TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
156


__ADS_3

Nenek Desi menatap intens suaminya yang sudah berjalan menuju kamar mereka, nenek Desi teringat ponselnya


Nenek Desi langsung berlari melewati suaminya dan masuk mengambil ponselnya yang masih terhubung lalu mematikan ponselnya


Nenek Anita dan nenek Elisa yang masih video call bingun dengan tingkah nenek Desi


"Jangan-jangan ." ucapan nenek Anita terhenti saat nenek Elisa mengaguk setuju, kemudian mereka tertawa terbahak-bahak bersama sambil berpamitan mengahiri video call mereka


Sementara di kamar nenek Desi perasanya sedang bercampur aduk, apalagi melihat suaminya yang langsung masuk untuk memebersihkan dirinya di dalam kamar mandi


Nenek Desi mengumpat karena lupa untuk membuang Sisa minuman yang dia siapakan untuk Deni dan rose agar proses pembuatan cicitnya berjalan lancar


Nenek Desi menegang saat merasakan tubuhnya di peluk dari belakang apa lagi pesawat milik suaminya sudah menusuk ingin lepas landas membuay nenek Desi Merasakan perasan was-was


Tanpa kata suaminya langsung mengakat tubuh nenek Desi dan langsung membawa ke tempat peraduan mereka


Sementara di sebuah markas yang baru di bangunan tampak Rino sedang duduk santai sambil melihat berkas istana Benua Rino menautkan alisnya karena tak ada berkas yang lain termasuk ayah dari raja Bastian


"Apa maksudnya semua ini kenapa identitas ayah raja tak ada dan juga saudaranya hanya di jelaskan raja Bastian mempunyai saudara kembar perempuan dan kakak kembar laki-laki." tanya Rino

__ADS_1


"Maaf tuan muda tapi tak ada yang tau tentang identitas ayah kandung Baginda raja dan juga saudaranya yang lain bahkan saya menyewa orang dalam untuk informasi tersebut tapi tak ada yang di dapat." ucap pria tersebut


"Kalian ini Memeng bodoh bagaimana kita mengetahui kekuatan mereka kalau kita tak mengetahui tentang musuh kita." ucap Rino


"Maaf tuan muda saya akan lebih teliti dan berusaha mengumpulkan informasi tersebut." ucap pria tersebut dan berlalu pergi


Rino menghembuskan nafasnya kasar dia sangat marah karena tak ada yang mengetahui mengenai keluarga kerjaan


"Apa aku harus turun tangan sediri masuk ke dalam istana, tapi kenapa Kakek juga tak mengetahui mengenai ayah dari raja Bastian ." ucap Rino dengan berjuta tanya di benaknya


"Sementara di belahan bumi yang lain tampak seorang pria sedang berbicara dengan beberapa bawahannya, apa kalian belum menemukan sumur minyak tersebut." tanya pria yang bernama Gerdon


"Belum tuan muda, tapi tuan apa benar tentang keberadaan sumur tersebut, kami sudah mencari berdasarkan peta yang tuan berikan tapi kami tak dapat menemukannya." ucap salah satu pria tersebut


"Tuan bagaman orang yang akan meracuni raja, bukanya ini sudah satu Minggu dan raja belum meninggal dan bahkan sekarang jejaknya juga hilang." ya kau benar aku hampir melupakannya


"Maaf tuan muda tapi kami belum menemukan kabar mengenai pria tersebut ." ucap asisten pria tersebut yang bernama Risi


"Ini sudah satu Minggu setelah kehilangan dirinya dan bagaman markas yang kalian bangun di delta istana." tanya Gerdon

__ADS_1


"Markas sudah siap dan pria tersebut benar-benar bagai di telan bumi, bahkan tak pernah ada yang melihatnya." ucap Risi


"Apa kau sudah menemukan informasi tentang putri kerajaan Benua." tanya Gerdon


"Maaf tuan muda tapi tak ada yang bisa kami temukan, bahkan saya sudah menyewa detektif untuk mencari tau tentang putri kerajaan benua tapi nihil." ucap Risi


"Bagaman bisa tak ada identitas apapun yang bisa kalian temukan, apa sebenarnya yang kalian lakukan sampai identitas saja kalian tak bisa menemukannya." ucap marah Gerdon


"Maaf tuan muda kami benar-benar kesulitan dalam mencari informasi tersebut." ucap Risi


"Apa mungkin putri cacat atau jelek sehingga mereka menyembunyikannya." tanya Gerdon


Sontak saja ucap Gerdon membuta Risi tak tau harus berkata apa, "tapi menurut laporan putri tidak cacat." ucap Risi


"Kalau begitu dia pasti sangat jelek sehingga pihak istana menyembunyikannya itu akan menjadi hal mudah untuk membuta dia mau menikah denganku dengan wajah tampanku ini." ucap Gerdon dengan pedenya


Semua orang yang berada di ruangan tersebut hanya mengangguk setuju tak ada yang berani membantah.


Sedangkan di kediaman keluarga besar Deni, tampak sepasang suami-istri sedang berpelukan di atas ranjang mereka, setelah semalaman melakukan aksi di atas ranjang.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2