TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
43


__ADS_3

Sementara Galang tampak tak peduli dengan tatapan Deni, sesuai ajaran sang bos siapa cepat dia dapat


Dengan kesal Deni bangkit dan sengaja menendang kaki Deni untuk lewat, membuat Galang spontan terpekik tertahan


Sementara itu Jefri yang menugaskan seseorang untuk memantau keadaan Lusi, merasa geram pasalnya menurut laporan orang tersebut, Lusi sudah tidak berada di apotik tersebut, bahkan orang suruhannya tak menemukan jejak Lusi di manapun


Jefri kemudian menyuruh asistennya untukengawasi apotik tersebut jika ada wanita yang keluar dari apotik dengan ciri-ciri cantik, maka mereka harus menculiknya


Sementara Rika yang baru tiba di rumahnya langsung menuju kamarnya dengan marah dan frustasi karena Jefri tak mengakat teleponnya


Rika langsung membanting tasnya di ranjang, Rika berpikir sejenak apa sebaiknya dia pergi ke perusahaan Jefri dan mengatakan Lusi mengutusnya untuk mempertanyakan kartu yang telah di berikan Jefri padanya pikir Rika


Rika pun bergegas membersihkan diri agar terlihat secantik mungkin di depan Jefri


Setelah bersiap Rika langsung turun dan masuk ke mobilnya dan melaju menuju perusahan Jefri

__ADS_1


Jefri menghentikan pekerjaannya saat melihat sekertarisnya bersama Rika


" Hai Jefri apa kabar, Bagaimana keadaan mu." tanyak Rika basa-basi, menyembunyikan perasaan kesalahannya, Jefri pura-pura semua baik-baik saja


" Hai aku baik, tumben kau kemari ada apa." tanyak Jefri walaupun dia Sudah tau maksud kedatangan


"Aku hanya ingin menyapamu dan tadi Lusi menelepon katanya saat dia berbelanja kartu yang kau berikan tak dapat di gunakan lagi." ucap Rika Dnegan wajah yang seperti biasa, membuat Jefri sangat kesal tapi dia berusaha meredam semua amarahnya


"Oh astaga aku hampir lupa biasakan kau mengunakan kartu kredit mu untuk setiap transaksi yang Lusi lakukan aku akan membayarnya, karena kartu yang di pegang Lusi akan aku ubah sehingga dia bebas berbelanja tanpa aku harus mentransfer." ucap Jefri


"Benarkan itu berita yang akan sangat baik bagi Lusi apalagi dia menginginkan sebuah mobil." ucap Rika


"Terserah dia mau membeli apapun yang dia mau aku yang akan membayar tagihannya." ucap Jefri


Rika berbinar mendengar ucapan Jefri, dia tak menyangka pria di depannya akan begitu bodoh percaya padanya

__ADS_1


"Kapan aku bisa bertemu Lusi, sudah tiga bulan kau berjanji akan membawa Lusi ke luar dari rumahmu agar aku bisa mengajaknya makan malam." tanyak Jefri


"Kau kan tau Lusi tak bisa kemana-mana selain bersama ibuku atau aku, aku akan ijin untuk itu kau bersabarlah sedikit." ucap Lusi


Membuat Jefri hanya tersenyum tipis melihat kebohongan demi kebohongan yang di katakan oleh Rika


"Baikalah aku akan pergi dulu,aku akan mengirim semua tagihan pengeluaran Lusi padamu." ucap Rika lalu bangkit dan keluar dari ruangan tersebut


Jefri Tersenyum kecut melihat kepergian Rika


Dasar wanita tidak tau malu, tega-teganya dia berbohong dengan wajah seperti biasa


"Aku akan membuatnya membayar apa yang telah aku keluarkan selama ini, sebelum aku menghabisinya." ucap Jefri sambil mengepalkan tangannya melihat Rika Tersenyum tanpa dosa keluar dari ruangannya


sementara Rika langsung ke tempat penjualan mobil dan ke semua tempat yang dia inginkan untuk berbelanja, mengingat Jefri yang akan membayar semua tagihannya membuat Rika tak perduli bila tagihan kartu kreditnya membengkaknya.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2