TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
66


__ADS_3

Briana membawa bunga langsung ke rumah, Sofi yang terus mengis meningkat sang adik, langsung berlari memeluk adiknya


Briana dan Rama kembali ke markas untuk melihat coki, " nona apa yang harus kita lakukan padanya." tanyak Rama


Briana berpikir sejenak, kemudian Tersenyum tipis, membuat Rama merinding


"Dia akan menjadi petugas kebersihan di kandang si cantik, pakaian dia baju sesuai prosedur keamanan, agar si cantik tak menelanya hidup-hidup." ucap Briana yang


Sedangkan coki yang tak mengerti apa-apa hanya berusaha memberontak untuk kabur


Briana yang tak menyadari bahwa jam telah menunjukkan pukul dua belas malam, membulatkan matanya saat menyadari dia sangat terlambat


Briana bergegas kembali ke rumah ke dua orang tuanya dia hanya berharap mamanya sudah terlelap


Briana yang sudah masuk ke pekarangan, melihat beberapa lampu di rumah sudah mati


Briana mengendap-endap masuk ke dalam rumah, belum juga kakinya melangkah lima langkah tiba-tiba lampu menyala, tampak mama Erina duduk di sofa dengan ayah David di sisinya yang terus menenangkan istrinya


Briana langsung membatu begitu menyadari, mamanya sedang dalam mode on

__ADS_1


"Jam berapa sekarang." tanyak mama Erina dengan suara yang cukup membuat Briana takut


"Dua belas." ucap Briana


"Apa peraturan untuk anak perempuan di rumah ini," tanyak mama Erina


"Jam sepuluh pulang, paling lambat setengah sebelas, terkecuali ijin mau menginap di rumah kakek atau keluarga lain." ucap Briana yang sudah duduk di hadapan ke dua orang tuanya dengan wajah tertunduk


"Terus ini jam berapa sekarang." ucap mama Erina dengan tangan di dada dan mata melotot, membuat Briana langsung menatap ayahnya mencari perlindungan


"Sayang kau tenang aku akan menghukumnya dengan sangat keras, sebaiknya kau istirahat ingat besok salah satu putramu akan menikah." ucap ayah David


"Kau ini ayah akan menghukum mu .....!!! ." ucap ayah David dengan suara agak keras agar Erina yang sedang berjalan naik ke tangga dapat mendengarnya


Setelah mama Erina masuk ke dalam kamar, ayah David langsung memeluk putri kesayangannya, "maafkan suara ayah yang agak besar, agar mamamu berpikir kau memarahi mu, apa kau sangat bahagia memiliki mobil itu sehingga kau lupa waktu saat mengendarainya." tanyak lembut ayah david, Briana hanya mengaguk


"Apa ayah akan menghukum ku seperti mama menghukum ku kalau terlambat pulang." tanyak Briana


"Tenanglah ayah tak akan menghukum mu seperti mamamu yang menyuruhmu mengepel dan memasak ." ucap ayah David

__ADS_1


"Syah Memnag yang terbaik aku mencintai ayah." ucap Brima sambil mengecup pipi ayahnya


"Naikalah apa kau sudah makan, tanyak ayah David, Brian mengeleng, aduh kenapa belum makan ayo makan di meja ayah sudah suruh pelayan meyiapakan untuk mu." ucap ayah David


Ke dua ayah dan anak itu pergi ke meja makan, untuk makan malam , setelah makan, ayah david meyuruh Briana segara beristirahat


Begitu sampai di dalam kamar ayah David yang sudah berada di atas ranjang terkejut saat mama Erina belum tidur


"Apa kau sudah memarahi putrimu." tanyak mama Erina


" Aku menyuruhnya memasak seperti yang biasa kau lakukan, bahkan menghukumnya mengepel di semua tempat dan membersihkan ruang kerjaku, dan dia berjanji tak akan melakukannya lagi." ucap ayah david meyakinkan sang istri


"Apakah dia belum makan sehingga kau menghukumnya memasak untuk dia makan." tanyak Erina


"Dia memang belum makan jadi dia memasak untuk dirinya sendiri." ucap ayah David bohong


"Baguslah dia memang harus di hukum, kalian semua terlalu memanjakannya sehingga dia seperti itu, sering melanggar peraturan kalau sudah keluar." ucap mama Erina


"Iya sayang tenang saja aku akan menambah hukumannya jika dia melakukannya lagi." ucap mantap ayah david, mama Erina hanya mengaguk

__ADS_1


jangan lupa like, komen vote dan hadiahnya


__ADS_2