TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
167


__ADS_3

Brian dan Lusi kembali ke kamar mereka untuk beristirahat


Sedangkan di kediaman nenek Desi tampak Deni dan rose yang berada di meja makan menunggu kakek dan nenek Desi


Deni menautakan alisnya saat melihat nenek Desi yang berusaha berjalan seperti biasa tapi tampaknya semua itu di amati oleh Deni


"Aku dengar nenek sakit apakah nenek habis terjatuh." tanya Deni karena berpikir mungkin saja neneknya jatuh dari atas ranjang


Tanya Deni karena nenek Desi berjalan Menahan rasa sakit di pinggangnya walaupun tak sesakit tadi siang


"Aku tak sengaja terjatuh dari ranjang dan di tindih karpet premium asli luar negri." ucap asal nenek Desi


Membuat kakek Deni terbatuk-batuk mendengar ucapan istrinya


Sedangkan Deni menatap bingung neneknya. " sejak kapan nenek mempunyai karpet dalam kamar nenek." tanya Deni


"Oh sejak semalam hadiah dari kakek mu." ucapa nenek Desi

__ADS_1


"Kakek ini ada-ada saja memberikan hadiah karpet pada nenek apalagi karpet tersebut membuat nenek menderita." ucap Deni


"Itu adalah karpet yang sudah di pesan nenek mu kualitas premium dengan brend no satu." ucap kakek Deni asal


"Apakah karpetnya sebagus itu kakek Rosa jadi Ingin melihatnya." ucap rose antusias, Deni ikut mengaguk


Nenek Desi dan kakek Deni saling memandang, Mereka bingung harus mengatakan apa pada cucu dan cucu menantunya


"Sudahlah jangan membahas Maslah karpet, oh iya sayang kapan kau akan menemui ke dua orang tua mu dan adikmu." tanya kakek Deni mengalihkan pembicaraan


Deni diam sesaat, sepertinya sedang memikirkan sesuatu, "aku akan bulan madu sekalian berkunjung ke sana." putus deni, membuat Rose langsung menatap Deni


"Mereka berada di kota J, Mereka menetap di sana sejak mama melahirkan." ucap Deni, rose hanya mengaguk tanda mengerti


Sedangkan Galang yang berada di kediaman desalan tampak sedang menatap Yema dengan penuh cinta sedangkan desalan menatap Galang dengan tatapan curiga entah apa yang ada di benak Desalan tapi jujur saja dia khawatir putrinya di sakiti oleh pria, cukup dirinya yang pernah merasakan hal tersebut......cie cie cie yang pernah jadi Tante alien


Sedangkan seluruh keluarga sangat antusias menerima Galang apalagi kakek Yema, Galang bahkan menjadi cucu kesayangan kakek Yema

__ADS_1


Desalan hanya mengehembuska nafasnya kasar saat semua perhatian tertuju pada Galang


"Sayang apa kau mau tambahan lauk." tanya indah


Desalan langsung tersenyum dan mengangguk, tapi ternyata panggilan sayang Tersebut bukan untuk dirinya tapi untuk menantu barunya yang sudah menjadi kesayangan istrinya


Indah langsung mengambil kan apa yang di inginkan Galang, seperti seorang ibu kandung yang sangat mencintai putranya


Desalan menatap tajam adegan demi adegan tersebut yang membuatnya sangat kesal, baru sehari jadi menantu Galang sudah merebut putrinya, ayahnya dan sekarang istrinya


Galang yang melihat desalan terus menatapnya langsung berinisiatif bertanya, " ayah mau mau lauk ini." tanya Galang memberi perhatian pada sang ayah mertua yang kurang perhatian akibat kehadirannya


Semua orang memuji Galang menantu yang baik dan perhatian pada mertuanya


Tapi bagi Desalan semua itu semakin membuatnya kesal, karena semua yang di lakukan Desalan selalu mendapatkan dukungan dan pujian


"Terima kasih aku hanya sedang Ingin makan hati." ucap Desalan dengan wajah kesalnya

__ADS_1


"Oh ayah mau makan hati." nanati besok mama buat kan." ucap indah, Desalan langsung menatap istrinya dengan tatapan yang sulit di artikan, kenapa tak ada yang menyadari saat ini dirinya sedang tersiksa batin pikir Desalan.


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2