
"Kami ke butik untuk membeli baju untuk acara sebentar, malam, begitu tiba di sana aku melihat sekumpulan wanita yang pernah jalan bersama Galang, aku tak sengaja menarik baju yang sama dengan salah satu wanita tersebut sehingga wanita tersebut hampir terjatuh, dan di saat akan terjatuh Galang langsung menolongnya." ucap Rika
"Terus hubungannya dengan karirmu saat ini apa." tanyak tuan Rustam
"Setelah kejadian tersebut,seseorang wanita lain datang dan bertanyak apa yang terjadi, dia memangil Galang dengan sebutan kakak, aku pun mengenalkan diriku sebagai model internasional padanya agar di kagum, tapi dia berkata ucapkan selamat tinggal pada karimu, tak berselang lama semua yang di katakanya terjadi ." ucap Rika
"Kau menyingung adik bungsu tuan Galang, apa kau tak tau bahwa adik tuan Galang adalah pemegang saham terbesar di beberapa perusahaan periklanan dan stasiun televisi yang ada di seluruh dunia,karena neneknya adalah salah satu artis yang paling terkenal di dunia saat itu." ucap tuan rustam
Membuat mama Rika dan Rika terbelalak, kenapa wanita sekaya itu memakai paken yang sangat sederhana, padahal dia bisa membeli apapun yang dia mau
"Terus apa yang akan kita lakukan aku tak mau karirku hancur." ucap Rika
"Sebentar malam kita harus berhasil menjebak Galang agar tidur dengan mu, dengan begitu, kau bisa memiliki karir dan memiliki Galang, tidak munkin adiknya akan membuat karir kakak iparnya sediri berakhir." ucap tuan rustam percaya diri
__ADS_1
"Aku setuju, ayo kita pulang dan bersiap untuk pesta sebentar malam." ucap mama Rika
Setelah mengurus administrasi ke tiga orang tersebut kembali ke rumah
Sementara itu Brian dan yang lain yang baru saja tiba di kediaman David langsing ke meja makan, karena kejadian tadi membuat mereka malas makan di luar, sementara itu Galang dan Deni langsun kembali ke kantor setelah mengatar ke empat gadis tersebut, Briana yang baru menerima telepon dari salah satu asistennya, langsung keluar untuk melihat apa yang di lakukan ke tiga wanita tersebut
Saat melihat ke ruang keluarga, Briana menepuk jidat saat ke tiga orang tersebut tertidur di sofa ruang keluarga
Setelah melihat ke tiga temannya tertidur, Briana Tersenyum penuh arti melihat Yema yang sedang tertidur pulas
Galang yang sedang berada di ruangannya, mengecek ponselnya dan melihat kiriman yang di kirim Briana, langsung tanpa pikir panjang Galang menulis Ok
Setelah menunggu beberapa menit tampak wajah puji yang sedang tertidur pulas, membuat Galang seperti orang gila senyam-senyum sendiri sambil mengelus wajah Yema yang ada di ponselnya
__ADS_1
Sementara itu Briana langsung terkekeh geli, dia tersenyum saat tau Galang langsung mentransfer uang tersebut, "dasar pria bucin." ucap Briana
Sedangkan Brayen dan Brian sedang mengatur sebuah rencana, tak berselang lama masuk Deni dan Galang
Mereka berdua melihat ke arah Brayan dan Brian dengan perasan bercampur aduk, seakan-akan ada sinyal tanda bahaya yang di keluarkan oleh tubuh mereka saat ke dua tuan mudanya menyuruh mereka menghadap bersama
"Galang apa kau dan Deni sudah menerima undangan dari tuan Rustam." tanyak Brian
" Iya kami sudah menerimanya." ucap Galang
"Baiklah kami akan memberikan kalian tugas di sana dan ingat kalian harus bekerja sama." ucap Brian
Galang dan Deni menurutkan alisnya, " tuan bukankah biasanya ada yang selalu melakukan hal-hal semacam itu ." ucap Galang
__ADS_1
"Yang aku butuhkan kalian, dan identitas mu Deni saat di sana ingat kau adalah pemilik B&B." ucap Brian.
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya