TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
68


__ADS_3

Tapi saat mengingat mereka tak bisa menghubungi klan pelindung membuat mereka terduduk lesu.


Pagi telah tiba di kediaman David tampan nenek Anita dan kakek Andrew sudah datang, di susul kakek paduka Ajima dan raja Bastian


Sementara Lusi dengan penuh kesedihan di rias secantik mungkin, Briana yang terus menemani Lusi ingin tertawa terbahak-bahak tapi tak munkin apalagi melihat mata Lusi yang membengkak seperti alien


Tak kalah menyedihkan si pengantin pria wajahnya semakin dingin dan juga matanya sedikit sembab, ayah David yang melihat putranya seperti itu hampir saja memberitahukan putranya sungguh ayah David tak tega melihat putranya seperti itu, tapi itu sudah menjadi perintah dari sang penguasa hati


"Ayah apa ayah tega membiarkan putra ayah menikah Tanpa cinta, ayah kan pernah berjanji pada kami akan melakukan apapun untuk kebahagiaan kami." ucap Brian dengan wajah memelas seperti kucing yang minta ikan


"Nak ini demi kebaikanmu, kau tak akan menyesal menikah dengan wanita ini, apa kau tak percaya pada orang tuamu." ucap ayah david


Brian melihat wajah ayahnya yang tanpa keraguan mengatakan demi kebaikannya, Brian menarik nafas panjang lalu menghembuskanya secara kasar


Sedangkan Brayen, Deni terutama Galang sangat iba dengan keadaan Brian


Acara akan di mulai tampak keluarga besar sudah berkumpul, Brian yang sudah duduk di hadapan penghulu hanya bisa tertunduk di temani Brayen, Bastian, Deni, Galang


Tak berselang lama pengantin pun keluar di temani mama Erina dan nenek Anita, Brayen menautkan alisnya saat menyadari pengantin tersebut adalah Lusi begitupun Deni dan Galang

__ADS_1


Sementara Brian seperti tak peduli siapa penggantinya, "lihat penggantinya." ucap Brayen sambil mencolek sang adik, tapi Brian tak bergeming sama sekali


"Tuan muda sebaiknya kau melihat penggantinya dia sangat cantik dan menawan, aku bahkan bersedia menggatikan dirimu." ucap Deni


"Tuan lihat dulu pengantinnya, jangan menatap ke lantai terus, entar lantainya lubang gara-gara takut melihat tatapan tuan." ucap Galang


Brian mendongak sekilas karena merasa gerah di suruh terus melihat pengantin


Satu detik


Dua detik


Brian langsung kembali menatap pengantin Tersebut, walaupun matanya bengkak tapi kecantikan istrinya tak di ragukan lagi, membuat wajah Brian berubah seratus delapan puluh derajat


Sementara Lusi yang tak mengenal Brian karena penampilannya yang sudah seperti biasa hanya melihat lalu menunduk


Lusi duduk di samping Brian dengan jantung berdetak kencang begitupun Brian


"Apa kau baik-baik saja." bisik Brian pada Lusi

__ADS_1


Membuat Lusi menatap aneh pada Brian karena suara Brian yang sangat mirip dengan suara kekasihnya


"Apa kau pikir, seorang wanita yang mempunyai kekasih akan bahagia setalah dia di culik, dan di nikahkan dengan pria yang tidak dia cintai." ucap mantap Lusi


"Jadi kau mencintai kekasihmu yang jelek dan miskin itu." ucap Brian yang menghina diri sendiri dengan senyuman kebahagiaan yang terpancar jelas di wajahnya


"Jangan menghinanya aku sangat mencintainya, jadi jangan berpikir, bahwa kau akan mengantikan posisinya hanya karena kau kaya dan tampan." ucap Lusi


"Ah aku tau pasti kau mengagumi ketampanan ku, jangan khawatir, mulai saat ini kau akan melihatnya setiap saat." ucap Brian


Membuat Lusi sangat kesal dengan Brian, " kau ini percaya diri sekali aku mengagumi dirimu, emang kamu tampan dan kaya tapi, aku mencintai pria lain." ucap Lusi


"Itu tidak Maslah aku akan membunuhnya dan kau akan mencintaiku." sontak ucapan Brian membuat Lusi ketakutan, Lusi langsung menatap Brian dengan tatapan yang sulit di artikan


"Ku mohon jangan lakukan aku akan setia dan mengabdi padamu, asalakan kau tak melakukan apapun padanya." ucap Lusi


Ijab kabul di mulai, tampak penghulu yang baru masuk dengan ayah David entah apa yang mereka bicarakan sehingga tadi harus menunda beberapa menit acara ijab qobul


Setelah ijab qobul selesai, nenek Anita langsung memeluk Brian dan Lusi, begitu juga yang lain, hanya wajah Lusi yang tampak menyedihkan , membuat semua orang ingin tertawa, hanya Brian wajahnya yang secerah mentari.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2