TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
32


__ADS_3

sementara di kediaman David,Galang yang sedang berjalan untuk ke dapur mengambil air minum tak sengaja bertemu Yema yang juga sedang mengambil air


Yema tertunduk malu saat matanya dan mata Galang saling bertemu,ke duanya nampak tersipu


sementara itu di sebuah ruangan tampak Brian yang sedang melakukan sesuatu di ruang kontrol tak sengaja menonton adegan antara Yema dan Galang yang sama-sama pemalu


"apa kau mau kembali ke kamar."tanyak Galang...Yema hanya mengangguk saja dengan wajah memerah menahan malu


Galang yang memang datar dan memang sangat menyukai Yema tapi tak berani mengatakannya hanya mampu memindahkan tubuhnya agar Yema bisa pergi


Yema pun melewati Galang,tapi hatinya berharap Galang akan memangilnya tapi Galang yang tak ada pengalaman mengenai perempuan hanya bisa berdiri sambil menatap punggung yema


sementara brian Tersenyum sambil melihat adegan salah satu asistennya salah tingkah di depan seorang wanita


padahal selama ini banyak wanita yang mengejar-ngejar Galang tapi dia hanya cuek,bahkan dia tak pernah, berbicara sedikitpun pada wanita manapun,hanya Yema yang mampu menarik perhatiannya


sementara Yema yang sudah berada di dalam kamar langsung memegang jantungnya yang berdegup kencang setelah bertemu Galang,Yema senyam-senyum sendiri sambil masuk ke dalam selimut yang sama dengan saudara kembarnya

__ADS_1


sementara Galang yang sudah mengambil air dengan senyuman tipis di wajah nya


pagi menjelang,semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan dari luar seorang gadis cantik berlari langsung memeluk Briana,siapa lagi kalau bukan anak ke dua Lewis yang bernama rose yang lahir dari hasil adonan saat ulangtahun si kembar


Briana Tersenyum mantap bibi kecilnya,di ikuti dua pemuda tampan di belakangnya


"paman kecil kenapa kalian baru datang." tanya Briana


membuat ke dua paman kecilnya hanya bisa cengengesan sambil menarik kursi untuk duduk


rose yang duduk di sebelah Briana terus menerus Tersenyum bahagia,baginya Riana sudah seperti Kakak perempuannya walaupun dalam silsilah keluarga dia adalah bibi Briana


sementara seorang pria yang baru pertama kali melihat rose langsung tak berkedip melihat rose yang selalu tersenyum seperti adik perempuannya yang sedang melanjutkan pendidikannya di luar negri


Deni terus menatap rose tanpa berkedip,bahkan dia sampai tak mendengar ponselnya berbunyi cukup keras


rose langsung melihat ke arah Deni dengan tatapan yang sulit di artikan, Galang langsung menyenggol kuat tangan Deni,apalagi dua bodyguard yang bersama rose,menatap tajam Deni yang terus menatap adiknya

__ADS_1


Deni langsung terkejut dan melihat Galang,Galang memberikan kode tanda bahaya,Deni tersadar langsung mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari neneknya


Deni bangkit agak menjauh lalu menelepon balik sang nenek,setelah menelepon dia kembali ke meja makan


Deni tampak canggung karena semua orang menatapnya, "maaf nenekku menelepon." ucap Deni dan langsung duduk


Deni makan tapi matanya terus mencuri-curi pandang ke arah rose sedangkan rose tampak cuek terus memakan sarapannya yang enak


sementara Maikel terus memperhatikan Deni yang terus mencuri-curi perhatian pada adik bungsunya


setelah sarapan semua akan pergi bekerja,semata Deni dan Galang akan pergi bersama para wanita yang ingin berjalan-jalan sambil berbelanja


Deni dan Galang tampak antusias untuk menemani para wanita berjalan-jalan sambil berbelanja,apalagi Mereka sudah mempunyai target masing-masing


Brayen dan Brian yang melihat hal tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sifat asistennya yang berubah dengan cepat kemarin menolak sekarang mereka yang lebih semangat.


jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2