
"Aku tak menyangka istriku se mengerikan ltu." ucap Deni
"Sekarang apa yang harus aku lakukan sepertinya dia sangat marah." ucap Deni panik sendiri
"Kau ini sebenarnya apa yang kau lakukan sampai Ros begitu marah sampai memanggil kami tanya." Brian
"Akan dihukum menulis surat cinta untuknya jadi aku bertanya menulis pakai apa pensil, pulpen atau spidol dia mengatakan menggunakan lipstik jadi aku memakai lipstik yang untuk menulis." ucap Deni dengan polosnya
"Astaga kau ini bisa-bisanya kau menggunakan alat kecantikan rose untuk menulis apa kau tidak tahu mereka sampai keliling dunia untuk mencari listrik terbaik kau tak terselamatkan lagi." ucap Brian
"Jadi apa yang harus aku lakukan aku sungguh tak sengaja menggunakan lipstik yang untuk menulis apa itu sepertinya listrik itu sudah hampir habis dan dia masih membawanya aku pikir dia akan menggunakannya lagi karena itu sudah hampir habis ucap Deni
"Kau tau itu berati senjata rahasia miliknya yang paling dia sayang dan dia pakai setiap saat." ucap Brian
Membuat Deni Langsung menatap Brian, "pantas saja tadi dia keluar dengan bibir yang kurang berwarna ." ucap Deni
__ADS_1
"Dua hal yang tak boleh kau sentuh barang wanita pertama alat kosmetiknya ke dua tas mahalnya ." ucap Brayen Deni mengaguk mengerti
"Sekarang apa yang akan kalian lakukan pada apa Kalian akan melakukannya seperti yang diperintahkan oleh rose." tanya Deni dengan muka lugunya
"Tenang saja sejaha-jahatnya kami kami tetap menyayangimu sesama lelaki yang ditindas istri jadi kami akan membela mu." ucap Brayen
" Tapi bagaimana caranya bila rose datang dan memeriksa." tanya Deni
" Itu mudah kau hanya perlu mengikuti rencana kami." ucap Brayen, Deni mengaguk setuju
"Sudah kau diam saja, nanati kau akan mengerti." ucap Brayen
Tak berselang lama datang Reva dengan membawa berbagai macam makanan serta minuman dan juga kartu untuk bermain
"Selamat malam Tuan semua sudah aku persiapkan para penjaga juga sudah standby semua beres malam ini kita bisa berpesta di tempat ini." ucap Reva
__ADS_1
Sementara para wanita sedang berpesta bakar-bakar ikan
"Kalian makan di sini apa kalian tapi ingat suami kalian." tanya Yena pada Rose, Rani, Lusi dan Yema
"Jangan kuatir suami mereka sedang menjaga suamiku di ruangan lain karena aku tadi menghukumnya biarkan saja mereka gara-gara mereka kita harus makan malam terlambat dan kalian pasti belum dengar apa yang mereka bicarakan tentang kita di saat mereka sedang memancing ." ucap rose
"Memangnya apa yang mereka bicarakan sampai kau begitu marah pada kakak Deni." tanya Yema
"Dia mengatakan bahwa kita wanita yang kejam itulah mengapa aku menghukumnya dan kau tau apalagi yang dilakukan padaku dia mengambil listrik limited edition ku dan membuatnya menjadi pulpen untuk menulis kata dan itu lipstick satu-satunya yang tersisa." ucap rose dengan wajah sendunya
"Oh my God apakah lipstik yang kau pesan bersama Briana yang warnanya pink yang hanya ada dua dan itu stok terakhir." tanya Yema
"Iya dan kau tahu sekarang lipstik itu kini tinggal secuil Aku bahkan takut untuk memakainya mengingat aku sangat menyukainya dan berencana memakainya saat aku makan malam romantis bersama deni." ucap rose dengan tangisannya
"Kalian saja yang bodoh Kenapa juga kalian tidak mengunci alat kosmetik kalian, aku mengunci alat kosmetik ku karena aku tahu kadang otaknya suamiku kadang keluar jalurnya." ucap Yema
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya