
"Dasar menantu kurang ajar, tak ada akhlak, licik aku akan mencekik lehernya, aku menyumpahinya mempunya anak kembar perempuan." ucap Need segera bangkit
Tapi david, deslan dan Lewis langsung menahan Need
"Lepaskan aku, aku akan menghajar bocah tak ada akhlak itu, beraninya dia menjebak ku untuk ke dua kalinya ." ucap Need
"Tenang kau jangan terlalu emosi, kau bisa terkena serangan jantung sebaiknya kau minum air putih dulu, ucap David sambil menyerahkan air putih pada Need
Need Langsung meminum air putih tersebut Hinga tandas
Tapi tiba-tiba Need merasa kepalanya sedikit pusing dan pandangannya kabur tiba-tiba Need jadi tak sadarkan diri
Membuat Lewis dan deslan langsung menatap David, "kenapa kau membuatnya pingsan." tanya Lewis
"Aku takut dia akan terkena serangan jantung setelah bertemu putraku apalagi saat ini Eni sedang hamil kalian mau, kalau bayi Eni lahir tanpa ayah, jadi aku memberikannya obat penenang seperti pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati." ucap David Lewis dan Desalan hanya mengangguk setuju
Di tempat lain tampak Brayen merasa telinganya gatal "apa ada yang sedang memakiku namaku." ucap Brayan sambil melihat istrinya Rani
"Ada apa dengan mu kenapa memegang telingamu." tanya Rani
__ADS_1
"Sepertinya aku mendengar seseorang memaki dan menyumpahi ku." ucap Brayen
"Ah mungkin hanya perasana mu saja bagaman mungkin ada yang Berani memakai dan menyumpahi mu." ucap Rani
"Ada ayah Need." ucap keceplosan Brayen
Membuat Rani Langsung menatap horor Brayen
Maksudnya ayahmu adalah mertua yang bisa memaki dan menyumpahi ku seperti putranya sendiri." ucap Brayen
Setelah makan siang di rumah Brayen kembali ke perusahan tampak Brian sedang duduk santai sambil memakan mangga muda dengan garam dan kecap, Brayen menelan silvanya melihat hal tersebut, Apalagi saat melihat Brayen mengunyah mangga tersebut seperti mengunyah daging steak premium
Brian yang melihat Brayen terus menatapnya membuatnya langsung mengalihkan pandangannya, "kenapa kau melihatku seperti itu." tanya Brian
"Tadi Galang membawanya dari rumah katanya dia ingin makan mangga sambil melihat pemandangan lewat jendela kantor, karena dia mebawa banyak dia membaginya pada aku dan Deni." ucap Brian
"Terus di mana sisanya kalau memang banyak." tanya Brayen
"Sisanya tadi yang sudah aku makan habis enak banget berasa makan apel Washinton." ucap Brian
__ADS_1
Brayen menyuruh sekertarisnya memangil Galang, tok tok tok celk tampak Galang langsun menemui Brayen
"Apa tuan muda memanggilku." tanya Galang
"Mana sisa mangga yang kau bawa." tanah Brayen the de points
"Maaf tuan muda habis." ucap Galang dengan wajah yang merasa tidak enak
Wajah Brayen tampak sangat sedih mendengar hal tersebut apalagi dia sangat ingin memakan mangga muda setelah melihat Brian memakannya dengan lahap
"Apa kau tau di mana aku bisa mendapatkan mangga muda seperti yang kau bawa tadi pagi ." tanya Brayen berharap
"Maaf itu adalah mangga muda yang di berikan oleh kakek Yema tadi pagi ." ucap Galang tak enak
Deni yang tiba-tiba sudah di ruangan tersebut langsung langsun berceloteh kenapa tak memanjatnya saja di belakang rumah utama di sana kan ada pohon mangga
Membuat semua orang melihat ke arah Deni, "tumben selama kau memiliki ide yang bagus, Ternyata menikah dengan Rose memberikan dampak yang baik untukmu sekarang otakmu semakin baik." ucap Brayen
"Bagaiman kalau pulang dari sini kit langsung ke rumah utama dan makan mangga muda di sana." ucap Brian
__ADS_1
"Itu ide yang bagus aku sangat setuju." ucap Galang.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya