TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
224


__ADS_3

Beberapa saat kemudian Rose menggeliat Deni yang Ingin melihat istrinya terpental dan jatuh ke lantai dengan bokong mengenai lantai yang keras, Lewis dengan sengaja naik ke ranjang dan mendorong Deni dan Langsung mendekati putrinya Rose


"Sayang apa kau baik-baik saja apa ada yang sakit." tanya Lewis sambil memeluk putrinya posesif


Sementara Deni langsun mengumpat ayah mertuanya yang mendorongnya Hinga jatuh ke lantai


Rose mengeleng lalu melihat sekelilingnya, "Deni di mana." tanya Rose


Deni Langsung semangat ketika Rose mencari dirinya, "saya di sini sayang bagaman apa yang kau rasakan apakah ada yang kau inginkan." tanya Deni


Rose mengaguk lemah, "tolong masakan aku soup ayam aku ingin makan soup buatan mu." ucap Rose


Deni berdiri kaku di tempatnya mendengar permintaan istrianya, tapi saat melihat tatapan tajam Lewis membuta Deni menelan silvanya


"Baik sayang aku akan membuatkan soup yang kau inginkan." ucap Deni lalu melangkah kan kakinya ke dapur


Lewis Tersenyum puas melihat menantunya di perintahkan istrinya, "ayah ada di sini." tanya rose yang sudah menyadarkan tubuhnya di kepala ranjang

__ADS_1


"Tentu saja sayang ayah ada di sini." ucap Lewis


"Dimana mama dan nenek." tanya Rose


"Mereka keluar setelah tadi ayah datang entah ada apa tapi sepertinya ada yang sedang mereka bicarakan dengan dokter di tempat lain." ucap Lewis, Rose mengaguk mengerti


Sementara di ruangan lain tampak nenek desi dan mama Tika serta dokter yang tadi memeriksa Rose sedang berbicara


"Jadi dokter Bagaimana keadaan cucu perempuanku apa kah keadaan yang akan baik-baik saja." tanya nenek Desi


"Untuk lebih jelasnya sebaiknya rose di periksa oleh dokter kandungan dan aku akan merekomendasikan dokter kandungan yang sangat bagus." ucap dokter tersebut


"Mama apa menurut mama apa yang di katakan dokter benar bahwa sepertinya rose hamil anak kembar." tanya mama tika


"Kita akan mengetahuinya besok kita harus membawa Rose ke dokter kandungan." ucap nenek Desi, mama Tika mengaguk setuju


Tiba-tiba dari arah dapur terdengar bunyi ledakan yang cukup besar membuat nenek Desi dan mama Tika terkejut apa yang terjadi di dapur dan mereka langsung berlari menuju dapur melihat Apa yang terjadi tampak dapur sangat mengenaskan Deni yang seperti habis mandi dan panci sudah berserakan di lantai dapur seperti habis terkena banjir

__ADS_1


"Ada apa apa yang terjadi kenapa dapur jadi seperti ini kenapa kau yang ada di sini di mana para pelayan dan koki." teriak nenek Desi


"Nenek sudah Rose ingin memakan soup buatan ku jadi aku menyuruh pelayan untuk keluar dari dapur agar aku dapat membuatkan soup untuk Rose." ucap Deni


Mama Tika dan nenek Desi saling memandang mereka mengerti rose sedang ngidam ingin makna masakan Deni


"Terus apa yang terjadi kenapa semua tertumpah." tanya nenek Desi


"Aku menutup sangat rapat karena memakai panci presto agar lebih cepat tapi karena aku langsung membukanya tanpa menunggu hingga udaranya keluar dari penutupnya, aku langsung membukanya dan membuta isinya Langsung meledak keluar." ucap Deni dengan wajah sendunya


Mama Tika yang masih melihat sedikit sisa soup di dalam panci presto lalu mengambilnya dia kasihan melihat menantunya yang Sudja memasak


"Sayang sekarang duduk biar pelayan membersihkan tempat ini dan kau pergilah ganti pakaianmu


" ucap nenek Desi


"Tapi aku harus buat soup untuk Rose." ucap Deni

__ADS_1


"Ini mama Sudah mengambil soup yang berada di panci presto dan ini cukup untuk rose." ucap mama Tika.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2