
"Baiklah terus awasi keadaan di luar sana Aku takutnya mereka kembali untuk memastikan bahwa Deni digantung dan kami tidur." ucap brayen
Saat hendak keluar wajah Reva tiba-tiba memucat saat melihat siapa yang berada di depan pintu ruangan tersebut sedangkan Brian, Brayen, Galang dan Deni tak menyadari hal tersebut mereka asyik bercanda sambil bermain kartu dan memakan daging panggang lengkap dengan minumannya
Rani menaruh jari telunjuknya di bibirnya agar Reva tak mengatakan apapun sedangkan Reva bingung harus berkata apa apalagi kerena mereka sudah tertangkap basah
"Kok sepertinya perasaan kok tidak enak ya." ucap Galang
"Iya ya sepertinya suasananya jadi sangat tenang dan mencekam apa udara di luar dingin." ucap Deni
"Apa Reva lupa mengunci pintunya ya membuat suasananya sangat dingin seperti ada sesuatu yang mengawasi kita dan sepertinya sesuatu yang yang sangat mengerikan." ucap Brayen
Semua tampak menoleh ke pintu betapa terkejutnya mereka saat melihat istri mereka sedang menatap tajam mereka dari depan pintu
__ADS_1
"Dayang aku bisa menjelaskan semuanya semuanya adalah ide galang dia yang memaksa kami untuk bermain kartu." ucap Brayen saat melihat istrinya Rani
"Sayang dia berbohong dia yang mempunyai ide ini sebenarnya dasar saudara laknat beraninya kau menjadikanku kambing hitam." ucap Galang
"Kalian berempat memang sama saja dan Karena persahabatan kalian cukup kuat maka kami akan menghukum kalian bersama-sama ucap Rani
Setelah mengatakan itu para istri mereka Langsung menarik suami-suami mereka masing-masing untuk masuk ke dalam kamar
Rani sangat murka dalam kamarnya karena Brayen pura-pura tertidur padahal Rani sebenarnya ingin mengajak Brayen untuk melihat bintang tapi karena berpikir suaminya tertidur maka dia pun keluar dari ruangan tersebut membiarkan suaminya tidur tapi saat dia mengetahui bahwa suaminya hanya pura-pura tertidur dia sangat marah
Sayang Aku sengaja tertidur karena brayen yang menyuruh ku sayang kau harus mengerti dia adalah kakakku jadi aku harus menuruti perintahnya ucap Brian menyalahkan Brayen
"Tapi sayang kau tega membohongi istrimu aku akan mengadukan mu pada mama jika kau terus melakukan itu." ucap Lusi dengan suara lembutnya tapi bagi Brian itu adalah ancaman
__ADS_1
"Sayang Kau boleh menghukumku apa saja asal jangan melaporkannya pada mama aku sungguh tak bermaksud untuk membohongi kamu sayang percayalah padaku." ucap brian dengan wajah memelasnya
"Baiklah aku akan menunggumu kalau itu yang kau inginkan." ucap Lusi
"Malam ini kau tak boleh menyentuh ku apapun yang terjadi jika kau melanggarnya maka kau akan rasakan akibatnya." ucap Lusi
"Baiklah sayang aku setuju dengan permintaanmu ucap brian tanpa pikir panjang
"Baiklah aku akan ke kamar mandi dulu untuk membersihkan badan dan langsung tidur." ucap Lusi Brian hanya mengaguk setuju
Tak berselang lama setelah membersihkan tubuhnya Lusi keluar dari dalam kamar mandi tapi saat Lusi keluar Brian langsung melotot melihat pakaian yang digunakan oleh Lucy dia tak menyangka bahwa istri akan sekejam itu menyuruhnya berjanji untuk tidak menyentuhnya tapi memakai pakaian tak ada akhlak
Brian terus memperhatikan Lusi sejak keluar dari kamar mandi sampai di meja rias dan sekarang menuju ranjang untuk tidur sungguh Brisn ingin sekali menerkam istrinya tapi mengingat janjinya dia sedang berpikir apa yang harus dilakukan agar dia bisa memperdaya istrinya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen vote, dan hadiahnya