TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
94


__ADS_3

Galang dan Deni yang sudah kembali ke keadaan semula langsung ke ruang kerja Brian dan Brayen


Tok tok tok celk pintu terbuka Galang dan Brayen masuk, si kembar yang terlihat sedang berdiskusi mengehentikan diskusi mereka


"Wah ternyata si lepas tanggung jawab satu dan si lepas tanggung jawab dua sudah kembali." ucap Brian


"Apa kalian tau kesalahan apa yang kalian lakukan." tanyak Brayen


"Maaf tuan muda gara-gara kami meningalakan perusaahan dan tak mendengar telepon dari beberapa mata-mata, membuat tuan muda harus turun tangan sendiri dan terpaksa menunda bulan madu dengan isteri tuan." ucap Galang dan Deni yang memang salah karena mengabaikan tugasnya


Sementara itu di tempat para wanita tampak mereka berkumpul sambil mengelilingi Lusi dan Rani


"Bagaimana rasanya menikah dengan kekasih sendiri dengan penuh drama." tanya Briana


Rani dan Lusi saling pandang," kesal Bercampur bahagia, kesalahannya karena sudah di jebak dan di bohongi, bahagia kerena menikahi kekasih hati." ucap Rani, Lusi menganguk setuju


"Gimana rasanya nikah sama bule, itunya gede gak." tanya Rena yang otak mesum pertanyaan Rena membuat semua menatapnya


Apanya yang gede, tanyak kompak Lusi dan Rani, membuat Rena tepuk jidat, sedangkan yang lain menatap bingung Rena


Melihat semua orang tampak tak mengerti dengan pertanyaan membuat Rena memanyunkan bibirnya


"Sudahlah, aku tanyak gimana malam pertamanya." pertanyaan Rena membuat Lusi dan Rani merona dan menunduk, membuat yang lain juga ikut penasaran


Rena yang melihat Rani dan Lusi hanya tunduk dengan wajah merona semakin membuat penasaran


"Gimana tubuh kakak Brayen dan Brian bagus gak." tanyak Rosa


Membuat ke dua pengantin tersebut semakin tertunduk malu mendengar pertanyaan konyol dari adik ipar dan saudara mereka

__ADS_1


Bisakah kalian Tidak bertanya masalah yang berkaitan dengan hal-hal yang sangat intim kami jadi malu mendengarnya." ucap Rani yang Memang sangat malu begitupun Lusi


"Ya gak asik kami kan hanya tanya pengalaman pertama kalian, agar tak penasaran nanati saat kami akan menikah." ucap Rena


"Sudah kalian akan merasakannya sendiri, untuk apa bertanyak seperti itu, ucap Lusi yang sebenarnya tak begitu mengingat malam pertamanya begitupun dengan Rani karena terbuai dengan ke perkasan suami mereka masing-masing, apalagi Rani yang di gempur habis-habisan dengan Brayen membuatnya tak sadarkan diri, untung saja Brian masih punya sedikit toleransi dengan tidak kembali membuat istrinya meram melek di atas ranjang


Setalah melakukan pembicara konyol antara para gadis, mereka kemudian ke dapur untuk membut makanan, tetapi saat berjalan, Rena yang tak sengaja melihat jalan adiknya berbeda dari biasanya merasa bingung


"Ada apa denganmu kenapa kau berjalan seperti itu, apa kau sedang sakit." tanya Rena


Membuat Rani kelabakan dengan pertanyaan kakak kembarnya tersebut


Lusi langsung mendekat "maaf Rani aku tadi tak sengaja menindih pahamu sehingga kau tidak nyaman saat berjala." ucapan Lusi membuat Rani bernapas lega, Rena Langsung berlalu setalah Lusi mengatakan hal tersebut


Rani Tersenyum, " terimakasih telah menolongku, kakakku memang selalu mengetahui jika ada sesuatu yang berubah dari diriku." ucap Rani


Di markas besar si kembar Brayen dan Brian, tampak Galang dan Deni telah meninggalkan markas untuk kembali ke perusahan


Si Pooh yang kini Sudah tak berdaya dengan tubuh remuk, sepertinya ada beberapa tulangannya yang patah


