TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
119


__ADS_3

Beberapa hari telah berganti, hari ini adalah hari di mana Briana, Yema dan Yena akan magang di kantor yang mereka telah pilih


Tampak Briana masuk ke kantor penelitian sesui dengan kesepakatan dengan pihak perusahaan, tapi saat sudah berada di ruangan HRD Briana terkejut karena dia menjadi asisten CEO, membuat Briana bingung, tapi pihak HRD tak bisa melakukan apapun hanya bisa memberitahu Briana agar langsung menghadap ke CEO mereka


Briana sangat kesal setelah mendengar hal tersebut, Briana langsun melangkahkan kakinya ke ruangan CEO, apalagi dia sudah tanda tangan kontrak kerja sebelum bekerja membuatnya serba salah


Di lift menuju ruangan CEO Brima mengomel tanpa mempedulikan orang yang ada di sekitarnya


Sementara di lift Tersebut tampak seorang pria tampan sedang tersenyum melihat seorang wanita yang terus memaki-maki dirinya


Setelah lift terbuka Briana langsung keluar, menuju ruangan CEO, tampak seorang wanita yang beradab di luar ruangan tepatnya berada di depan ruangan CEO langsung memberi hormat, membuat Briana bingung dan terkejut, melihat tatapan wanita tersebut ke arah belakangnya membuat Briana spontan menoleh


Briana sangat terkejut saat melihat pria yang pernah dia pukul dulu saat dia lari dari bandara untuk mengerjai Deni dan Galang


Briana spontan memundurkan langkahnya, sementara Alvin memandang dengan tatapan yang sulit di artikan

__ADS_1


"Sepertinya kau sangat terkejut nona apa kau mengenalku." tanya Alvin seolah-olah tak mengenal Briana


Briana langsung bernafas lega saat Alvin tak mengenalnya, untung saja dia memakai lensa kontak dan rambut palsu pikir Briana


Sementara Alvin tersenyum dalam hati saat melihat Briana sangat terkejutnya saat melihatnya


"Maaf tuan saya hanya terkejut karena tahan berada pas di belakangnya saya." ucap Briana


"Apa kau yakin belum pernah bertemu denganku, karena sepertinya kau mengenalku." ucap Alvin


Alvin melangkah masuk ke dalam ruangan CEO, Brima yang terdiam kemudian menyusul ke dalam


Alvin yang sudah duduk di kursi kebesaranya langsun menatap Briana yang berada di hadapannya, "apakah ada sesuatu sehingga kau masuk ke dalam ruanganku." tanya Alvin


"Maaf tuan saya adalah kariyawan magang yang mengajukan diri bekerja di bagian penelitian, tapi saat saya ke HRD mereka mengatakan saya akan menjadi asisten CEO." ucap Briana

__ADS_1


Alvin melihat Briana dari atas sampai bawah, membuat Brian sedikit merasa tak nyaman


"Apa kau yakin kau di tempatkan menjadi asisten ku bukan karena keinginanmu." tanyak Alvin


Membuat Brima langsung menatap Alvin dengan tatapan yang sulit di artikan


"Benar tuan aku yakin aku meminta magang di bagian penelitian buka meminta jadi asisten CEO." ucap Briana sedikit kesal


"Tapi bagamana ya menurut peraturan perusahan ini, anak magang tidak boleh berpindah tugas sampai masa magang berakhir jika bersikeras pindah maka nilai akhirnya kan di tahan oleh pihak kampus sesui kesepakan pihak kampus dan perusahan." ucap Alvin


Briana nampak terdiam, dia tak menyangka masa magangnya yang dia pikir akan dapat ikut mengembangkan beberapa barang ciptanya harus pupus karena kesalahan admistrasi yang menyebabkannya harus menjadi seorang asisten CEO


"Tapi anda adalah pemilik perusahan ini, bisakah anda membatalkan saya menjadi asisten dan pindah ke bagian penelitian." ucap Briana yang masih berusaha negosiasi


Alvin diam sejenak menatap Briana tapi saat dia akan berkata tiba-tiba pintunya di ketuk.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiah


__ADS_2