
"Sebaiknya kita mencarinya di tempat lain siapa tau terjatuh di ruangan lain." ucap David
"Tidak aku yakin terjatuh di tempat ini." ucap Desalan
"Kau kan mempunyai cctv di ruangan ini, kenapa tak kita lihat lewat cctv saja." tanya deslan
"Maafkan aku bulan lalu cctv ruang kerjaku rusak dan aku lupa menyuruh untuk memperbaikinya." ucap David
Membuat deslan lemas seketika setelah mendengar perkataan David
"Sudahlah sebaiknya ikhlaskan saja buku tersebut." ucap david
"Ini bukan masalah ikhlas dengan tidaknya tapi, ayahku mencari buku tersebut tadi pagi dan karena takut ketahuan aku sengaja merusak rekaman cctv yang berada di perpustakaan milik ayahku." ucap deslan
"Membuat David sangat terkejut, emang se ampuh apa itu buku sampai-sampai ayahmu mencarinya." tanya david
"Buku tersebut pemberian kakeknya sebagai warisan agar ayahku bisa mendapatkan ibuku, ternyata benar apa yang di katakan kakekku, ibuku dulu menolak ayahku, tapi setelah dia di berikan buku tersebut, ibuku langsung kelepek-kelepek sama ayahku." ucap deslan
"Wah ternyata buku warisan dan juga merupakan buku kenang untuk ayahmu yang berhasil mendapatkan hati ibumu." ucap David
__ADS_1
"Justru karena itu aku mencarinya dengan susah payah." tapi buku itu sepertinya telah di ambil oleh seseorang
"Kenapa kau tak membuat sayembaranya saja siapa saja yang berhasil menemukan buku tersebut akan kau berikan hadiah." ucap David memberikan ide
"Tapi aku bisa ketahuan oleh ayahku jika aku mengadakan sayembara tersebut." ucap Desalan
"Baiklah aku akan membantu mu untuk mencari buku tersebut, tapi dengan satu sayarat." ucap David
"Apa katakanlah aku akan melakukan apapun agar buku tersebut di temukan."ucap desalan
"Aku Ingin kau mengabulkan satu permintaan ku walaupun itu adalah permintaan yang sanagat berat." ucap David
"Sekarang mari kita pergi need dan Lewis sudah menunggu kita di restoran, dari tadi need terus menelepon." sementara di restoran tempat para pria tersebut janjian tampak Lewis dan need di dalam ruangan VIP sedang menunggu David dan desalan
"Bagaman rasanya punya menantu." tanya Lewis
"Rasanya nano-nano manis, asam, asin, rame rasanya." ucap need asal
Membuat Lewis menautkan alisnya bingung atas perkatan need
__ADS_1
"Kau ini aku bertanya tentang bagaman rasanya punya menantu, malah kau memberitahukan rasa permen padaku." ucap Lewis
Membuat need memutar bola matanya malas, dia sangat tak mau membahas tentang Brayen saat ini yang telah merebut anak kesayangan yang selalu memperhatikan dirinya
Tak lama deslan dan David datang bersama, mengalihkan ke dua orang tersebut melihat ke arah pintu ruangan VIP
"Kenapa kalian berdua lama sekali." tanya need yang sedikit kesal menunggu David dan deslan apalagi di tambah Lewis yang selalu bertanya tentang menantunya membuat need semakin sebal menunggu David dan deslan
"Maaf kami mencari sesuatu di ruangan kerja David sehingga kami datang terlambat." ucap deslan
"Kau jangan kesal kami hanya terlambat lima menit saja." ucap David, dan langsung duduk di hadapan need dan Lewis, begitu deslan
"Memang apa yang kalian cari." tanya Lewis
"Buku kama sutra legendaris." ucap David asal, membuat ke dua pria tersebut langsung menatap David berbinar
"Benarkah apa kalian menemukannya, bolehkah aku melihatnya." tanya need dengan antusias
Membuat David berpikir sejenak,lalu melihat ke arah need dan Lewis yang sangat antusias.
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya