TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
22


__ADS_3

membuat Eni memutar bola matanya malas mama mertuanya kadang tak sadar diri semua sifat need berasal dari dirinya untung saja mertuanya tidak pelit hanya matre saja,tapi duit mertuanya juga sangat banyak apalagi mertuanya adalah pemilik perusahan dan beberapa hotel besar, untung materinya ibu mertuanya hanya pada suami dan anaknya saja


Eni bersyukur anak keduanya rani menuruni sifat sang kakek yang sangat baik hati dan suka menolong sedangkan Rena dia benar-benar foto copy need


"Bagaimana kala kita menelepon Brayen untuk mengucapkan terimakasih dan melihat setampan apa dia saat ini ," ucap nenek Rani


" itu ide yang bagus,tapi kita pake ponsel mama ya," ucap mama Rani


"jangan bilang need tidak mengirimkan pulsa ke ponsel mu, pelita amat sih tua anak pengen gue pukul pake ember," ucap nenek Rani


"soalnya need sudah menyadap ponsel aku,"sontak ucap mam Rani membuat nenek Rani terbelalak


"niat bangat kayanya si need dapat kamu gak bisa kasih ketemu Rani dan Brayen," ucap nenek Rani


sementara itu di ruang kerjanya Brayen menerima telepon bahwa pesanannya telah diterima


tak berselang lama ponsel Brayen berbunyi,Brayen Tersenyum saat melihat ibu dari calon ayah mertuanya menelepon

__ADS_1


"halo assalamualaikum nenek,ibu," pangil Brayen pada nenek dan mama rani sambil melambaikan


"hai Tampan nenek pangling lihat kamu semakin tampan saja," ucap nenek Rani


"ah nenek makin awet muda dan kinclong aja,"ucap Brayen sambil tersenyum sumringah langkah awal untuk mengambil hati nenek Rani dan ibunya berhasil


sementara itu di sebuah perusahaan, tepatnya di ruang kerja need, need mendapatkan laporan bahwa ada yang memberikan hadiah pada istri dan ibunya,membuat need Langsung bisa menebak siapa pelakunya,tapi dia sudah memiliki ide,dia akan menyuruh Rani berpacaran sama arsitek yang bernama Rey yang sudah dia dapatkan data beserta fotonya dan setelah itu menyuruh Rani untuk menyuruh Rey dan ke dua orang tuanya ke rumah mereka untuk melamar Rani secara diam-diam agar para mata-mata Brayen tidak tau


need Tersenyum bangga pada dirinya karena berhasil Memikirkan ide yang bagus untuk menyingkir si kembar dari putrinya, apalagi need tau Brayen pasti memiliki rencana terselubung


Brayen menerima telepon dari Rani, Mereka mengobrol Samapi lupa waktu, untung saja Rani mengunci pintu saat ayahnya ada di depan pintu kamarnya


Rani langsung mematikan ponselnya dan menaruhnya di tempat yang aman


need tampak tersenyum, "Bagaman harimu sayang," tanyak need sambil memeluk putri bungsunya tersebut


"sepertinya ayah ingin membicarakan sesuatu sampai ayah datang kemar," ucap Rani

__ADS_1


"ayah hanya ingin berkata,kau Sudah besar kau boleh berpacaran dengan arsitek yang bernama Rey jika kau mau," ucap need


"benarkah ayah setuju aku berpacaran dengan Rey," tanyak Rani antusias


"tentu saja ayah setuju,nanti kapan-kapan kita bisa mengundang keluarganya untuk makan malam bersama," ucap need


Rani semakin kegirangan Karen ayahnya memberikan restu padanya


"wah aku pikir ayah tak akan menyetujui aku berdekatan dengan Rey," ucap Rani


"ayah akan selalu menyetujui setiap pilihanmu,kau tau ayah sangat menyayangi mu," ucap need


Rani sangat terharu dan langsung memeluk tubuh need,need membalas pelukan putrinya


stelah itu mereka makan bersama dengan penuh keceriaan.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2