TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
177


__ADS_3

Nenek Sinta dan Sinta pulang ke kediaman mereka dengan hati kesal karena penolakan nenek Desi


"Ibu bagaimana?, apa kata ibu Desi." tanya mama Sinta saat melihat ibu dan anaknya baru datang


"Ternyata Deni telah menikah entah siapa wanita yang menikah dengannya sehingga acaranya di adakan secara tertutup." ucap nenek Sinta


"Benarkah apa mungkin dari keluarga miskin sehingga mereka melakukan pernikahan secara tertutup." ucap mama Sinta berpikir negatif


"Bisa jadi pasti wanita Tersebut Sudah mengoda Deni sehingga nenek Desi terpaksa menikahkan Deni dengannya karena nenek Desi sangat menyayangi Cucunya itu." ucap nenek Sinta


"Kenapa para wanita miskin itu suka sekali menjebak para laki-laki kaya." ucap Sinta tak tau diri


"Ya selain kecantikan dan tubuh mereka apalagi yang bisa mereka andalkan untuk menjadi wanita kaya seperti kita." ucap mama Sinta sok sosialita


Nenek Desi pulang ke rumahnya dengan riang tampak rose sedang berada di dapur mempersiapkan makan


"Tak salah aku menjebak cucuku dengan rose dia Memeng mirip Tika mandiri dan pandai memasak ." ucap nenek Desi sambil melangkah menuju kamarnya

__ADS_1


Kini desalan dan Galang sudah kembali ke kediaman mereka tampak wajah desalan sangat kesal karena usahanya mengerjai Galang semuanya gagal, Yema langsung keluar menyebut suaminya, indah yang melihat wajah kesal desalan menjadi bingung sendiri


"Ada apa dengan wajahmu sayang sepertinya kau sedang kesal." tanya indah ketika mereka sudah sampai di kamar


"Tidak hanya tadi jalan agak macet." ucap Desalan


"Bukananya kalau ke pegunungan untuk menghirup udara segar kok bisa macet." tanya indah


"Mungkin sedang ada musim kawin di kampung." ucap asal Desalan


Di kediaman David tepatnya di kamar Brian tampak Lusi sedang merapikan pakaian mereka karena besok mereka akan pindah ke rumah baru yang Lusi tak tau di mana lokasinya, kata Brian rahasia, sebenarnya Lusi lebih nyaman di rumah mertuanya karena dia banyak mendapatkan pelajaran yang berharga


Sedangkan di kamar brayen dan Rani mereka berdua tampak bersiap pulang begitupun yang lainnya


Di kediaman David Lusi dan Brian sudah bersiap pindah membuat Lusi sedih membuat David dan Eni geli melihat menantunya menangis seolah-olah mereka akan pindah jauh


Lusi masuk ke mobil di ikuti Brian langsung melajukan mobilnya dan langsung masuk ke sebuah rumah mewah tepat di sebelah rumah ke dua orang tuanya, membuat Lusi menautakan alisnya kerena merasa binggung kenapa Brian masuk ke rumah sebelah

__ADS_1


Brian memarkirkan mobilnya membuat Lusi semakin binggun, "sayang ayo keluar." ucap Brian


"Untuk apa kita ke sini apa kau mau meminta ijin pada tetangga sebelah bahwa kau akan pindah." tanya Lusi


"Mana ada aku ingin ijin sama tetangga, ini rumah baru kita bagaman kau suka." ucap Brian membuat Lusi terbelalak


"Kalau kau hanya mau pindah ke sebelah Kenapa harus keluar naik mobil dari rumah mama dengan mobil jadi kan aku berpikir kita pindah jauh." ucap Lusi dengan wajah kesalnya


"Sapa ada rasa-rasanya Giman gitu ." ucap Brian sambil tertawa geli melihat wajah istrinya yang tadi sangat sedih saat meningalkanya kediaman Guetta menjadi sedikit merona


David dan Erina langsun datang menghampiri anak menantu mereka, "hai sayang bagaiman rumah baru kalian." tanya Erina , Lusi langsung memeluk mertuanya


"Lusi senang mah karena lokasinya dekat rumah mama jadi bisa setiap hari ke rumah mama." ucap Lusi, Erina menganguk dan Tersenyum


Ayo kita masuk ajak Brian mereka semua masuk ke dalam rumah tersebut, tampak para pelayan Sudah di siapkan bahkan kamar untuk bayi mereka pun sudah Brian siapakan


Rumah mewah dengan segala fasilitas yang ada membuat Lusi, tak percaya suaminya Membuat rumah seperti yang selalu dia impikan dengan taman dan kebun yang luas di belakang rumah.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2