TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
127


__ADS_3

Sementara itu di ruangan kerja david, tampak David habis menerima telepon dari seseorang entah apa yang di bicarakan


Sementara di ruanga si kembar tampak si kembar tak percaya apa Yang di katakan Deni tentang Galang


"Apa kalian bisa menolongku agar namaku bersih di mata rose dan yang lain." tanya Deni mencari bantuan pada si kembar


Si kembar saling pandang dan tersenyum penuh arti, "kami bisa menolong mu, kami punya buku yang berjudul perjalan menjadi playboy insaf." ucap Brian


Membuat Deni semangat, " benarkah apakah bukunya ada pada kalian." tanya Deni


"Tidak bukunya ada di perpustakaan kediaman paman Lewis." ucap Brian


"Terus bagaiman caranya kita bisa mengambil buku tersebut bila berada di kediaman Paman Lewis." tanya Deni


"Kami bisa membantumu agar kau bisa mengambil buku tersebut di perpustakaan milik paman Lewis." ucap Brayen


"Tapi kau juga harus mengambil sesuatu di dalam perpustakan tersebut." ucap Brian


Membuat Deni langsung menatap si kembar dengan tatapan yang sulit di artikan


"Memang apa yang ingin kalian ambil di dalam perpustakaan tersebut." tanya Deni

__ADS_1


"Ada sebuah kotak berwarna perak di meja dekat rak pertama, kau harus mengambilnya secara diam-diam." ucap Brayen


"Tapi kan itu mencuri aku bisa di coret dari Daftar calon mantu kalau sampai ketahuan." ucap Deni yang nampak ragu


"Itu tidak mencuri kami hanya melihat isinya dan setelah itu kau bisa mengembalikannya." ucap Brian


Kenapa tak menyuruh para pencuri yang melakukannya kita tinggal menunggu hasilnya saja." ucap Deni berpikir praktis


"Apa kau pikir rumah paman Lewis itu seperti rumah orang biasa, kalau memang se mudah itu sedari dulu kami sudah mengirimkan pencuri ke rumah paman Lewis." ucap Brayen


"Apa kau tak tau kalau paman Lewis yang menciptakan alat yang bisa mendeteksi pencurian dan alat yang bisa mengenali seseorang dalam jarak seratus meter." tanya Brian


"Jangan bilang kalian mencuri alat tersebut untuk membuat duplikatnya." ucap Deni


"Apa kau gila kami bukan menginginkan alat tapi menginginkan foto." ucap Brian keceplosan membuta Brayen menatap tajam Brian


Membuat Galang dan Deni saling menatap dan melihat si kembar


"Kami curiga di kotak itu ada sebuah foto yang tak sengaja di foto oleh paman Lewis saat kami sedang berkumpul di rumah kakek dan kami hanya ingin memastikan sesuatu mengenai foto Tersebut." ucap Brian


"Kalau hanya foto kalian bisa memintanya untuk melihatnya, kenapa harus mencurinya." tanya Deni

__ADS_1


"Sekarang kamu mau apa tidak, kita akan makan malam di rumah paman Lewis beberapa hari lagi, merayakan ulangtahun pernikahan paman Lewis dan bibi tika dan saat itu adalah waktu yang tepat untuk kau melakukan aksimu." ucap Brian


"Kok kalian bisa tau, memang kalian di undang." tanya Deni


Galang langsung menatap Deni, "memang kau tak di undang, semua orang sudah di undang termasuk keluarga mu." ucap Galang, Deni langsung mengeleng menggapai ucapan Galang


"Kau di undang hanya paman Lewis menitipkan undangannya pada kami ini." ucap Brian menyerahkan undang palsu


Benarkah aku pikir paman Lewis tak mau mengundang ku karena tau aku menyukai putrinya." ucap Deni


"Manamungkin Paman Lewis tak mengundang mu, apalagi kau punya sesuatu untuk di kerjakan di kediaman paman Lewis." ucap Brian sambil tersenyum


Sementara Galang yang mengetahui ada sesuatu yang tak beres hanya bisa melihat apa yang terjadi selanjutnya, dia bersyukur setidaknya dia aman karena tidak di suruh menemani Deni dalam melakukan kejahatan terselubung.


Sementara dori dan lori bersiap untuk ke kota, mereka akan berlibur untuk melepas kangen pada keluarga besar David


Para pria yang sudah beberapa hari mengamati dori dan lori Tersenyum karena mereka yakin pasti lori dan dori menemui anak yang mereka cari yang Sekarang telah dewasa.


Mereka tidak tau saja mereka sedang di antar oleh dori dan lori ke tempat yang mereka akan sesali telah mengabaikan perintah dori dan lori.


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2