TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
35


__ADS_3

setelah drama mengenai Deni yang di tahan lantas dan berakhir naik ojek untuk ke kediaman David


ke enam orang tersebut langsung naik ke Kendaraan yang akan mereka bawa untuk berjalan-jalan


Deni dan Galang sudah berada di kursi depan dengan Galang yang mengemudi dan Deni yang berada di sampingnya,di belakang semua tampak pada posisi masing-masing


tampak Galang terus melihat Yema dari kaca dasbor depan apalagi Yema duduk di belakang kursi sopir


sedang Deni langsung melirik rose yang sedang fokus dengan ponselnya sepertinya dia sedang serius menulis sesuatu


di apotik milik Brian tampak Lusi sedang bekerja,masuk seorang pria muda, saat melihat Lusi dia sangat terkejut


"Lusi......" pangil pria tersebut,Lusi yang tadinya sedang menunduk membaca sesuatu langsung mendongak melihat pria tersebut


Lusi menautkan ke dua alisnya, bingung menatap pria di hadapannya , sementara para pekerja yang merupakan pengawal Brian sudah bersiap melindungi sang nyonya


"apa kau tak mengenalku." tanyak pria tersebut...,Lusi langsung mengeleng kepala


"kau pasti sudah lupa aku Jefri." ucap pria tersebut


"maaf aku tidak mengenal mu ." ucap Lusi karena memang dia tidak kenal


"bagaiman munkin aku adalah teman Rika, dan aku selalu menitipkan hadiah untuk mu kepada Rika dan dia mengatakan kau selalu bahagia menerima hadiah ku." ucapan pria tersebut membuat Lusi semakin bingung


"maaf aku tak pernah menerima apapun dari Rika dan aku benar-benar tak mengenal Anda." ucap Lusi

__ADS_1


"terus yang selama ini mengakat dan membalas pesanku siapa." tanyak pria tersebut sambil mengeluarkan ponselnya yang berisi pesan antara dia dan Lusi


"aku baru punya ponsel satu Minggu yang lalu." ucap Lusi Dengan polosnya


pria tersebut langsung menatap ponsel di tangannya dengan perasan campur aduk ,pria tersebut langsung menelepon nomor tersebut.


di tempat lain tampak Rika sedang mengendarai mobil hendak ke pusat perbelanjaan,tak berselang lama ponselnya berbunyi..." ATM berjalan ku menelepon." ucap Rika kegirangan


Rika


halo sayang


Jefri


halo sedang di mana


Rika


Jefri


oh iya ambil aja nanti duitnya aku transfer


Rika


maksih sayang

__ADS_1


Tut Tut Tut Tut telepon terputus


Jefri menatap tak percaya pada ponselnya dia sangat emosi ,kemudian melihat ke arah Lusi


"maafkan aku sepertinya terjadi kesalahpahaman,ada orang yang mengunakan namamu untuk mendapatkan keuntungan." ucap pria tersebut dengan menhan emosi di dadanya,karena berbulan-bulan dia di peras dan di tipu oleh Rika


Lusi hanya memandang pria tersebut Tampa berniat berbicara apapun


"bolehkah aku meminta nomor ponselmu." tanyak pria tersebut,semua pengawal Brian menoleh ke arah Lusi sambil menggeleng


Lusi Tersenyum kiku "maaf tuan saya tak memberi no pada sembarang orang apalagi orang tersebut Tidak saya kenal." ucapan Lusi membuat para pengawal bernapas lega


"baiklah kita akan mulai berkenalan,kenalkan namaku Jefri." ucap Jefri sambil menyodorkan tangannya


dari arah samping seorang pria meraih tangan Jefri...." senang berkenalan dengan anda." ucap Brian dengan wajah datarnya,Brian sangat kesal ketika mendapatkan laporan dari salah satu dari salah satu pengawalnya bahwa seorang pria mengajak Lusi berkenalan


"maaf anda siapa." tanyak Jefri menatap tak suka pada Brian


"saya pemilik apotek ini,silahkan keluar dari apaotik saya bila tak ingin membeli sesuatu ." ucapan Brian membuat Jefri tersulit emosi


"apa kau,aku dengan mudah dapat membeli tempat ini bahkan,dengan dirimu." ucap Jefri lantang


"aku ingin melihat kau membeli tempat ini dan membeli diriku,tapi sebelum itu silahkan keluar dari ini." usir Brian


dengan kesal Jefri keluar dari apotik tersebut sambil mengepalkan tangannya

__ADS_1


"kau.....,kau di sini untuk bekerja,bukan untuk menggoda pria." ucap Brian saat Jefri Sudja menghilang di balik pintu.


jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2