TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
146


__ADS_3

David langsung menatap putrinya kemudian mengaguk, " baiklah aku akan menemui mereka." ucap David


David kembali ke dalam memperbaiki penampilannya, Erina menatap tajam David, membuat David cengengesan menatap istrinya


"Kenapa kau mengatakan pada Briana bahwa kita akan membuatkan adik untuknya apa kau tak sadar sebentar lagi kau akan memiliki cucu." ucap Erina


"Sayang apa salahnya kalau kita memiliki anak lagi, toh anak kita sudah Besar semua." ucap enteng David


"Apa kau ingin anak kita lahir bersama dengan ke dua cucu kita, apa kau sudah gila." ucap Erina


"Kalau kau berani menipuku dan aku hamil, aku akan kembali ke kerajaan benua untuk selama-lamanya." ancam Erina


Membuat David ketar-ketir mendengar ancaman Erina


"Sayang kalau seandainya kau Sekarang sudah mengandung apa yang akan kau lakukan." tanya david


"Aku pastikan belut listrik mu tak akan bisa hidup lagi." ancam Erina


Membuat David menelan silvanya, apalagi mengingat dia tak memakai pengaman setiap melakukan hubungan suami istri


"Baikalah sayang aku mengerti, tapi jika kau hamil kembali aku berjanji akan lebih mencintaimu." ucap David sambil berlari keluar dari kamar

__ADS_1


Erina mengehembuska nafasnya kasar mendengar perkatan suaminya , kemudian dia teringat vitamin yang di berikan oleh David


Erina menghubungi Eni melalui pesan singkat menanyakan prihal vitamin yang di berikan oleh David padanya


Beberapa menit kemuadian Eni membalas pesan Erina, mata Erina terbelalak melihat kandungan vitamin yang di berikan oleh David


Sementara itu di dalam ruangan kerja tampak Desalan dan Galang sedang duduk bersama saling berhadapan hanya di pisahkan oleh meja


Mereka saling menatap dalam seolah-olah sedang berbicara dari hati ke hati


Galang yang grogi di tatap oleh desalan, menundukkan pandangannya


Galang langsung menatap need dengan tatapan yang sulit di artikan, kemudian menghirup udara sebanyak-banyaknya


Galang kemudian menatap mata desalan dengan jantan


Maaf paman tapi saya sangat mencintai Yema begitupun Yema." ucap Galang sambil menatap calon mertuanya, Galang sudah bertekad akan menghadapi semua apapun yang terjadi dan itu merupakan ajaran ayahnya David


"Benarkah apa kau yakin kalian saling mencintai." tanya desalan


"Benar paman maafkan aku yang mencintai Yema sehingga membuat aku tak tau diri." ucap Galang

__ADS_1


Membuat desalan tak dapat berkata apapun lagi, deslan terdiam sejenak sambil melihat pemuda yang menurutnya sangat pantas untuk Yema putrinya


Desalan menatap Dalama mata Galang , " maaf sepertinya kalian hanya bisa sampai di sini karena Yema Sudah di jodohkan oleh kakeknya dengan seseorang." ucap Desalan


Perkatan desalan bagaikan petir di siang bolong yang langsung tepat menuju jantung Galang


"Apa maksudnya paman, aku tak mengerti, sejak kapan Yema di jodohkan kenapa aku tak tau." ucap Galang yang merasa hancur saat ini


"Maafkan paman, kakek Yema menjodohkan Yema sejak dia masih bayi dengan cucu dari sahabat kakeknya yang berasal dari kota J." ucap Desalan


Membuat Galang semakin tertunduk bahkan matanya sudah merah karena menahan air mata


"Tapi paman aku sangat mencintai Yema dan aku tak bisa meningalkanya." ucap Galang


"Aku mohon mengertilah, paman tak Ingin melihat kakek Yema bersedih jika Yema sampai menolak perjodohan ini." ucap desalan


"Tapi paman apa yang harus aku lakukan." ucap Galang


Belum sempat Desalan membalas perkataan Galang pintu terbuka, nampak David berdiri di depan pintu


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2