TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
162


__ADS_3

Olivia langsung berubah pura-pura baik, "oh kalian satu keluarga maaf aku tak tau." ucap Olivia dengan percaya diri dan senyuman bersahabat


Mikhail dan Rena menatap tak percaya pada wanita yang ada di hadapan mereka sungguh wanita yang penuh kepalsuan, bukan hanya wajah dan kelakuan tapi kata-katanya apa otak detox separah itu sampai tak mengerti kalau Rena dan Mikhail satu keluarga tapi tak memiliki hubungan darah


Mikhail langsung mengandeng tangan Yema dan keluar dari restoran meningalakan Olivia yang masih tak mengerti, apa yang salah dari ucapannya


Sedangkan David yang baru keluar dari ruangan tempat makan langsung pergi begitu saja setelah mengetahui apa yang terjadi


Di kediaman nenek Desi, tepatnya di kamar miliknya tampak nenek Desi sedang berteriak saat di pijat sang suami


"Kenapa tambah sakit sih, aku tak percaya lagi padamu cepat panggilkan tukang pijat langanan ku ." ucap nenek Desi menhan sakit


"Baiklah aku akan mengambil ponselmu." Pasarah kakek Deni


Nenek Desi terbelalak saat melihat pangilan dari nenek Anita dan nenek Elisa yang mengajaknya makan di luar


"Aduh pasti sekarang mereka sedang menertawakan ku, apa yang harus aku lakukan." pikir nenek Desi


Nenek Desi menempel tukang pijat langanan miliknya, tak berselang lima belas Menit tukang pijat tersebut datang


Deni langsung memangil tukang pijat tersebut

__ADS_1


"Apa kau di pangil oleh nenek." tanya Deni


"Iya tuan muda tadi nyonya besar menelepon untuk memijat dirinya hari ini." ucap tukang pijat


"Siapa dia kakak." tanya rose yang baru saja datang dari toilet


"Tukang pijat langanan nenek de." ucap Deni


"Kebetulan bangat kakak aku pengen di pijat dong." ucap rose


Mendengar permintaan istrianya membuat, Deni tak sanggup menolaknya


Mba tolong pijat istri saya dulu sebelum ke kamar nenek." ucap Deni, tukang pijat pun mengaguk setuju


"Sayang tumben tukang pijit langanan kita lama bangat." ucap nenek Desi yang tak sadar


Bahwa selimutnya sudah melorot, Membuat hasrat kakek Deni langsun naik ke ubun-ubun, nenek Desi tak menyadari hal tersebut


Tanpa berkata apapun kakek Deni mengunci pintu, "sini sayang saya pijit dulu sebentar sebelum tukang urut datang." ucap kakek Deni penuh modus, nenek Desi mengaguk Setuju


Kakek Deni mengurut tubuh nenek Desi dengan sensual bahkan tangannya sudah tak berada pada jalurnya membuta nenek Deni keenakan dan terbuai

__ADS_1


Nenek Desi terlambat menyadari saat pesawat sudah meluncur bebas, nenek Desi hanya pasrah saja Menahan sakit pada pinggangnya


"Terimakasih sayang aku sangat mencintaimu." ucap kakek Deni lalu membersihkan tubuhnya dan tubuh istrinya serta merapikan tempat tidur lantas keluar untuk mencari tukang pijat tersebut


"Mbok apa tukang pijat langanan kita sudah datang." tanya kakek Deni


"Sudah tuan itu." tunjuk pelayan tersebut saat melihat tukang pijit turun dari lantai dua


Tukang pijit buru-buru mendekati kakek Deni, "maaf tuan besar tadi tuan muda Deni meminta saya untuk memijat istrinya ." ucap tukang pijit


Wah memang Deni cucu yang baik membuat aku mendapatkan kesempatan emas pikir kakek Deni sambil tersenyum dalam hati memuji cucunya yang memberikannya peluang


"Baiklah sekarang kau ke Kamara nyonya besar sudah menunggu mu, tolong kau beri dia pijatan khusus dan minyak khusus aku akan menambahkan bonus untuk mu jika kau bisa membuat sakit di pinggang istriku sembuh." ucap kakek Deni


"Baik tuan besar saya akan melakukannya." ucap tualang Pijat dan berlalu masuk kamar nenek Desi


Tuan besar langsung bersiul bahagia sambil menuju ruang makan untuk baca Korang dan minum kopi.


seusai janjiku kisah Briana dan Alvin baru up hari ini


__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2