TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
13


__ADS_3

"tentu saja papa akan melakukannya untuk mu,tapi kita harus mendapatkan Lusi agar papa bisa mendapatkan investasi dari pak Burhan,kalau tidak kita bisa jatuh miskin," ucap tuan rustam


"apa papa sudah mengerahkan semua orang suruhan papa," tanyak mama Rika


"sudah tapi setelah tiga hari mencari mereka sama sekali tak menemukan jejak tentang Lusi ," ucap tuan rustam


"kenapa papa tidak melapor ke polisi saja ," tanya Rika


"apa kau gila kita akan ketahuan selalu menyiksanya dan itu bisa membuat kita di penjara ," ucap tuan rustam


Rika hanya mengangguk mengerti


setelah makan mereka bertiga langsung keluar dari restoran tersebut dan kembali ke rumah


sedangkan seorang pria yang sedang duduk tak jauh dari mereka hanya bisa tersenyum miris melihat ke tiga orang tersebut yang tidak tau siapa yang akan mereka hadapi.


seorang kesatria berkuda putih bagi wanita yang di cintainya, malaikat bagi keluarganya,dermawan bagi orang miskin,setan kuadrat bagi musuhnya


pria tersebut begidik ngeri kalau mengingat bagaman kelakuan tuan mudanya menghukum orang-orang yang membuatnya marah


Brian yang baru saja kembali,dari markas mereka langsung tersenyum melihat Lusi yang tengah menyiapkan makan siang


Lusi yang tak menyadari keberadaan Brian asyik benyanyi sambil memasak

__ADS_1


"kekasihku mendekat padaku kali ini sejarah kita berdua telah lama di sini andai saja aku pengantinku


bahagia pasti ku di hati rangkul aku bersamamu malam ini milik berdua....lagu Lusi terhenti saat berbalik melihat Brian tepat di hadapannya


spontan Lusi mundur dan hampir terjatuh, untung saja Brian dengan gerakan cepat merangkul pinggang Lusi


mereka saling menatap dengan jantung yang berdetak kencang......deg deg deg suara jantung ke duanya


wah kalian sungguh pasang serasi,masuk sang pengacau momen tersebut,siapa lagi kalau bukan orang yang lagi LDR


Lusi langsung terbelalak saat melihat ada dua orang dengan wajah yang sama


"hai kenalkan aku Brayen kakak kembar Brian ," ucap Brayen yang merasa kesepian di sebelah jadi datang mengangu sang adik


"kenapa kau menjadi kejam begini ," adik ipar tolong aku


blush kedua pipi Lusi langsung merona saat Brayen memangilnya adik ipar


"wah adik ipar semakin cantik saat malu," ucap Brayen


membuat Lusi langsung bersembunyi di belakang Brian


Brian Tersenyum tipis melihat kelakukan Lusi

__ADS_1


"aku lapar boleh aku ikut makan bersama kalian," tanya Brayen


"Lusi hanya memasak untuk dua orang saja sebaiknya kau kembali ke sebelah dan beli makanan sediri," ucap Brian


"adik ipar apa kau tega membiarkan kakak ipar mu kelaparan ," ucap Brayen dengan wajah sendu


"biarkan dia makan,aku masak lebih ," ucap Lusi dari belakang punggung Brian


"nanati dia akan terus kemari bila sudah merasakan masakan mu," ucap Brian


Brayen yang melihat Lusi dan Brian yang saling berbisik, langsung duduk di meja makan dan memakan makan yang kelihatan sangat lezat, ternyata rasanya mirip makan sang mama,pantas saja Brian menyukai gadis tersebut selain cantik dia juga pandai memasak


karena keasikan berbisik Lusi dan Brian tak menyadari makan di meja makan sudah habis di makan Brayen tanpa perasan


"baiklah kau boleh makna di sini," ucap Brian yang belum membalikan tubuhnya


begitu dia berbalik Brian sangat kesal ternyata sedari tadi Brayen sudah melahap semua makanan di atas meja


"dasar bule perut karet," ucap Brian yang melihat makanan di meja makan sudah habis tak tersisa


"makasih adik ipar mulai sekarang aku akan makan di sini ," ucap Brayen lalu pergi


Brian mendengus sebal pada Brayen ,Lusi hanya tertawa melihat kelakuan kedua sodara tersebut.

__ADS_1


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2