya
Sedangkan Galang tetap memasang wajah datarnya, seolah-olah dia tak mengenal Helena
"Ada apa denganmu sepertinya kau sangat terkejut." tanya Naim
"Apa kau tak merasa pemuda yang bersama ratu sangat mirip dengan mantan suamiku yang meningal." ucap Helena sambil berbisik
"Kau ini, munkin saja itu hanya mirip, kau jangan terlalu banyak berpikir, tidak munkin anak tersebut menjadi seorang pangeran, apalagi kerajaan benua sangat terkenal." ucap Naim
Membuat Helena hanya diam dan terus menatap Galang intens
"Maaf apa ada masalah sehingga anda terus menatap wajah putraku." tanya Erina
"Maaf yang mulia aku hanya merasa seperti pernah bertemu di masa lalu." ucap Helena
"Benarkan aku baru tau wajah putraku pasaran." ucap Erina
Membuat Helena terdiam, baiklah maksud ke datangan kami ke sini untuk meminta maaf dan memberikan beberapa hadiah sebagai permintaan maaf." ucap Erina sambil menyuruh beberapa pengawal membawa perhiasan dan uang
Mata Helena dan Naim terbelalak melihat semua yang di bawa oleh Erina, bahkan mata Helena hampir keluar melihat perhiasan tersebut, membuat Erina semakin Tersenyum sumringah, sementara Galang hanya bisa mengeleng melihat kelakuan mamanya
Sedangkan di kediaman Deni, nenek Desi tampak santai mendengar semua perkataan Deni, tenang saja mama Erina pasti sudah menyelesaikan semuanya, Erina sangat menyayangi Galang karena hanya Galang putranya yang normal." ucap nenek Desi Tampa filter
"Jadi maksud nenek si kembar dan Briana tidak normal." tanya Deni
"Apa kau merasa mereka normal." tanya nenek Desi, Deni langsung mengeleng
"Itu tau jadi gak usah banyak tanya, angap semua sudah selesai, sekarang kembalilah bekerja." ucap nenek Desi
Deni keluar dari kediamannya dan kemudian kembali ke perusahaan
Sedangkan di rumah sakit, Helen yang sangat senang karena mendapatkan perhiasan serta uang langsung menerima semua yang terjadi pada putranya, bahkan Erina sempat mencabut rambut Roby dengan berpura-pura mengelus kepala Roby
__ADS_1
jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya