
"Apa mama sedang sakit." tanyak ayah Jefri, mama Jefri melotot melihat suami dan anaknya yang berpikir dirinya sakit
"Apa kalian sudah gila mengatakan aku sakit, kalian mendoakan agar aku sakit." tanyak mama Jefri
"Tidak mama kan tidak menyukai kekasih Jefri tapi tiba-tiba, mama ini Dengan semangat ingin menemuinya dan bahkan mulut mama sangat manis semanis madu." ucap jefri
Mama Jefri memutar bola matanya malas melihat suami dan anaknya
"Sudah sebaiknya kalian bersikap lebih sopan." ucap mama Jefri membuat Jefri dan ayahnya semakin merinding
Sofi turun bersama bunga yang tampak sangat cantik dan menawan, membuat mama Jefri berbinar melihat
Sofi dan bunga langsung duduk di hadapan keluarga Jefri, "wah calon mantuku ternyata sangat cantik."puji mama Jefri
Wajah bunga merona mendengar pujian mama Jefri, "Tante sangat cantik.' ucap bunga memuji mama Jefri
"Kok masih pangil Tante, mama dong." ucap mama Jefri
Membuat Jefri yang mendengar semua ucapan mamanya, mengaga tak percaya atas apa yang terjadi
"Bagaiman kalau kita langsung saja pada intinya." ucap mama Jefri
Membuat Sofi dan bunga mengaguk setuju
"Baiklah aku yakin Jefri sudah mengatakan maksud kedatangan kami untuk melamar bunga menjadi menantu di rumah kami." ucap mama Jefri
"Aku sebagai pengantin orang tua bunga merasa sangat bahagia jika bisa mendapatkan keluar yang seperti keluarga anda." ucap Sofi tulus
"Aku yang beruntung akan mendapatkan menantu yang sangat baik dan juga cantik." ucap mama Jefri
__ADS_1
Sofi langsung tersenyum, "biar adikku saja yang menjawabnya." ucap Sofi
Bunga dengan wajah merona mengaguk, tanda setuju, membuat semua orang tersenyum bahagia
"Baiklah mari kita makan bersama." ucap Sofi
Semua bangkit menuju meja makan dengan senyum di wajah mereka
Setelah makan keluarga Jefri kembali ke rumah mereka
Sampai di kediaman keluarga Jefri, mereka duduk di ruang tamu, "mama bolehkah aku tau kenapa mama langsung setuju, aku menikah dengan bunga." tanyak Jefri penasaran, begitupun ayah Jefri
"Apa kalian ingat pada saat kau pernah hampir di rampok oleh beberapa preman di jalan tiga tahun yang lalu." tanyak mama Jefri
Ayah dan anak itu mengaguk
Sofi adalah wanita yang menyelamatkan mama dari para rampok Tersebut dan membawa mama ke rumahannya untuk beristirahat karena saat itu mama masih shock dan ponsel mama hilang, saat itu aku hanya tau Sofi mempunyai seorang adik tapi aku tak tau namanya bunga
"Ibu mengingat hal tersebut saat mobil Melewati jalan ke rumah Sofi dan berhenti tepat di depan rumah Sofi, membuat mama kembali mengingat kejadian tersebut, sehingga mama merasa Tuhan Sudah menentukan cara terbaik untuk membalas kebaikan Sofi, karena kalau Sofi tak menyelamatkan ku malam itu, ibu tak akan bersama kalian lagi." ucap mama Jefri
"Ternyata keluarga kita berutang Budi dengan mereka, sebenarnya ada satu rahasia mengapa aku harus secepatnya menikahi bunga." ucap Jefri tertunduk
Ke dua orang tua Jefri menatap Jefri dengan tatapan yang sulit di artikan
"Apa maksud perkatan mu, sebenarnya apa yang telah kau lakukan." tanyak mama Jefri
"Aku memperkosa bunga dengan sengaja." ucap Jefri membuat mama Jefri geram
Plak satu tamparan mendarat mulus di pipi mulus Jefri
__ADS_1
"Dasar anak kurang ajar beraninya kau melakukan perbuatan keji terhadap bunga." ucap mama Jefri penuh emosi
"Maaf mama aku khilaf." ucap Jefri
"Sudah mama yang penting anak kita mau bertanggungjawab bunga." ucap ayah Jefri
Membuat mama Jefri menarik nafas panjang dan dalam
"Apa kau sudah mengurus pernikahanmu besok pagi." tanyak ayah Jefri
"Semua sudah beres." ucap Jefri
"Masuklah kau harus beristirahat, besok kau akan menikah." ucap ayah Jefri
"Sudahlah sayang yang penting saat ini anak kita akan bertanggungjawab dengan menikahi bunga." ucap ayah Jefri, mama Jefri mengguk setuju
*
*
*
Pagi hari Jefri dan keluarga bersiap ke rumah Sofi untuk melangsungkan acara pernikahan Sofi di yang di wakili oleh wali hakim
Dari dalam tempat acara ijab kabul terdengar suara penghulu
Sah
Sah
__ADS_1
Sah
Pernikahan bunga dan Jefri berlangsung dengan lancar, Minggu depan akan di laksanakan acar pernikah di sebuah hotel ternama, tapi karena Briana sudah memberikan hadiah yaitu dengan menanggung semua acara pernikahan bunga jadi hotel yang di gunakan adalah salah satu hotel Briana, membuat ke dua orang tua Jefri cukup terkejut karena hotel tersebut hanya mampu di sewa oleh pengusahaan kalangan atas saja .