
Rose yang merasa bersalah kembali memangil Deni ," kakak sini mau kemana." tanya Rose rose
Deni menghembuskan nafasnya lalu kembali ke hadapan Rose, " ada apa ." tanya lembut
"Kakak marah sama Rose ya." tanya balik Rose
"Tidak kakak tidak marah kakak hanya mau mengambil air minum saja." ucap Deni lembut
Rose mengaguk, Deni langsung berbalik dan melangkah menuju dapur untuk mengambil minuman , sedangkan nenek Desi yang juga ke dapur melihat Cucunya mengambil minuman
"Apa di kamarmu airnya habis." tanya nenek Desi membuat Deni sedikit terkejut
"Astaga nenek, kau membuat ku terkejut." ucap Deni
"Baiklah biar nenek yang membatu mengambilkan untuk mu." ucap nenek Desi
Deni mengaguk dan menunggu neneknya, nenek Desi membawa nampan berisi air minum dan langsung di serahkan pada Deni
Deni hanya tersenyum apa neneknya dan berjalan menuju kamarnya, nenek Desi Tersenyum penuh arti
__ADS_1
Kini Deni sudah berada di kamarnya dengan nampan berisi air minum dan meletakkannya di meja dekat ranjang, " kakak aku boleh bicara." tanya Rose
"Tentu saja tapi sebelum bicara kita minum dulu kakak merasa sangat haus." ucap Deni sambil membawa meminum air putih tersebut dahinya mengkerut saat merasakan air putihnya terasa aneh
"Apa kau merasa air utuhnya sedikit aneh ." tanya Deni
"Iya apa mungkin airnya kadaluarsa .' tanya Rose
Membuta Deni sedikit bingung harus berkata apa
"Entahlah apa mungkin gelasnya kurang bersih." ucap Deni
"Katakan apa yang Ingin kau sampaikan." ucap Deni dengan wajah memerah
Deni mencari remote tersebut langsung menekan tombol agar udaranya lebih dingin
Rose yang kehilangan kesadarannya malah membuka baju tidurnya, "Kaka panas bangat ." ucap rose seperti orang mabuk dengan muka merah
"Iya kok jadi panas gini." ucap Deni melepaskan satu persatu pakaian yang menempel ke tubuhnya
__ADS_1
Tanpa sadar keduanya sudah polos bahkan sang perkasa sudah tegak berdiri, Deni mendekati Rose langsung mencium bibir mungil tersebut dengan ganas tanpa iklan sedikitpun entah apa yang terjadi pada pasangan pengantin baru tersebut
Sementara itu di kamar nenek Desi, nenek Anita dan nenek Elisa mereka sedang melakukan video call
"Bagaman apa kau sudah mencampurkan obat tersebut ke minuman mereka." tanya nenek Anita
"Tentu saja untung aku sudah melarang pelayan menyediakan minuman di kamar Deni." ucap nenek Desi
"Untung kau melakukan hal tersebut kalau tidak Deni tak akan pernah berhasil membuat si perkasa milik Deni masuk ke dalam jurang milik Rose." ucap nenek Elisa
"Iya untung kalian memberitahukan aku tentang rose yang seorang ahli bela diri, bisa-bisa bukan cucu yang aku dapat tapi cindera mata dari rose untuk Deni di bagian wajahnya." ucap nenek Desi
"Kami juga tak sengaja mendengar David dan yang lainnya sedang bercerita bahkan mereka taruhan." ucap nenek Anita
"Oh iya apa kau sudah membuang sisa obat tersebut ke toilet, takutnya suami kamu yang minum bisa encok nanti ." ucap nenek Elisa
Nenek Desi langsung melepaskan ponselnya dan menuju ke dapur bertapa terkejut saat melihat suaminya meneguk air sisa yang berada di teko air yang di gunakan untuk mencampur obat Tersebut
"Sayang kok air di teko ini rasanya berbeda dengan air putih yang biasa aku minum." ucap suami nenek Desi
__ADS_1
Nenek Desi terdiam dia bingung harus mengatakan apa pada suaminya yang sudah terlanjur meminum air tersebut
jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya