
Coki yang matanya masih ditutup dan mulutnya di bekap hanya bisa pasrah saat beberapa orang langsung melemparkan tubuhnya ke sebuah kursi
Briana langsung masuk untuk melihat coki bersama Rama sang tangan kanan
"Buka penutup matanya." ucap Rama
Para pengawal yang menjaga coki membuka penutup mata coki, membuat coki menautkan alisnya melihat seorang pria tampan dan seorang wanita cantik berada di hadapannya
Briana melihat coki dari atas sampai bawah alisnya langsung naik saat melihat bagaimana penampilan coki dengan celana kolor pink dan jubah tidur berwarna sama, membuat Briana sakit kepala melihatnya apalagi tubuh coki tinggi kekar
Rama Langsung menarik labkban yang berada di mulut Coki langsung meringis kesakitan
"Siapa kalian apa yang kalian inginkan." tanyak coki setelah labkban di mulutnya terlepas sempurna
"Katakan di mana wanita yang kau beli semalam." tanyak Rama
__ADS_1
Coki yang melupakan keberadaan bunga langsung membulatkan matanya terkejut
"Katakan pada kami di mana wanita tersebut atau kau ingin, menderita di sini." ucap Rama
Coki yang cukup takut apalagi melihat para pengawal melihatnya dengan tatapan membunuh, membuatnya langsung mengatakan apa yang terjadi
Sementara itu di sebuah apartemen tampak, Jefri dan bunga yang sudah keluar dari hotel
"Istirahat, besok kita akan pergi menemui kakakmu." belum juga ucapan Jefri selesai pintu apartemennya di ketuk seseorang, membuat Jefri sedikit bingun apalagi ini sudah jam sebelas malam
Jefri langsung mendekati dan membuka pintu tersebut, Jefri melihat seorang wanita yang mengunakn cadar di wajahnya tapi melihat matanya yang berwarna biru sudah pasti wanita Tersebut sangatlah cantik dengan asisten dan pengawal di sekitarnya
Briana menatap Jefri dengan tatapan yang sulit di artikan, "apa kau pernah melihat wanita ini." tanyak Rama
Jefri menatap foto tersebut, matanya terbelalak saat menyadari itu adalah foto bunga dengan seorang wanita yang munkin adalah kakaknya
__ADS_1
Briana langsung masuk tak mempedulikannya Jefri yang mematung di pintu, bunga yang baru keluar dari kamar sangat terkejut saat melihat bos sang kakak, bunga langsung mendekat, "nona muda." ucapan bunga langsung mengalihkan pandangan Briana ke arah bunga
"Bunga." ucap Briana, bunga langsung berlari dan memeluk tubuh Briana yang sudah seperti kakak baginya seperti Sofi kakaknya, karena selama ini Briana yang membantu mereka
Melihat Bunga di dalam pelukannya tanpa ada yang kurang membuat, Briana sedikit bernafas lega walaupun dia tau apa yang terjadi di hotel
"Sekarang ayo ikut kakak, kakakmu sangat cemas." ucap Briana
Bunga mengaguk dan mengikuti langkah Briana
Begitu Sampai di hadapan Jefri, " jika kau memang ingin bertanggung temui Sofi dia adalah wali bunga kau bisa memintanya secara baik-baik untuk menikah denganmu, ingat jika kau melakukan sesuatu yang membuat bunga tersakiti, kau akan tau apa artinya di sakiti." ucap Briana dan berlalu pergi bersama beberapa pengawalnya
Jefri yang masih terdiam kaku di tempatnya, tak percaya apa yang telah terjadi
Jefri tersadar dan mengedarkan pandangannya untuk mencari orang yang membawa bunga tadi, karena dia baru sadar dia belum tau alamat rumah bunga, tapi saat melangkah masuk ke dalam apartemennya, matanya melihat sesuatu di meja, sebuah kartu nama atas nama Sofi ananda
__ADS_1
Jefri menutup pintu apartemennya dan langsung mengambil kartu nama tersebut, saat melihat jabatan Sofi adalah sekertaris direktur di perusahaan Guetta, perusahan terbesar di dunia membuat Jefri tertegun dia tak menyangka kakak bunga adalah sekertaris sebuah perusahan besar.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiah