
Kini Brayen dan Rani sudah berada di kediaman need, tepatnya di dalam kamar Rani, Brayen melihat sekeliling kamar Rani Brayen tersenyum melihat semua hadiah yang dia berikan secara diam-diam
Tak lama pintu kamar Rani di ketuk, muncul seorang wanita paruh baya, memberikan hormat pada Brayen
Selamat ketua atas pernikahan anda dan nona Rani saya sangat bahagia
Brayen langsung memeluk wanita paruh baya yang merupakan pengasuh Rani
"Aku sangat berterimakasih padamu karena sudah menjaga istriku dengan baik dan mengajari segala hal yang baik untuknya di masa depan." ucap Brayen
Membuat wanita tersebut menangis, "Tampa bantuan ketua anakku tak akan selamat dan sekarang dia telah menjadi orang yang sukses atas bantuan ketua." ucap wanita tersebut
"Ini adalah hadiah dariku untukmu, kau bisa beristirahat dengan tenang bersama anak dan cucumu." ucap Brayen sambil meyerahkan sesuatu pada wanita tersebut
"Terimakasih banyak ketua, bolehkah saya bertemu dengan nona Rani sebelum saya pergi." tanya pengasuh tersebut Brayen mengaguk setuju, pengasuh tersebut meberikan hormat dan keluar
Rani menggeliat dan melihat sekelilingnya, Rani tampak bingung karena sangat mengenali kamar tersebut, seingatnya dia masi tidur karena kelelahan melayani Brayen yang mengempur nya habis-habisan
Rani melihat Brayen yang sedang berdiri menatap keluar jendela, tak menyadari Rani sudah bangun
"Sayang." pangil Rani, Brayen menoleh dan tersenyum mendekati istrianya
__ADS_1
"Kita berada di mana sepertinya Kamar aku." ucap Rani yang masih oleng kapten
"Kita berada berada di kamarmu, tadi kau kekalahan jadi tak mengingat saat kita naik dan turun pesawat." ucap Brayen
"Benarkah, kenapa aku tak merasakan apapun yang." ucap Rani
"Kenapa kita berada di kamarku." tanya Rani
"Kita akan tinggal di sini sementara waktu sampai rumah yang aku siapkan sudah siap untuk kita tinggali sayang ." ucap Brayen
Rani tersenyum sumringah langsung bangkit dan memeluk tubuh Brayen,dia lupa bahwa suami mesumnya mengakat tubuhnya lengkap dengan selimut karena tubuhnya hanya memakai baju tidur tipis
Tak lama pelayan mengetuk pintu kamar Rani
"Maaf tuan waktunya makan siang." ucap pelayan tersebut
Brayen hanya mengaguk saja, Rani keluar dari kamar mandi dan langsung ke ruangan ganti pakaian, Rani keluar
"Siapa tadi sayang." tanya Rani
"Pelayang memangil kita makan sepertinya semua keluarga sudah berkumpul untuk makan." ucap Brayen
__ADS_1
Rani melihat jam yang berada di kamarnya, " astaga kenapa ini sudah siang sekali." ucap Rani uang cukup terkejut
Rani dan Brayen turun, tampak semua sudah lengkap, Rani yang melihat ayahnya langsung berlari memeluk ayahnya.
Need tersenyum sumringah merentangkan tangannya untuk menyambut putrinya tercinta, tapi dengan gerakan cepat Brayen memeluk need, membuat Rani menabrak punggung suaminya
Need sangat kesal, berusaha melepaskan pelukan erat Brayen, semua orang menahan tawa mereka melihat wajah kesal need
Sementara si menantu gak ada akhlak langsung menarik istrinya untuk duduk
Rani yang melihat wajah ayahnya langsung bangkit dan mencium pipi ayahnya
Need Tersenyum sumringah setelah mendapatkan kiss dan pelukan dari belakang
Brayen menatap interaksi ayah dan anak dengan tatapan yang sulit di artikan, Rani kembali duduk dan langsung mencium pipi suaminya, benar saja, senyuman Brayen langsung mengembang sempurna
Membuat semua yang berada dimeja makan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kejadian tersebut, kedua lelaki tersebut masih seperti anak kecil.
Rena yang melihat kelakuan ayahnya dan adik iparnya hanya bisa mengehembuska nafas kasar.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya.
__ADS_1