
Di dalam kamar Brayen Tampak Rani menatap tajam suaminya yang sedang berdiri di hadapannya
"Sayang aku bisa jelaskan apa yang terjadi." ucap Brayen
"Apa kau akan berkata kau dan Brian pergi memancing ke tengah laut dan tanpa sengaja kau terjatuh dan bajumu basah sehingga kau Menganti dengan baju yang lain." ucap Rani
Brayen terbelalak mendengar perkataan istrinya kenapa istrinya bisa mengetahui apa yang akan dia ucapkan
Brayen mengaguk, "lagu lama." ucap Rani, membuta Brayen langsung terdiam sejenak
"Sayang aku Memang pergi untuk memancing ikan tapi sebelum pergi memancing aku terlebih dahulu menemani Brian mencari daging kepala sapi muda, sehingga kami terlambat memangcing dan tanpa sengaja aku terjatuh kelautan Karena menarik ikan paus yang memakan umpanku, untung saja kail milikku putus sehingga aku selamat." ucap Brayen bohong
Rani mendengar semua cerita Brayen dengan seksama, dia merasa kasihan kepada suaminya, apalagi Brayen ternyata terjatuh di laut itu sebabnya dia Menganti baju
"Benarkah maafkan aku sayang aku tidak tau bahwa kau mengalami kejadian yang sangat berbahaya." ucap Rani turut prihatin
Brayen bersorak dalam hati, untung saja otaknya encer, ternyata istrinya mudah di tipu
__ADS_1
"Mana ikan yang kau bawa." tanya Rani
Ada di bawa aku tadi memberikannya pada salah satu pelayan." ucap Brayen
Brian dan Lusi yang sudah berada di dapur langsung mencari pelayan yang tadi dia suruh membawa daging uang ada di tangannya
"Salah satu pelayan mendekat, maaf tuan muda ada yang bisa kami bantu ." tanya salah satu pelayan
Sedangkan di markas si kembar tampak para pengawal sedang berpesta bakar-bakar ikan dan daging lezat
"Iya benar, tuan kita bahkan memancing sampai lupa waktu bahkan istri sendri pun di lupakan." ucap pengawal yang lain lalu mereka tertawa terbahak-bahak
Revan hanya tersenyum menanggapi celotehan bawahannya
"Di mana kalian menyimpan daging yang tadi aku bawa." tanya Brian
Pelayan tadi nampak bingung atas pertanyaan tuan mudanya
__ADS_1
"Daging yang mana Tuan karena kan belum pernah menerima daging dari siapapun untuk di simpan." ucap salah seorang pelayan membut Brian terkejut
"Apa maksud kalian apa kalian ingin bercanda denganku." terik Brian, membuat pelayan tersebut tampak sedikit ketakutan
Lusi langsung memegang tangan suaminya yang terlihat sedang kesal, "sayang munkin saja pelayan tersebut menyimpan barang tersebut di tempat lain." ucap Lusi menangkan
Brayen yang baru datang mendengar teriakan Brian langsung mendekati adiknya, "ada kenapa kau berteriak." tanya Brayen
"Bagaimana aku tidak teriak kalau apa yang aku titip di salah satu pelayan tadi tak ada, bahkan tak ada yang mengetahui kalau aku membawa sesuatu." ucap Brian
Brayen langsung maju ke hadapan pelayan yang tadi di bentak Brian, apa kau melihat Ikan yang tadi aku titip oleh salah seorang pelayan." tanya Brayen penuh harap
Pelayan tersebut tampak sangat bingung satunya membawa daging satunya membawa ikan tapi kenapa ke dua benda tersebut tak pernah ada yang membawanya ke dapur sedangkan dia adalah penjaga dapur hari ini yang siapa 24 jam untuk mengawasi dapur
Sedangkan di sebuah kamar tampak di balkon sepasang suami istri sedang berpesta membakar daging dan ikan, mereka menikmati subuh dengan makanan yang sangat segar membuat rasanya terasa nikmat seperti ada manis-manisnya gitu
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1