
Tampak di sebuah rumah tepatnya di kediaman need tampak Eni sedang muntah di dalam kamar mandi membuat need sedikit khawatir dengan kehamilan istrinya saat ini apalagi usia istrinya yang tidak muda lagi membuat desalan sempat khawatir untung istrinya dokter dan menjelaskan bahwa dia akan baik-baik saja
"Sayang apa kau yakin sayang kau baik-baik saja ." tanya need sambil memapah istrinya kembali ke ranjang
"Aku baik-baik saja sayang, mungkin aku sedikit kelelahan." ucap Eni yang sudah berbaring di atas ranjang
"Baiklah sayang aku percaya padamu apakah ada yang kau inginkan." tanya Need
"Aku hanya ingin kau selalu di sisiku." ucap Eni sambil memeluk tubu need
"Aku selalu ada bersamamu sayang." ucap Need
Sementara itu tampak Lusi dan Brian yang sudah berada tepat di depan restoran dengan senyuman mengembang Lusi langsung masuk ke restoran meninggalkan Brin yang baru akan keluar dari mobil
Melihat menantu pemilik restoran, manejer langsung mendekati Lusi dan menunduk hormat
"Silahkan nona." ucap manejer sambil mengiringi Lusi ke ruangan yang khusus untuk Pemiliki restoran makan
__ADS_1
Lusi hanya tersenyum dan mengangguk berjalan menuju ruangan yang telah di siapakan sementara itu tak jauh dari ruangan Lusi tampak seseorang terus melihat ke arah Lusi dengan perasaan bercampur aduk
Tak berselang lama Brian masuk menyusul istrinya membuat pria tersebut menautakan alisnya melihat ke arah mana Brian juga pergi
Tak berselang lama setelah mengantar Lusi, manejer itu pun keluar dari salah satu ruangan dengan yang private
"Maaf tuan bolehkah saya bertanya." ucap seorang pria yang tadi terus memperhatikan Lusi
"Iya maaf ada yang bisa kami bantu." ucap manejer
"Apakah anda tau wanita dan pria yang anda antar masuk ke dalam tadi." tanya pria tersebut
"Maaf bukan maksud untuk bertanya yang tidak-tidak hanya saja kebetulan saya mengenal nona Lusi dan tuan Brian jadi saya bertanya." ucap pria tersebut
Menejer tersebut menautakan alisnya lalu menatap kembali pria yang ada di hadapannya, "terus kalau sudah kenal kenapa bertanya padaku." ucap manejer bingung
"Aku hanya memastikan saja kalau itu nona Lusi dan tuan Brian." ucap pria tersebut, manajer hanya mengaguk dan berlalu begitu saja tak mengindahkan lagi perkataan pria tersebut
__ADS_1
Sementara itu pria yang sudah kembali duduk di kursinya kembali memakan makan yang dia pesan dengan berjuta pertanyaan di otaknya melihat hal tersebut
Sementara di tempat lain tampak dua orang pria sedang asyik makan bersama sambil membicarakan masalah kerja sama perusahaan
"Aku tak menyangka kau akan kembali ke kota A setelah sekian lama." ucap pria tersebut
"Kau tak tau seberapa besar perjuanganku hari ini hingga sampai di sini." ucap Steve mentap sahabat lamanya
"Ya aku melihat hal tersebut tapi aku masih tidak tau alasan mu kembali ke kota A ." tanya pria tersebut
"Baiklah karena kau sudah sangat lama mempertanyakan hal tersebut aku akan memberitahukan mu, aku melakukan semu ini demi seorang wanita yang sangat aku cintai dari dia kecil dan hingga saat ini aku masih mencintainya." ucap Steve dengan senyuman mengembang
"Wah wanita yang sangat beruntung di cintai sebesar itu oleh pria seperti mu." ucap pria tersebut
"Kau tau aku sangat merindukannya tapi aku tak tau di mana saat ini dia tinggal." ucap Steve
"Untuk orang seperti mu pasti sangat mudah menemukan identitas seseorang, kau jangan bercandaan ." ucap pria tersebut sambil tersenyum .
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan, hadiahnya