TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
110


__ADS_3

Kini Brayen dan Rani sudah berada di kediaman need, tepatnya di dalam kamar Rani, Brayen melihat sekeliling kamar Rani Brayen tersenyum melihat semua hadiah yang dia berikan secara diam-diam


Tak lama pintu kamar Rani di ketuk, muncul seorang wanita paruh baya, memberikan hormat pada Brayen


Selamat ketua atas pernikahan anda dan nona Rani saya sangat bahagia


Brayen langsung memeluk wanita paruh baya yang merupakan pengasuh Rani


"Aku sangat berterimakasih padamu karena sudah menjaga istriku dengan baik dan mengajari segala hal yang baik untuknya di masa depan." ucap Brayen


Membuat wanita tersebut menangis, "Tampa bantuan ketua anakku tak akan selamat dan sekarang dia telah menjadi orang yang sukses atas bantuan ketua." ucap wanita tersebut


"Ini adalah hadiah dariku untukmu, kau bisa beristirahat dengan tenang bersama anak dan cucumu." ucap Brayen sambil meyerahkan sesuatu pada wanita tersebut


"Terimakasih banyak ketua, bolehkah saya bertemu dengan nona Rani sebelum saya pergi." tanya pengasuh tersebut Brayen mengaguk setuju, pengasuh tersebut meberikan hormat dan keluar


Rani menggeliat dan melihat sekelilingnya, Rani tampak bingung karena sangat mengenali kamar tersebut, seingatnya dia masi tidur karena kelelahan melayani Brayen yang mengempur nya habis-habisan


Rani melihat Brayen yang sedang berdiri menatap keluar jendela, tak menyadari Rani sudah bangun


"Sayang." pangil Rani, Brayen menoleh dan tersenyum mendekati istrianya

__ADS_1


"Kita berada di mana sepertinya Kamar aku." ucap Rani yang masih oleng kapten


"Kita berada berada di kamarmu, tadi kau kekalahan jadi tak mengingat saat kita naik dan turun pesawat." ucap Brayen


"Benarkah, kenapa aku tak merasakan apapun yang." ucap Rani


"Kenapa kita berada di kamarku." tanya Rani


"Kita akan tinggal di sini sementara waktu sampai rumah yang aku siapkan sudah siap untuk kita tinggali sayang ." ucap Brayen


Rani tersenyum sumringah langsung bangkit dan memeluk tubuh Brayen,dia lupa bahwa suami mesumnya mengakat tubuhnya lengkap dengan selimut karena tubuhnya hanya memakai baju tidur tipis


Tak lama pelayan mengetuk pintu kamar Rani


"Maaf tuan waktunya makan siang." ucap pelayan tersebut


Brayen hanya mengaguk saja, Rani keluar dari kamar mandi dan langsung ke ruangan ganti pakaian, Rani keluar


"Siapa tadi sayang." tanya Rani


"Pelayang memangil kita makan sepertinya semua keluarga sudah berkumpul untuk makan." ucap Brayen

__ADS_1


Rani melihat jam yang berada di kamarnya, " astaga kenapa ini sudah siang sekali." ucap Rani uang cukup terkejut


Rani dan Brayen turun, tampak semua sudah lengkap, Rani yang melihat ayahnya langsung berlari memeluk ayahnya.


Need tersenyum sumringah merentangkan tangannya untuk menyambut putrinya tercinta, tapi dengan gerakan cepat Brayen memeluk need, membuat Rani menabrak punggung suaminya


Need sangat kesal, berusaha melepaskan pelukan erat Brayen, semua orang menahan tawa mereka melihat wajah kesal need


Sementara si menantu gak ada akhlak langsung menarik istrinya untuk duduk


Rani yang melihat wajah ayahnya langsung bangkit dan mencium pipi ayahnya


Need Tersenyum sumringah setelah mendapatkan kiss dan pelukan dari belakang


Brayen menatap interaksi ayah dan anak dengan tatapan yang sulit di artikan, Rani kembali duduk dan langsung mencium pipi suaminya, benar saja, senyuman Brayen langsung mengembang sempurna


Membuat semua yang berada dimeja makan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kejadian tersebut, kedua lelaki tersebut masih seperti anak kecil.


Rena yang melihat kelakuan ayahnya dan adik iparnya hanya bisa mengehembuska nafas kasar.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2