
"Kenapa kau meyerahkan gergaji itu pada ayah." tanyak Brian
Galang menatap sini ke arah Brian, "kau pikir aku seperti mu yang akan durhaka pada mamaku." ucapan Galang membuat Brian geram
"Kau ini dasar bodoh aku bukan menyuruhmu jadi anak durhaka, dan sejak kapan aku menjadi anak durhaka ." tanyak Brian
"Buktinya kau tak mengatakan pada mama bahwa kau telah menikah." ucap Galang
"Itu bukan durhaka, tapi belum di kasih tau aja sama mama." ucap Brian membela diri
Galang mencibir, "terus apa yang harus kita lakukan, untuk bebas." ucap Galang
"Kau kan adalah ahli melarikan diri, kenapa kau tak memikirkan caranya untuk melarikan diri dari tempat ini, ucap Brian
"Bukankah kau adalah orang yang mengajarkan ku cara menjadi seorang ahli dalam melarikan diri di mana pun dan kapanpun, kenapa tak kau praktekan keahlian mu sebagai guru di saat seperti ini." ucap Galang
"Apa kau mau membuatku menjadi anak durhaka, dengan melarikan diri." tanyak Brian
"Aku tau kau tak mau melarikan diri karena Lusi masih di tangan ke dua orang tuamu, kau sedang menunggu saat yang tepat untuk membawa istrimu." ucap Galang yang paham otak licik Brian
__ADS_1
"Kenapa kau tak menyuruh pengawal pelindung untuk membebaskan kita."
ucap Galang
"Aku tanyak, pengawal pelindung bertugas untuk apa." melindungi dan setia pada keluarga kerajaan."ucap Galang
"Mana yang menurut mu lebih berkuasa, seorang pangeran atau ibu ratu." tanyak Brian
"Ibu ratu dia kan ibu raja." ucap Galang
"Apa menurutmu pengawal pelindung akan mengikuti perintah pangeran atau ibu ratu." tanyak Brian
Membuat Brian langsung memukul kepala Galang, "kau pikir siapa mama kita, apa berani pengawal pelindung melawan perintahnya, sebagai ibu ratu dia juga cucu mantan ketua klan pelindung, ayah saja yang sangat licik bertekuk lutut di hadapan mama." ucapan Brian membuat Galang sadar, bahwa mamanya orang yang sederhana yang rela meningalakan istana demi ikut suami dan anaknya, sehingga jarang orang yang mengetahui bahwa dia adalah seorang ibu ratu di kerajaan Benua
"Oh iya aku kok bisa lupa ya jabatan mama lebih tinggi, di Bandingkan siapapun yang ada di dalam rumah ini termasuk ayah saat berada di rumah." ucap Galang yang tersadar
Sementara itu keluarga Rika yang baru tiba di kediamannya, langsung masuk, baru beberapa menit masuk, nampak beberapa orang dari perusahan kartu kredit, datang untuk datang menagih, membuat tuan rustam bingung
"Maaf tuan kami dari perusahaan kartu kredit ingin menagih kartu kredit atas nama nona Rika sebesar lima puluh miliar." ucapan penagih kartu kredit tersebut membuat tuan rustam terbelalak mendengar nilai fantastis yang di gunakan Rika untuk berbelanja
__ADS_1
"Apa kalian tidak salah menyebutkan angka tersebut, karena putriku tidak pernah berbelanja sampai sebesar itu, dan batas limit kartu kredit Rika hanya sebesar sepuluh miliar, bagaman bisa menjadi lima puluh miliar." ucap tuan rustam yang sangat terkejut
"Maaf tuan nona Rika sendiri yang mengkonfirmasi langsung ke perusahan kami untuk menambah limit kartu kredit miliknya menjadi lima puluh miliar." ucap seorang penagih
"Baiklah aku akan melunasinya, dan mengkonfirmasi langsung ke perusahaan kartu kredit."putus tuan rustam
Tuan rustam langsun masuk tampak mama Rika heran melihat wajah suaminya yang sedang marah, "ada apa lagi kenapa ada dua orang pria di depan rumah kita." tanyak mama Rika
"Kenapa kau tak mengatakan bahwa Rika menaikan limit kartu kreditnya hingga lima puluh miliar." tanyak tuan Rustam
"Bukanya tagihannya di lunasi oleh orang yang bernama Jefri, kekasih Rika." ucap sang mama
Tuan rustam menautkan ke dua alisnya, "terus kenapa di tagih ke sini kalu memang di bayar oleh orang tersebut." tanyak tuan rustam
"Mana mama tau, mama hanya pernah dengar Rika mengatakan bahwa Jefri yang akan membayarnya." ucap mama Rika
"Terus di mana Rika." tanyak tuan rustam
" Dia sedang istirahat, sebaiknya kita bertanyak di saat dia sudah bangun." ucap mama Rika.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya