
Setelan dari rumah sakit Erina langsung kembali ke kediamannya, sedangkan Galang kembali ke perusahan
Sedangkan Helena dan Naim sangat bahagia, mereka seperti mendapatkan durian runtuh sehingga tak memikirkan tentang putranya yang masih dalam keadan tak sadarkan diri dan Galang yang wajahnya mirip dengan almarhum suaminya dulu
"Sayang ternyata kita sangat beruntung pindah di kota A, buktinya belum satu hari kita berada di kota ini kita sudah mendapatkan uang dan perhiasan yang banyak." ucap Helena
"Iya aku juga merasa kalau kita akan mempunyai masa depan tinggal di kota ini." ucap Naim
Mereka larut dalam suka cita karena telah mendapatkan harta dan uang yang banyak
"Sayang di mana kita akan menyimpan semua ini." tanya Helena
"Sebaiknya kita menyimpannya di brangkas dalam hotel." ucap Naim
Helena dan Naim langsung membawa brangkas tersebut ke hotel yang mereka tempati, anak buah David terus mengawasi apa yang mereka lakukan
Setelah itu mereka kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi putra semata wayangnya
__ADS_1
Sedangkan David yang masih berada di restoran sedang santap siang bersama dengan agenda selanjutan yaitu menelepon Eni dan mengatakan hal yang sesungguhnya dengan perjanjian need tak akan menggangu rumah tangga Brayen dan Rani atau ikut campur dalam hubungan rumah tangga mereka, dengan terpaksa need setuju atas persyaratan David
David menelepon Eni dan menjelaskan yang terjadi, Eni langsung saja perca semua ucapan David, membuat need merasa di anak tiri kan, bagaman bisa dia berbicara yang sama dengan yang di ucapakan David tapi Eni tak percaya, sedangkan David dengan kata yang sama dan lebih singkat Eni langsung percaya , sungguh need tak habis pikir apa isi otak Eni
Para orang tua tersebut kembali ke peraduan mereka masing-masing setelah makan gratis
Erina yang sedang menunggu David pulang, langsung menyebut David yang tersenyum seraya merangkul istrianya masuk ke dalam kamar mereka
"Bagaman makan siang kalian." tanya Erina
"Semua berjalan lancar, dan bagamana pertemuan mu dengan ibu tiri Galang." tanya David
David hanya tersenyum melihat istrinya, berceloteh tak jelas
"Aku mau mandi dulu." ucap David
"Aku sudah menyiapkan air hangat untukmu." ucap Erina manja
__ADS_1
Membuat David gemas sendiri melihat tingkah istrinya, David langsung melangkah masuk ke dalam kamar mandi, setelah beberapa menit David keluar di sambut oleh Erina dengan tatapan menggoda dan pakaian yang bisa membuta belut listrik langsung tegangan di tempat
"Sambutan yang luar bisa sejak kapan istriku jadi sangat pengertian." ucap David sambil berjalan mendekati istrinya yang berada di ranjang
Erina tersenyum malu, " sepertinya goa love sudah mulai rindu pemiliknya." ucap Erina dengan wajah merona, membuat belut listrik langsung tancap gas no no rem lagi
Di perusahan B&B tampak Brian dan Brayen sedang membicarakan masalah yang sangat serius hingga Brian tak mendengar telepon dari istrianya
Suara ketukan pintu mengehentikan percakapan mereka berdua tampak Galang datang dengan wajah yang sumringah karena masalahnya teratasi
"Gak usah Banga Maslaah teratasi Karen bantuan mama." ucap sinis Brayen
"Iri ngomong aja." ucap Galang dengan tengilnya
Ponsel Galang berbunyi tampak panggilan dari Lusi, "tuan muda istrimu telepon." ucap Galang membuat Brian langsun mengambil ponsel Galang
Setelah mengangkat telepon Luis, Brian langsung bangkit dan mengambil jas miliknya, lalu merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya
__ADS_1
Brian menelepon Lusi tapi saat akan bicara tiba-tiba Lusi berteriak, dengan suara benda yang jatuh,membuta Brian tampak panik
jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya