TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
171


__ADS_3

"Ayah." ucap Brayen dan Brian saat David hendak mendekati mereka


"ya ayah juga kesini untuk memancing memancing dua orang yang telah membuat tidur ayah terganggu dan membuat ayah harus menunda untuk memiliki adik untuk kalian." ucap David yang selalu kecoplosan saat marah


Brian dan Brayen saling menatap saat mendengar ucapan ayah mereka, tampaknya mereka bingung dengan kata-kata ayahnya


"Apa kalian sudah tahu apa kesalahan kalian tanya David, keduanya spontan mengangguk karena mengingat apa yang telah mereka lakukan sehingga mereka lupa waktu


"Baiklah kalian harus menerima hukuman dari ayah sebelum kalian dihukum oleh istri kalian berdua, ayah sampai lupa kalau ibumu Kalian menunggu kalian besok pagi." ucap David sambil tersenyum mengejek pada ke dua putranya


sekarang laksanakan ucap David serentak para mengikat si kembar Brayen, Brian dan Revan yang pasarah


"Ayah kenapa mengikat kami Apa yang akan ayah lakukan untuk menghukum kami." teriak Brayen dan Brian


"Ayah ini memancing tapi sekali-sekali memakai umpan anak ayah agar mereka tahu bagaimana jika ditarik ulur dan kadang di lupakan." ucap David yang cukup kesal dengan putranya yang melupakan istrinya kalau sampai cucunya ileran bagaman kan tak lucu cucu seorang David Guetta ileran dan yang mengakibatkan hal tersebut terjadi adalah ke dua orang yang sekarang ada di hadapannya

__ADS_1


Setelah memancing dengan umpan tubuh ke dua putranya David langsung pulang bersama kedua putranya


Erina sudah menunggu di rumah bersama kedua menantunya setelah need yang tak bisa membuat Rani berhenti menangis langsing membawa Rani ke kediaman keluarga David


Tampak Bryan dan Bryan yang masuk ke dalam rumah dengan wajah tertunduk dengan pakaian berbeda serta pesanan istri mereka di tangan masing-masing


Erina menatap tajam kedua putranya sedangkan para istri menatap penuh tanda tanya kepada suami mereka masing apalagi pakain keduanya kini berbeda


Pemikiran negatif mulai muncul di kedua kepala wanita hamil tersebut, penampilan suami mereka yang memakai pakaian berbeda seperti saat mereka keluar dari rumah semalam


Sedangkan brayen hanya dapat menatap istrinya dengan penuh tanda tanya karena belum sadar bahwa sekarang pakaiannya telah berubah


"Masuklah ke kamar kalian masing-masing dan bicarakan ini bersama-sama, ayah dan ibu akan masuk kamar terlebih dahulu." ucap Erina yang tak mau menegur ke dua putranya di hadapan menantunya


Brian dan brayen memberikan pada pelayan apa yang ada di tangan mereka untuk di siapakan untuk mereka oleh

__ADS_1


Lusi langsung bangkit menuju kamar tidur mereka di ikuti Brian di belakangnya, begitupun Brayen dan Rani mereka langsung menuju kamar Mereka


Lusi langsung duduk di sofa tanpa mempedulikan keberadaan Brian yang berada di dekatnya


Brian yang tau salah, "maaf sayang aku tadi membantu Brayen untuk memancing ikan di tengah laut Rani sedang ngidam Inging makan ikan yang di pancing oleh Brayen." ucap Brian memberi alasan benar walaupun ada sedikit kebohongan


Lusi sangat terkejut saat tau kakak iparnya hamil, "benarkah jadi kau pulang terlambat karena membatu Brayen menangkap ikan itulah kenapa kau mandi di luar." ucap Lusi dengan berbagai pemikiran positifnya dan perasan bahagia setelah mendengar perkatan Brian


"Benar sayang bahkan aku selalu mengingatmu saat membatu Brayen memancing." ucap Brian bohong


"Baiklah apa kau mendapatkan kepala daging sapi muda." tanya Lusi


Brian mengaguk dengan senyuman di bibirnya Memeng istrinya ini sangat pengertian, " ayo aku akan membuatkan rendang untuk mu ajak Brian." membuat Lusi mengaguk dan mengikuti suaminya keluar kamar menuju dapur


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2