Si Pooh langsung di keluarkan dari kandang Loly yang juga sudah tak berada di tempat kejadian perkara


Para penjaga membuka pakain Pooh pada tubuh pria tersebut, para penjaga langsung menutup hidung mereka karena Ternyata pria tersebut sudah bermandikan muntah dan air kencingnya sendiri, membuat para penjaga menyeretnya sampai ke saluran air untuk menyiram pria tersebut


Sementara itu di belahan dunia lain tampak seorang pria sedang marah karena pembunuh yang dia kirim untuk membunuh Bastian, menghilang tanpa jejak


"Bagaiman orang sebesar itu menghilang begitu saja, bahkan jejak pun tak ada." ucap pria tersebut


Membuat para bawahannya langsung menunduk, "aku tak mau tau kirim beberapa orang lagi untuk mencari keberadaannya, dia adalah seorang profesional, tidak mungkin dia tak meningalakan petunjuk." ucap pria tersebut

__ADS_1


Tuan apa tidak sebaiknya kita membangun markas dekat dengan istana agar mudah mengawasi istana." ucap salah satu bawahan pria tersebut


"Itu ide yang sangat bagus aku cukup penasaran dengan kerajaan benua kenapa tak ada yang bisa tau mengenai keluarga kerajaan serta para anggota keluarga kerajaan, bahkan identitas mereka tak ada yang tau, sepertinya ingatan sebagian para pelayan tersebut sudah hilang, segera laksana." ucap pria tersebut


Membuat bawahannya mengaguk setuju dan pergi meninggalkan ruangan tersebut


Brayen dan Brian yang sudah ada di sebuah ruangan di mana pria malang yang menjadi Pooh sudah terikat kembali tapi kali ini dia di ikat di kursi


"Tuan aku mohon bebaskan aku, aku tak tau siapa yang menugaskan ku untuk membunuh raja Bastian." ucap bohong pria tersebut


"Rupanya kau tak cukup dengan Loly, sepertinya kau memang ingin bertemu si lembut, mungkin kau akan berkata jujur pada kami." ucap Brian


Pria tersebut tampak sangat pucat setelah mendengar perkatan Brian, bahkan saat ini beberapa bagian tubuhnya sangat sakit akibat gorila Tersebut


"Tidak tuan aku mohon, baiklah aku akan berkat jujur, tapi apa jaminannya, bila aku berkata sebenarnya kalian akan membebaskan ku dari sini." tanya pria tersebut


Si kembar Tersenyum tipis dengan raut wajah yang sulit di artikan, "kami akan membebaskan mu dari tempat ini dan mereka adalah saksinya, kami tak akan mengingkarinya." ucap Brian


"Baikalah aku akan mengatakannya siapa yang menyuruhku, aku hanya mendapat perintah dari seseorang yang bernama Risi dia adalah tangan kanan bos mafia yang bernama gerdon." ucap pria tersebut


"Benarkah apa kau punya bukti bahwa kau tak berbohong pada kami, sebelum kami membebaskan mu." tanyak Brian


"Aku berkata jujur, aku juga tau kalau gerdon bekerja sama dengan seseorang yang tau tentang sumur minyak dalam istana, itulah mengapa mereka ingin membunuh raja Bastian agar dapat masuk ke istana dengan cara menikahi saudara kembar raja, tapi karena tak ada yang mengetahui identitas putri, maka mereka sengaja membunuh raja Bastian agar sang putri keluar." ucap pria tersebut


Membuat Brian dan Brayen tertawa terbahak-bahak mendengar rencana konyol tersebut, apa mereka pikir Briana adalah orang yang mudah untuk di kuasai, seorang putri lemah lembut seperti dalam cerita, tak ada yang tau Briana adalah setan doubel kuadrat dan satu-satunya orang yang dapat mengalahkan nenek serta ayahnya dalam segala hal mengenai kelicikan, membuat mereka tak ada yang berani mengusik Briana selain sang mama yang merupakan kelemahan Briana


Pria tersebut bingung melihat ke dua saudara kembar yang tertawa terbahak-bahak mendengar perkataannya


jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2