
Di sebuah kamar tepatnya di kamar milik Brian tampak Rani yang terbangun Dengan sekujur badan terasa sakit semua, bahkan Rania merasakan tubuhnya seperti remuk
Rani membuka matanya dan melihat sekeliling tampak asing baginya, sedangkan Brayen yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuk di pinggangnya, nampak Tersenyum melihat Rani seperti orang yang sedang kebingungan
"Sayang kau sudah bangun." tanyak Brayen
Membuat Rani yang tadi sedang menatap sekeliling langsung mengalihkan pandangannya pada Brayen yang baru keluar dari kamar mandi
Rani merona melihat tubuh Brayen yang tampak kekar, membuat Brayen semakin Tersenyum sumringah
Brayen mendekati Rani dengan senyuman sejuta Watt, Rani langsung menarik selimut Hingga menutup seluruh tubuhnya yang polos
Brayen berjalan ke ranjang, dengan satu hentakan tangan langsung menarik selimut dari tubuh polos Rani
"Sayang kau sengaja menggodaku, dengan melakukan hal ini, kau tak perlu menggodaku, kalau di dekatmu aku selalu mudah tergoda, kau seperti iblis yang selalu ada di setiap lapisan kulitku." ucap Brayen
Membuat Rani sangat malu, saat hendak bangun dan berlari ke kamar mandi, kakinya tak mampu menopang berat tubuhnya sehingga membuat tubuhnya terjatuh di dalam pelukan Brayen
__ADS_1
"Mau main di mana, mau di ranjang apa bhtub, mencoba suasana baru." tanya Brayen
Rani memukul dada bidang Brayen, "goa masih sakit, bisik Rani dengan malu-malu
sontak saja Brayen terkekeh mendengar perkatan istrianya, Brayen mengakat tubuh Rani dan membawanya ke kamar mandi, Brayen memasukan tubuh Rani ke bhtub yang telah dia isi air dan aroma terapi
Rani tersenyum melihat suaminya yang telah menyiapkan segalanya untuknya
Saat Rani di dalam kamar mandi untuk berendam, Brayen yang telah Menganti bajunya mendapatkan telepon dari tangan kanannya di klan pelindung, wajah Brayen tiba-tiba berubah mengerikan
Sementara itu di sebuah ruangan khusus di dalam markas klan pelindung tampak seorang pemuda sedang terikat dengan wajah babak belur
"Apa papa tidak salah membeli rumah di daerah Kumu seperti ini." tanya mama Rika
"Papa juga mau rumah yang lebih baik dari ini tapi, harta kita sudah habis di rampok coki." ucap tuan rustam
Membuat mama Rika terbelalak mendengar perkatan tuan rustam
__ADS_1
"Apa maksudnya, Bagaimana bisa dia merampok kita seperti itu sedari kecil kita yang merawatnya." ucap mama Rika yang tak habis pikir dengan apa yang di lakukan oleh coki
Rika berteriak membuat ke dua orang tuanya langsun melihat Rika yang baru masuk ke rumah
"Ada apa kenapa berteriak." tanyak tuan rustam
"Kenapa rumah ini sangat jelek dan juga banyak kecoak nya." tanyak Rika, sambil melihat sekeliling rumah tersebut dengan raut wajah jijik
"Sudahlah masih bagus kita masih mempunyai rumah." ucap tuan rustam
"Aku tak mau tinggal di tempat seperti ini, aku mau ke hotel saja." ucap Rika tak tau diri
"Ingat kita sudah jatuh miskin di tambah utang kartu kredit mu yang ayah bayarkan, jadi sebaiknya kau jangan pilih-pilih mulai sekarang kau harus terbiasa, Samapi kita dapat menemukan Lusi." ucap tuan rustam
Rika mengehembuska nafasnya kasar mendengar perkatan ayahnya, Rika masuk dengan wajah di tekuk, Rika masuk ke dalam saat masuk ke dalam kamarnya, Rika kembali berteriak, membuat mama Rika langsung berlari ke dalam kamar anaknya
"Ada apa sayang kenapa berteriak lagi." tanyak mama Rika
__ADS_1
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya