
Pagi menjelang setelah berpikir semalaman mau tidak mau Rino harus mengatakan pada kakeknya apa yang diinginkan apalagi semalam Brayen memberikan ultimatum padanya jika dia tidak dapat membawa kakeknya ke luar negeri dan berhenti melakukan kejahatan maka Brayen akan bertindak tegas pada kakeknya
Kini Reno dan kakek sedang berada di meja makan untuk sarapan Tak ada suara hanya dentingan sendok yang berbunyi
Kakek Reno ingin membicarakan sesuatu pada Kakek kalau bisa aku ingin setelah kakek sarapan kakek bisa menemui ku di ruang kerja ucap Reno sambil meneguk air minumnya lalu melap mulutnya dan bangkit dari meja makan untuk menuju ruang kerjanya
Kakek Reno Menatap tak suka pada Reno sepertinya anak itu bertingkah berlebihan ada apa dengannya Kenapa tiba-tiba memanggilnya masuk ke ruangannya seolah-olah dia akan berbicara serius apa yang lebih serius dari rencananya untuk membalaskan dendam putrinya pikir kakek Reno
Reno masuk ke dalam ruangannya dan langsung duduk di sofa dia menatap semua yang berada di ruangannya kemudian tatapannya beralih ke sebuah foto di mana foto ibunya tampak tersenyum dengan sang ayah
Kakek Reno walaupun kesal pada cucunya itu tetap saja mengikuti apa yang di katakan cucunya dia tetap masuk ke dalam ruangan Reno dia juga penasaran apa yang akan dikatakan Reno
__ADS_1
Melihat kakeknya Sudah masuk di dalam ruangannya Lenovo mengalihkan pandangannya pada sang kakek yang kini telah duduk di hadapannya
"Cepat katakan apakah apa yang ingin kau katakan pada kakek, kekek tidak punya waktu kakek sedang mengerjakan sesuatu saat ini." ucap kakek Reno sinis
Reno menatap tak suka pada ucapan kakeknya Reno tahu pasti kakeknya sedang merencanakan
"Hentikan yang semua kakek lakukan dan sebaiknya kita kembali ke luar negeri Aku tak ingin lagi kakek rencana untuk membalas dendam pada keluarga kerajaan benua." ucap Rino to the point
Di sebuah markas tampak Brayen dan Brian dan juga Reva serta Galang sedang Deni berada di perusahaan mereka berempat tampak sedang berdiskusi "sebaiknya kita segera melakukan kan rencana kita Tuan takutnya kakek Rino akan membuat pernikahan Raja Bastian dan juga Nona Yena berantakan." ucap Reva
"Ucapan Reva benar aku tidak mau pernikahan adikku rusak hanya gara-gara si tua bangka itu aku ingin kita segera menghancurkan markas yang dia telah bangun diam-diam tanpa sepengetahuan Rino dan kita segera menangkapnya." ucap Galang teringat pada adiknya Bastian dan adik iparnya Yena
__ADS_1
Brayen menatap satu persatu wajah di dalam ruangan tersebut kemudian terdiam sejenak dia juga sudah mengatakan pada Reno apa yang akan dilakukannya dan berniat memberikan Reno sedikit waktu tapi dia sepertinya berubah pikiran dia harus melakukan tindakan pencegahan apa lagi minggu depan adalah pesta pernikahan Bastian membuat Brayen berpikir Sudah saatnya dia bertindak
Brayen menatap saudaranya Brian yang hanya dia menyaksikan ketiga orang di hadapannya berinteraksi "Brian menurutmu apakah ini waktu yang tepat untuk kita melakukan aksi kita ada atau tanpa persetujuan Rino." tanya Brayen.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
Makasih buat pembacaku maaf kadang tidak up atau kadang hanya satu atau dua bab saja, karena cuaca buruk membuat Arturo kadang kurang sehat apalagi jaringan timbul tenggelam seperti pembaca yang hanya timbul membaca tapi tengelam saat memberikan like dan komen
Semoga sehat selalu hanya rezeki untuk para pembaca
Buah manggis buah mentimun kalau boleh Arturo minta senyum manis di pagi hari hai pembaca yang manis.
__ADS_1