TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
215


__ADS_3

Bagaimana mungkin kau melakukan itu apa kau tidak merasa kesulitan saat akan menggunakan kosmetik mu dan tak menemukan kuncinya tanya." Rena


"Makanya aku hanya menggunakan sidik jari untuk membukanya saja Briana memberikanku alat seperti itu agar kosmetik ku tidak bisa di buka oleh siapapun selain diriku." ucap Yema


"Kenapa Brian atau memberikan itu kepada aku kenal Aku menginginkan barang tersebut." ucap Rose


"Mungkin karena barang tersebut dia buat di luar negeri saat kami kuliah jadi hanya kami yang mendapatkannya aku, Brian dan Yena ." ucap Yema


"Kalian sangat beruntung bisa memiliki kotak tersebut sehingga takkan ada yang bisa mengganggu barang-barang pribadi kalian seperti kosmetik kalian membuatku iri ucap rose


Sementara di kamar berbeda tampak Brayen, Brian, Deni dan Galang sedang bermain kartu sambil tertawa tertawa dengan Reva sebagai penjaga pintu


"Wah ternyata bermain kartu sambil berpesta adalah kegiatan yang menyenangkan." ucap Galang


Tak lama rival berkatak bantuan sepertinya dan yang lain Sedang menuju kemari untuk memeriksa keadaan ucap Reva


" Bereskan semua dan buat ruangannya agak sedikit mencekam, deni maafkan kami, karena kami harus mengantungmu sampai rose keluar dari ruangan ini." ucap Brayen langsun mengantung terbalik Deni

__ADS_1


sementara rose dan yang lain sedang menuju ruangan hukum Deni, para pria yang berjaga lenyap seketika saat melihat kedatang rose dan yang lain


Rose membuka pintu tampak Deni dengan baju acak-acakan dengan kondisi kepala di bawah dan kaki di atas tampak ruangan sedikit gelap dan kotor tampak si kembar sedang tertidur begitupun yang lain


Rose mendekati Deni dan melihat wajah suaminya dengan intens


"Sepertinya mereka semua kelelahan karena sedari pagi mereka sudah keluar entah apa yang mereka lakukan saat mereka pergi sampai kelelahan seperti ini." ucap Lusi


"Apa kau tak merasa kasihan pada kak Deni kau menggantung nya seperti itu." tanya Rani


"Aku sarankan kau jangan menghukum kak Deni disaat dia berada di rumah kau tahu neneknya sangat menyayanginya sampai-sampai kakak Deni kami juluki dulu anak nenek ucap Yema


"Aku tahu itu itulah aku tak berani jika dia bersama neneknya karena aku sangat menyayangi Nenek denikarena dia sangat baik padaku." ucap Rosa


"Sebaiknya kita keluar dari tempat ini aku takut kita akan mengganggu mereka karena kita kadang tak sadar saat akan tertawa." ucap Lucy


Keenam wanita tersebut langsung keluar dari ruangan tersebut karena sudah melihat semua yang terjadi didalam selepas kepergian mereka Brayen, Brian, Galang dan Deni kembali ke posisi masing-masing untuk bermain kartu

__ADS_1


"Ternyata Rose takut juga pada nenekmu." ucap Galang pada Deni


"Kau juga tahu bagaimana nenek ku di saat dia marah Aku saja tak berani dengan nenekku memang kau berani dengan nenek ku." tanya Deni pada. Galang


"Aku juga takut." ucap Galang sambil tertawa


"Tuan ini daging yang salah satu pengawal bawa." ucap Reva


"Daging panggang memang enak dinikmati dengan minuman pada saat bermain kartu." ucapan Brayen


"Benar Tuan apalagi jika ditambah dengan saus kacang pasti akan lebih nikmat." ucap Reva


"Tunggu Apa kau yakin para wanita tersebut sudah pergi." tanya Brayen pada Reva


"Yakin Tuan sepertinya mereka kembali ke tempat bakar-bakar ikan untuk melanjutkan gosipnya tentang kosmetik yang akan mereka gunakan." ucap Reva


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2