
David langsung menatap putrinya kemudian mengaguk, " baiklah aku akan menemui mereka." ucap David
David kembali ke dalam memperbaiki penampilannya, Erina menatap tajam David, membuat David cengengesan menatap istrinya
"Kenapa kau mengatakan pada Briana bahwa kita akan membuatkan adik untuknya apa kau tak sadar sebentar lagi kau akan memiliki cucu." ucap Erina
"Sayang apa salahnya kalau kita memiliki anak lagi, toh anak kita sudah Besar semua." ucap enteng David
"Apa kau ingin anak kita lahir bersama dengan ke dua cucu kita, apa kau sudah gila." ucap Erina
"Kalau kau berani menipuku dan aku hamil, aku akan kembali ke kerajaan benua untuk selama-lamanya." ancam Erina
Membuat David ketar-ketir mendengar ancaman Erina
"Sayang kalau seandainya kau Sekarang sudah mengandung apa yang akan kau lakukan." tanya david
"Aku pastikan belut listrik mu tak akan bisa hidup lagi." ancam Erina
Membuat David menelan silvanya, apalagi mengingat dia tak memakai pengaman setiap melakukan hubungan suami istri
"Baikalah sayang aku mengerti, tapi jika kau hamil kembali aku berjanji akan lebih mencintaimu." ucap David sambil berlari keluar dari kamar
__ADS_1
Erina mengehembuska nafasnya kasar mendengar perkatan suaminya , kemudian dia teringat vitamin yang di berikan oleh David
Erina menghubungi Eni melalui pesan singkat menanyakan prihal vitamin yang di berikan oleh David padanya
Beberapa menit kemuadian Eni membalas pesan Erina, mata Erina terbelalak melihat kandungan vitamin yang di berikan oleh David
Sementara itu di dalam ruangan kerja tampak Desalan dan Galang sedang duduk bersama saling berhadapan hanya di pisahkan oleh meja
Mereka saling menatap dalam seolah-olah sedang berbicara dari hati ke hati
Galang yang grogi di tatap oleh desalan, menundukkan pandangannya
Galang langsung menatap need dengan tatapan yang sulit di artikan, kemudian menghirup udara sebanyak-banyaknya
Galang kemudian menatap mata desalan dengan jantan
Maaf paman tapi saya sangat mencintai Yema begitupun Yema." ucap Galang sambil menatap calon mertuanya, Galang sudah bertekad akan menghadapi semua apapun yang terjadi dan itu merupakan ajaran ayahnya David
"Benarkah apa kau yakin kalian saling mencintai." tanya desalan
"Benar paman maafkan aku yang mencintai Yema sehingga membuat aku tak tau diri." ucap Galang
__ADS_1
Membuat desalan tak dapat berkata apapun lagi, deslan terdiam sejenak sambil melihat pemuda yang menurutnya sangat pantas untuk Yema putrinya
Desalan menatap Dalama mata Galang , " maaf sepertinya kalian hanya bisa sampai di sini karena Yema Sudah di jodohkan oleh kakeknya dengan seseorang." ucap Desalan
Perkatan desalan bagaikan petir di siang bolong yang langsung tepat menuju jantung Galang
"Apa maksudnya paman, aku tak mengerti, sejak kapan Yema di jodohkan kenapa aku tak tau." ucap Galang yang merasa hancur saat ini
"Maafkan paman, kakek Yema menjodohkan Yema sejak dia masih bayi dengan cucu dari sahabat kakeknya yang berasal dari kota J." ucap Desalan
Membuat Galang semakin tertunduk bahkan matanya sudah merah karena menahan air mata
"Tapi paman aku sangat mencintai Yema dan aku tak bisa meningalkanya." ucap Galang
"Aku mohon mengertilah, paman tak Ingin melihat kakek Yema bersedih jika Yema sampai menolak perjodohan ini." ucap desalan
"Tapi paman apa yang harus aku lakukan." ucap Galang
Belum sempat Desalan membalas perkataan Galang pintu terbuka, nampak David berdiri di depan pintu
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1