
sementara di kediaman David,Galang yang sedang berjalan untuk ke dapur mengambil air minum tak sengaja bertemu Yema yang juga sedang mengambil air
Yema tertunduk malu saat matanya dan mata Galang saling bertemu,ke duanya nampak tersipu
sementara itu di sebuah ruangan tampak Brian yang sedang melakukan sesuatu di ruang kontrol tak sengaja menonton adegan antara Yema dan Galang yang sama-sama pemalu
"apa kau mau kembali ke kamar."tanyak Galang...Yema hanya mengangguk saja dengan wajah memerah menahan malu
Galang yang memang datar dan memang sangat menyukai Yema tapi tak berani mengatakannya hanya mampu memindahkan tubuhnya agar Yema bisa pergi
Yema pun melewati Galang,tapi hatinya berharap Galang akan memangilnya tapi Galang yang tak ada pengalaman mengenai perempuan hanya bisa berdiri sambil menatap punggung yema
sementara brian Tersenyum sambil melihat adegan salah satu asistennya salah tingkah di depan seorang wanita
padahal selama ini banyak wanita yang mengejar-ngejar Galang tapi dia hanya cuek,bahkan dia tak pernah, berbicara sedikitpun pada wanita manapun,hanya Yema yang mampu menarik perhatiannya
sementara Yema yang sudah berada di dalam kamar langsung memegang jantungnya yang berdegup kencang setelah bertemu Galang,Yema senyam-senyum sendiri sambil masuk ke dalam selimut yang sama dengan saudara kembarnya
__ADS_1
sementara Galang yang sudah mengambil air dengan senyuman tipis di wajah nya
pagi menjelang,semua orang sudah berada di meja makan untuk sarapan dari luar seorang gadis cantik berlari langsung memeluk Briana,siapa lagi kalau bukan anak ke dua Lewis yang bernama rose yang lahir dari hasil adonan saat ulangtahun si kembar
Briana Tersenyum mantap bibi kecilnya,di ikuti dua pemuda tampan di belakangnya
"paman kecil kenapa kalian baru datang." tanya Briana
membuat ke dua paman kecilnya hanya bisa cengengesan sambil menarik kursi untuk duduk
rose yang duduk di sebelah Briana terus menerus Tersenyum bahagia,baginya Riana sudah seperti Kakak perempuannya walaupun dalam silsilah keluarga dia adalah bibi Briana
sementara seorang pria yang baru pertama kali melihat rose langsung tak berkedip melihat rose yang selalu tersenyum seperti adik perempuannya yang sedang melanjutkan pendidikannya di luar negri
Deni terus menatap rose tanpa berkedip,bahkan dia sampai tak mendengar ponselnya berbunyi cukup keras
rose langsung melihat ke arah Deni dengan tatapan yang sulit di artikan, Galang langsung menyenggol kuat tangan Deni,apalagi dua bodyguard yang bersama rose,menatap tajam Deni yang terus menatap adiknya
__ADS_1
Deni langsung terkejut dan melihat Galang,Galang memberikan kode tanda bahaya,Deni tersadar langsung mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari neneknya
Deni bangkit agak menjauh lalu menelepon balik sang nenek,setelah menelepon dia kembali ke meja makan
Deni tampak canggung karena semua orang menatapnya, "maaf nenekku menelepon." ucap Deni dan langsung duduk
Deni makan tapi matanya terus mencuri-curi pandang ke arah rose sedangkan rose tampak cuek terus memakan sarapannya yang enak
sementara Maikel terus memperhatikan Deni yang terus mencuri-curi perhatian pada adik bungsunya
setelah sarapan semua akan pergi bekerja,semata Deni dan Galang akan pergi bersama para wanita yang ingin berjalan-jalan sambil berbelanja
Deni dan Galang tampak antusias untuk menemani para wanita berjalan-jalan sambil berbelanja,apalagi Mereka sudah mempunyai target masing-masing
Brayen dan Brian yang melihat hal tersebut hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sifat asistennya yang berubah dengan cepat kemarin menolak sekarang mereka yang lebih semangat.
jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya
__ADS_1