TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
248


__ADS_3

Bunga bersorak gembira dalam hati saat kakaknya menyetujui untuk tinggal di kediamannya selama dia hamil


Sedangkan Jefri langsung menatap istrinya bergantian dengan kakak iparnya lalu menatap istrinya curiga sepertinya istrinya sedang merencanakan sesuatu dan itu membuat Jefri pusing


Sementara Steve dia seperti orang bodoh hanya tersenyum sambil menatap pada Sofi seolah-olah Sofi adalah objek yang paling indah saat ini


Setelah sarapan sofi langsung keluar menuju mobilnya dan pergi sedangkan dan Jefri baru akan keluar tampak bunga mengantar mereka lalu bunga berbisik pada Jefri "ingat jika kau ingin tidur malam ini di kamar kau harus bisa membujuk Steve agar tinggal di rumah ini bisik." bunga di telinga Jefri, Jefri hanya bisa mengangguk mengiyakan permintaan istrinya


Jefri langsung menuju ke perusahaannya setelah mengantar Steve ke perusahaannya


Di perusahaan Steve sangat terkejut saat mendapati asistennya masih berada di ruangannya dan tertidur lelap seolah-olah dia habis begadang semalaman


Suara langkah kaki Steve langsung membuat asisten Steve terbangun "maaf tuan saya ketiduran semalam di sini." yang sudah bangun sambil memberi hormat


"Apa semalam kau menunggu ku di sini Sebenarnya ada apa." tanya Steve

__ADS_1


"Maaf tuan Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu yang penting tentang nona Lusi." ucap sang asisten


Steve menatap pada asistennya "katakan ada apa." tanya Steve sambil berjalan menuju kursi kebesarannya


"Saat makan siang kemarin aku tanpa sengaja aku melihat nona Lusi dan tuan muda Brian masuk ke sebuah ruangan VIP dan saat aku bertanya pada manajer restoran tersebut manajer tersebut sepertinya tak ingin memberitahukan apapun dan langsung pergi begitu saja." ucap asisten Steve


Steve mengehembuska nafasnya menatap keluar jendela kau tak perlu lagi mencari tahu tentang nona Lusi karena nona Lusi adalah istri Tuan Brian." ucapan Steve membuat sang asisten sangat terkejut apalagi selama ini tak pernah ada berita tentang pernikahan pemilik B&B tersebut


"Baik tuan saya mengerti." ucap asisten Steve sambil memberi hormat dan berlalu begitu saja dari ruangan tersebut


Ponsel aktif berbunyi ada panggilan dari Jefri langsung mengangkatnya "ada apa kau menelponku." tanya Steve


"Ada yang ingin aku bicarakan kita akan bertemu saat makan siang." ucap Jefri


"Baiklah sebaiknya kita makan di tempat biasa." ucap Steve. "saja baiklah terserah dirimu saja." ucap Jefri

__ADS_1


Setelah berbicara sambungan telepon pun terputus sementara itu di sebuah perusahaan, tempatnya di ruangan CEO tampak Jefri sedang memikirkan apa sebenarnya akan direncanakan oleh istrinya sampai menyuruhnya untuk membuat Steve tinggal di kediamannya


"Jangan katakan dia akan menjodohkan Steve dan sofi oh tidak apa jadinya jika Steve jadi kakak iparku, statusnya Akan lebih tinggi dariku." ucap Jefri


Sementara itu Steve Sedang berpikir bagaimana caranya agar dia bisa tinggal di rumah Jefri karena sepertinya dia senang tinggal di rumah Jefri


Jefri tersenyum sumringah saat mendapatkan ide agar menolak untuk tinggal di kediamannya


Jam makan siang pun telah tiba tampak Jefri dan Steve sama-sama memasuki sebuah restoran


"Ada apa kau mengajakku makan siang." tanya Steve


"Sebenarnya istriku mengajak dirimu untuk tinggal di kediaman kami untuk sementara waktu tapi kau tau kan istriku sedang hamil dan dia pasti sering membuat masalah apakah kau tidak keberatan untuk tinggal di kediaman kami tanya." Jefri berharap Steve akan menolak keinginan bunga.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya

__ADS_1


__ADS_2