
Helana dan Roby sudah berada di markas David, Helena sangat terkejut melihat Naim di dalam sebuah sel dengan luka di beberapa bagian
Sementara itu di rumah keluarga desalan tampak nenek Desi sedang berada di dapur mengambil sesuatu, tanpa sengaja bertemu rose yang akan minum
Pucuk di cinta Rose pun ada, nenek Desi Tersenyum sumringah saat melihat rose yang hanya sendiri dan kebetulan hanya mereka berdua di dapur
"Rose bisakah kau menolong nenek." tanya ibu Desi. rose Tersenyum dan mengaguk, kemudian mendekati nenek Desi
"Katakan saja nenek apa yang bisa Rose bantu." ucap rose
"Bisakah kau mengambilkan sesuatu di kamar tamu bagian ujung." tanya nenek Desi
"Tentu saja nenek apa yang nenek butuhkan." ucap Rose
"Terimakasih kau Sangat baik aku melupakan jam tanganku di kamar mandi." ucap nenek Desi
"Baiklah nenek aku akan mengambilkannya." ucap rose Hendak pergi ke kamar mandi
"Rose sebaiknya kau meminum ini dulu sebelum kau pergi ini minuman khusu turun temurun dari keluarga David yang dapat membuat tubuh sehat." ucap nenek Desi
__ADS_1
"Benarkah pasti sangat baik untuk tubuh." ucap Rose dengan polosnya
"Benar, nenek baru saja meminumnya."ucap nenek Desi
Rose langsung meneguk minuman tersebut Hinga tandas lalu melangkah menuju kamar tamu yang tadi di tunjuk oleh nenek Desi
Setelah melihat Rose masuk, nenek Desi segera mencari Deni, tampak Deni sedang bermasalah-malasan karena hanya sendiri tanpa pasangan, sungguh pemandangan yang sangat menyedihkan
"Deni tolong kau ke Kamara tamu yang di ujung ambil jam tangan nenek." ucapa nenek Desi
Dengan malas Deni langsung melangkah menuju kamar satu, begitu masuk nenek Desi langsung mengunci kamar tersebut
Deni menelan silvanya melihat tubuh rose yang berada di bathtub hanya mengunakan pakain dalam saja,dengan cepat Deni menutup pintu kamar mandi, tapi kemudian dia melihat rose menenggelamkan seluruh wajahnya, membuat Deni heran
Deni yang curiga langsung menarik rose yang sudah tenggelam, "ada apa denganmu kenapa kau membenarkan wajahmu ke dalam air." tanya Deni
"Kakak tolong aku, tubuh ku sangat panas." ucap rose sambil memeluk tubuh Deni membuat kemeja Deni basah dan memperlihatkan dada bidangnya
Rose tanpa sadar langsung mencium bibir Deni, membuat Deni sangat terkejut, Deni yang memang sudah ahli dalam hal tersebut menyabut ciuman kaku rose
__ADS_1
Ciuman tersebut semakin panas membuat sang pemangsa milik deni sudah berdiri tegak
Deni yang tersadar ada yang aneh dengan rose berusaha untuk meredam gairahnya
"Sayang apa yang terjadi kenapa kau seperti ini, ini tidak benar aku Memeng mencintaimu tapi aku ingin kita menikah sebelum melakukan hal ini." ucap Deni sebagai pria sejati saat ini tidak tau kalau khilaf sebentar
Deni mengakat tubuh rose yang terus berusaha melakukan sesuatu pada tubuhnya, Deni langsung menidurkan rose di ranjang dia ingin keluar mencari pertolongan, tapi kamar tersebut terkunci dan sepertinya kedap suara
Deni kemudian mencari ponsel miliknya dan milik rose tapi nihil sementara rose sudah membuka **********, membuat Deni semakin frustasi
"apalagi ini Tuhan, aku sungguh tak sanggup, ini berkah atau cobaan ." ucap Deni saat melihat Rose melempar pakaian dalamnya ke lantai
Sementara itu di luar nenek Desi sedang tertawa riang, entah apa yang dia tertawakan bersama nenek Anita dan nenek Elisa
"Jadi kapan kita harus masuk ini sudah tiga puluh menit, kau yakin cucumu dapat menahannya." tanya nenek Anita
"Kalian tenang saja walaupun dia playboy tapi dia sudah insyaf tapi aku tidak tau kalau dia khilaf." ucap nenek Desi santai.
jangan lupa like komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1