TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
106


__ADS_3

Yema yang melihat keempat orang di hadapannya tersenyum kearahnya dengan senyuman menggoda membuat Yema semakin merona di buatnya


"Kenapa kalian menatap ku seperti itu." tanya Yema


"Cie.. cie.. cie.. yang baru jadian senyum terus....." ucap Briana


Membuta Yema langsung menyembunyikan wajahnya di ke dua tangannya karena malu, sementara Galang yang terus menatap Yema dengan perasan bahagia


Deni yang melihat senyuman di wajah Galang langsung menatap curiga pada Galang, " sepertinya kau sangat bahagia." ucap Deni


Membuat Galang mengalihkan pandangannya pada Deni


"Aku sedang bahagia karena aku tadi mendapatkan mawar yang indah di taman." membuta Deni semakin curiga atas ucapan Galang


"Jangan katakan bahwa kau dan Yema sudah menjadi sepasang kekasih." tebak Deni, karena sahabatnya tersebut hanya bahagia bila menyangkut keluarga David atau Yema


Membuat Galang gela-lapan di buatnya, tapi dia bersikap seolah-olah dia tak mendengar ucapan Deni, membuat Deni langsung mengehembuska nafasnya kasar dan melihat ke arah rose, dengan dua bodyguard di sisi kanan dan kiri


Di kamar pengantin tampak Lusi sedang malu-malu meong, Brian mendekati Lusi, " kenapa sayang kok dari masuk kamar tunduk terus." tanya Brian


Lusi masih menunduk, Brian langsung mendekati istrianya lalu mengakat wajahnya "ada apa katakan padaku." ucap Brian


Dengan malu-malu Lusi berbisik di telinga Brian "tolong lepaskan yang ada di kepalaku, sedari tadi terasa berat." bisik lusi


Membuat Brayen menahan tawanya, karena istrinya ternyata menahan berat benda yang ada di kepalanya yang merupakan hiasan kepala yang Memeng cukup berat apalagi di tambah beberapa pernak-pernik dari emas dan mutiara


"Sabar sayang orang yang melepaskannya akan segera datang." ucap Brian


"Memang kau tak bisa menolong ku melepaskannya." tanya Lusi


"Kau sekarang di istana sayang semua ada aturannya." ucap Brian


Tak berselang lama beberapa pelayan senior mengetuk pintu kamar Brian, setelah pintu terbuka masuk para pelayan senior dan langsung melakukan pekerjaan mereka

__ADS_1


Lusi bernapas lega saat alat-alat yang ada di kepalanya sudah di lepas dan di bawa keluar oleh para pelayan tersebut


Aku akan ke kamar mandi terlebih dahulu." ucap Lusi melangkahkan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya


Sementara itu di aula kerajaan tampak David dan yang lain sudah berada di tempat tersebut, David melihat putra angkatannya Galang yang sedang tersenyum membuat David ikut tersenyum, baginya Galang sama dengan si kembar


Sedangkan Lewis netra matanya terus melihat Deni, entah apa yang di pikirkan nya, belum lagi dua orang pemuda yang terus melihat gerak-gerik Deni, sementara Deni tetap santai sambil melirik rose yang duduk bersama yang lain


Kini David dan Erina sudah berada di kamarnya untuk beristirahat, karena besok mereka semua akan kembali, begitupun yang lainnya


"Sayang bagaman kalau Galang mencintai seorang wanita." tanya David pada Erina yang sedang merapikan barang-barang sebelum istirahat


Erina langsung mengehentikan kegiatannya dan melihat ke arah David


"Kalau Memeng Galang mencintai wanita tersebut, aku akan selalu mendukungnya." ucap Erina tanpa beban


"Memang siapa wanita yang di cintai Galang." tanya Erina


"Bukanya Yema sudah di jodohkan oleh kakeknya dengan seorang, tapi karena ada masalah dalam keluarga tersebut sehingga anak tersebut hilang dan di gantikan oleh saudara tirinya." ucap Erina


