
Rasti yang keluar dengan wajah memerah menahan marah, langsung masuk ke dalam mobilnya, "aku tak akan tinggal diam aku sudah menyingkirkan semua wanita yang menyukaimu, dan aku tak akan menyerah hanya Karena kau menolak ku." ucap Resti di dalam mobilnya
Sementara para petugas yang sudah berkerumun di sekitar Reva merasa penasaran atas apa yang terjadi di dalam ruangan Mikhail apalagi Reva datang dengan senyuman manisnya membuat, Mereka semakin curiga ada sesuatu yang terjadi
"Apa yang terjadi di dalam ruangan komandan." tanya salah satu petugas
"Kalian pasti tak akan percaya apa yang terjadi, aku saja hampir tak percaya jika aku tak melihatnya secara langsung." ucap Reva membuat petugas yang lain tampak semakin penasaran
Tapi saat mereka sedang asiknya bercerita, dari arah belakang Mikhail datang dan langsung berdehem membuat yang lain spontan menoleh
"Siang komandan." ucap mereka serempak
Reva kalau kau ingin damai sebaiknya tutup mulutmu atau siap bekerja lembur
Sontak saja Reva yang tadinya semangat menceritakan tentang apa yang terjadi di ruang Mikhail langsung menciut mendengar ucapan komandannya
"Sekarang bubar dan kau Reva ikut denganku ke dalam ruangan." ucap Mikhail sambil berjalan menuju ruangannya di ikuti Reva
Waktu sudah menunjukan pukul tiga sore, tampak Rika dan mamanya sedang menunggu di dalam mobil yang Rika sewa untuk mengawasi kuburan orang tua Lusi
__ADS_1
Sementara di kediaman David tepatnya di kamar Lusi dan Brian, mereka sedang bersiap-siap ke makam kedua orang tua Lusi
"Sayang bagiamana penampilanku." tanya Brian yang baru keluar dari ruang ganti
"Kau cukup tampan untuk berada di sisiku." ucap Lusi dengan senyuman jahilnya
"Aku takut ibu mertua akan bangkit karena melihat ketampanan ku." ucap Brian yang mulai narsis
"Kau jangan mencoba membuat ayah mertuamu cemburu, nanati dia tak merestui dirimu bersama ku." ucap Lusi
"Aduh aku harus mengurangi ketampanan ku ini dengan selalu berada di dekatmu." ucap Brian
"Bagaiman bisa mengurangi ketampanan mu karena berada di dekatku." tanya Lusi
"Agar semua orang tau aku adalah milikmu." ucap Brian, membuat Lusi Tersenyum
Tapi bukanya pelakor suka dengan milik orang lain, walaupun suaminya orang jelek terlihat tampan di mata mereka, apalagi kamu yang sudah tampan begini, bisa - bisa pelakor pikir artis." ucap Lusi
Membuat Brian gemas pada istrinya tersebut
__ADS_1
"Hanya lelaki bodoh yang tergoda dengan pelakor, istrinya sudah rela untuk mengabdi padanya dengan meyerahkan hidupnya untuk suaminya tanpa mengenal lelah untuk melayani suami, eh malah di tergoda dengan wanita yang hanya cantik karena racikan dan oplosan tapi sayang hatinya seperti comberan." ucap Brian membuat Lusi tertegun dengan ucapan suaminya
Setelah mengatakan hal tersebut, Brian langsung keluar menunggu Lusi di terasa, Lusi yang sudah tersadar langsung tersenyum, setelah melihat penampilannya Lusi melangkah keluar, langsung di sambut senyuman oleh Brian
Lusi dan Brian langsung masuk ke dalam mobil di ikuti beberapa mobil
Mama Rika dan Rika menautakan alisnya melihat beberapa mobil mewah memasuki pekarangan pemakaman
Tampak para pengawal berbaris berjejer, tak berselang lama keluar Brian langsun melangkah ke pintu sebelah untuk membukakan pintu untuk istrinya
Lusi dan Brian langsung bergadneng tangan dan masuk ke dalam area pemakaman
Mama Rika dan Rika terbelalak melihat Lusi bersama seorang pemuda tampan dengan para pengawal di sekitarnya
"Dasar perempuan murahan baru saja mendapatkan harta sudah bersenang-senang dengan pemuda tampan." ucap Rika
"Iya dia pasti menyewa para pria tersebut untuk menjaganya dan pria yang bersamanya pasti adalah kekasih yang di bayar, dia pasti kaget karena menjadi kaya dalam semalam." ucap mama Rika
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1