TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
194


__ADS_3

"Kau ini tangan kanan ketua klan pelindung masa kau takut hanya karena mendengar suara wanita, sana kembali lagi kali ini kau harus berhasil melihat wajah istrimu, kau membuat kami semakin penasaran." ucap Brayen sambil menatap tajam Reva


"Jika kau kembali lagi ke sini tanpa hasil aku akan membuatmu tinggal bersama Loly bukan bersama istri mu." ancam Brian


Mendengar nama Loly Reva Langsung kembali ke dalam untuk kembali menemui istrinya, Syafa yang kebetulan berada di dalam kamar terkejut saat Reva Langsung masuk apalagi Sayfa sedang Tak memakai cadar Reva menautakan alisnya melihat wanita cantik hidung mancung bibir ping dengan wajah cantik alami membuat Reva Langsung terpesona tapi kemudian Reva tersadar dia sedang mencari istrianya


Reva keluar dari kamar tersebut berpikir kalau dia salah kamar tapi kemudian dia masuk kembali karena sepertinya ini memang kamarnya, dia masuk melihat wanita Tersebut sedang merapikan pakaian


"Maaf apakah kau melihat istriku." tanya Reva dengan wajah polosnya


Syafa mengehentikan gerakan tangannya. "apa mas tak mengenaliku ." tanya Syafa dengan suara merdunya


Sontak jantung Reva berdetak kencang istrinya sangat cantik bahkan di luar ekspektasinya, dia pikir istrinya jelek itulah mengapa iya menutup wajahnya ternyata istrinya sangat cantik, kalau tau di akan menikah dengan gadis secantik ini dia akan langsung setuju tanpa tawar-menawar


Reva Langsung diam membisu saat Syafa tersenyum dan melangkah mendekati Reva


"Maaf karena aku mengagetkan mas, ada apa mas mencari ku." tanya Syafa


Reva menelan silvanya saat melihat wajah istrinya jantungnya berdetak tak karuan melihat senyuman di bibir mungil istrinya

__ADS_1


"Aku....aku ...aku hanya ingin makan ." ucap Reva yang tidak tau harus berkata apa lagi


"Oh mas lapar lagi tunggu aku akan mengambilkan makanan untuk mas." ucap Sayfa


Syafa langsung memakai cadarnya dan keluar untuk mengambilkan makanan untuk suaminya


Sedangkan Reva di dalam kamar Langsung terduduk sambil meminum air putih yang ada di atas meja, Reva mengelus dadanya yang masih bergetar


Sedangkan keempat orang yang sedang menunggu mulai gelisah sudah tiga puluh menit Reva pergi tapi belum ada tanda-tanda dia akan keluar


"Apa dia pingsan saat melihat wajah istrinya ." ucap Brayen


Membuat Brayen menatap sinis adiknya


"Sebenarnya apa yang Reva lakukan, kalau hanya melihat wajah saja dia pasti sedari tadi kembali ke sini." ucap Galang yang penasaran


Sedangkan Reva sedang di layani makan oleh istrinya, wajah Reva merah menahan malu saat istrinya melihatnya dengan senyuman malu-malu kucing


Setelah makan Reva keluar dengan perasan bahagia, dia tak dapat menjelaskan perasanya, tapi baru juga keluar dari kamar dia langsung di seret ke taman belakang oleh Galan dan Deni atas perintah si kembar

__ADS_1


"Kau ini kenapa lama sekali hanya melihat wajah istrimu." tanya Brayen


Sedang Reva yang sedang kejatuhan kata love sedang menghayal mengingat wajah cantik istrinya


"Reva.... Reva....Reva." pangil Brayen sambil memukul bahu Reva, Reva tersentak kaget


"Ya ketua maaf." ucap Reva cepat, "sepertinya kau menjadi bodoh setelah menikah bagaman kalau aku batalkan saja pernikahanmu dengan Sayfa mumpung kalian belum buka paket ." ucap Brayen


"Jangan tuan aku mengaku salah tapi jangan batalkan pernikahanku ." ucap Reva


Brayen tersenyum karena Brayen yakin Reva sudah melihat kecantikan wajah istrinya


"Kenapa bukanya kau sendiri yang mengatakan bahwa istrimu jelek aku hanya membantumu." ucap Brayen mempermainkan Reva


Reva sangat panik mendengar perkataan tuanya, " saya menarik kembali semua ucapan saya tentang saya yang mengatakan istri saya jelek." ucap Reva


"Jadi kau mengakui bahwa istrimu cantik, baiklah sesui kesepakatan malam ini kita pergi memancing." ucap Brayen dengan senyumannya


Membuat Reva mencabik kesal apalagi ini adalah malam pertamanya yang seharusnya dia memancing yang lain .

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote dan Hadiahnya


__ADS_2