"Justru karena itu aku sedang mencari cara agar Yema dan Galang dapat bersatu, apalagi kakek Yema sangat keras tentang hal tersebut, walaupun mereka belum mengatakan apapun pada Yema karena mereka masih mencari anak lelaki tersebut." ucap David


Erina berpikir sejenak dan kemudian menemukan ide gila


"Bagaman kalau kau membuat galang yang menjadi anak tersebut, apalagi tak ada identitas anak tersebut ataupun foto yang menurut informasi keluarga tersebut sudah habis terbakar dan yang mengetahui wajah anak tersebut hanya ibu tirinya dan pembantu saja, kita bisa memalsukan semuanya dan membuat Galang mendapatkan identitas tersebut, toh selama ini tak, ada kabar dari anak tersebut,apalagi tak ada yang tau wajah anak tersebut dengan begitu dengan mudah kita akan membuat Galang menjadi tunangan yema, sedangkan Galang kita hanya tau dia pernah di usir oleh ibu tirinya, apalagi Galang sangat tertutup mengenai identitas keluarganya dia bahkan tak mengatakan nama orang tuanya sehingga tak akan ada orang yang curiga kalau kita melakukan hal tersebut." ucap Erina


"Tapi bagaimana kita mengatakan hal tersebut pada Galang, apa dia mau menerima identitas Tersebut, sedangkan dia adalah anak yang sangat jujur." ucap David


"Kau tenang saja, aku yang akan mengurus hal tersebut." ucap Erina


Membuat David mengembangkan senyumannya, "aku akan menyuruh seseorang ke negri J untuk melakukan hal tersebut dan mencari identitas asli Galang, aku akan menghancurkan orang yang sudah menyakitinya, walaupun dia mengatakan untuk melupakannya, tapi kadang aku melihatnya melamun seolah-olah memikirkan sesuatu." ucap David , Erina menganguk setuju


Sementara di kamar need dan Eni , need menatap keluar jendela, entah apa yang ada di pikirannya saat ini

__ADS_1


Eni yang baru keluar dari kamar mandi langsung mendekati suaminya dan memerlukannya, need Tersenyum melihat kelakukan manja istrinya


"Ada apa sayang apa kau masih memikirkan Rani." tanya Eni


"Aku tak pernah berpikir hari ini akan tiba di mana Rani meninggalkan kita dan bersama dengan seorang pria membangun keluarganya sendiri." ucap need


"Kau harus bersyukur setidaknya putrimu menikah dengan keluarga mu sediri dan juga mendapatkan mertua sebaik David dan Erina serta suami yang mencintainya bahkan sejak dia masih berbentuk biji kacang." ucap Eni


"Membuat need Tersenyum, ya aku tau, walaupun Brayen sangat menyebalkan tapi cintanya untuk Rani tak di ragukan." ucap need


Eni tersenyum sumringah, karena suaminya menerima pernikahan Rani dan Brayen walaupun setengah hati masih kesal dengan Brayen


Sementara Lewis yang sedang di dalam kamar bersama Tika , sedang galau


"Ada apa sayang sepertinya sedari tadi kau sangat gelisah." tanya Tika


"Apa menurutmu rose akan lebih memilih pria yang dia sukai daripada ayahnya sendiri." tanya Lewis


Membuat Tika menatap Lewis dengan tatapan bingung, " kenapa kau bertanya seperti itu." tanya balik Tika


"Aku tadi melihat seorang pria dan wanita muda sedang berpacaran dan mereka terlihat sangat bahagia, membuatku teringat putri kita rose." ucap Lewis


"Memang apa hubungannya orang pacaran dengan Rose." tanya Tika lallod


"Aku takut putriku akan jatuh cinta pada seorang pria dan meninggalkan kita." ucap Lewis


Membuat Tika menatap Lewis dengan perasan campur aduk, apa jadinya jika dia tau nenek Desi sudah meminta Rose untuk cucunya Deni


"Tapi kan pada akhirnya rose harus menikah dengan seseorang, jadi mulai sekarang kau harus bisa melepaskan Rose." ucap bijak Tika


"Tidak aku tak akan melepaskan putriku pada pria manapun, biarkan dia tetap bersama kita." ucap Lewis yang mulai frustasi


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2