TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
209


__ADS_3

Wajah Sayfa memerah menahan Melu mendengar ucapan tentang suaminya kau tau Sayfa Aku menginginkan ikan saat itu dan Brayen pun pergi untuk mencari ikan di tengah laut aku tak menyangka dia akan melupakan bahwa aku menunggunya pulang ternyata dia sedang asyik memancing bersama Reva di tengah laut." ucap Rani.


Sementara di pulau para kanibal sedang beristirahat karena merasa lelah sudah berjam-jam mencari keberadaan Brayen tapi mereka tak menemukan apapun Sampai akhirnya lima jam berlalu kaca pelindung tempat keberadaan Brayen dan yang lain pun terlihat si kurus langsung menuju "itu mereka di sana." ucap si kurus


Para kanibal itu menoleh melihat apa yang ditunjuk oleh si kurus tampak Brayen serta yang lain sedang memandang mereka dan tampak mica yang sudah di ikat bersama yang lain


Para kanibal itu bersiap melangkah menuju tempat Brayen Tanpa mereka ketahui bahwa orang-orang Brayen sudah mengepung mereka sedari tadi di saat mereka sedang beristirahat tanpa melihat situasi


"Bebaskan mereka atau kami akan membunuh kalian semua." ucap si kekar

__ADS_1


"Kalian pikir siapa kalian berani menyuruh kami dasar manusia iblis tidak tahu diri sebaiknya kalian menyerah sebelum kami membunuh kalian." ucap Reva


"Ha ha ha kalau lihat orang kami lebih banyak dari orang kalian jangan mimpi untuk pergi lihatlah kalian cuma beberapa orang sedangkan kami coba bandingkan Apa kalian pikir bisa pergi begitu saja dari pulau ini ." ucap si buncit


"Coba kalian perhatikan di sekeliling kalian apa kalian yakin jumlah kalian lebih banyak dari kami." ucap Reva


Para kanibal itu langsung melihat sekelilingnya mereka sangat terkejut ketika melihat beberapa rombongan orang bersenjata telah mengelilingi mereka dan berada di belakang kawanan Brayen


"Enak saja kalian kalian ingin membunuh kami tapi juga ingin mendapatkan para sandra itu, tidak bebas kan kami maka kami akan mengatakan di mana semua Sandra itu berada." ucap si kurus berusaha negosiasi

__ADS_1


"Kalian pikirkan bodoh dengan melepaskan kalian itu tidak mungkin karena kalian telah melakukan banyak kejahatan sehingga banyak wisatawan yang hilang dan meninggal akibat perbuatan kalian." ucap Reva


"Itu bukan urusan kalian sekarang kalian menginginkan Sadra itu maka biarkan kami pergi maka kami akan memberitahu di mana lokasi para sandera itu." ucap si kurus tapi dengan tangan yang memegang senjata dan mengarahkan pada balita yang berumur enam bulan yang berkulit putih yang sepertinya merupakan anak para sandar


Bryan hanya menatap dan melihat negosiasi Revan dan si kurus mereka juga tak bisa langsung melakukan tindakan karena para kanibal tersebut sepertinya menggunakan bayi itu sebagai Sandra mereka


"Bagaimana kalau begini saja kau bebaskan kami dan kami akan memberikan kalian Sandra yang telah kami tahan termasuk bayi yang ada di tanganku ini dan kalian semua bisa pergi dari pulau ini." ucap si kurus


"Bagaman kalau kalian bebaskan sandera dan biarkan bersama kami dan kami akan memberikan kalian kapal Agar kalian bisa pergi kemanapun kalian suka." ucap Brayen dengan senyuman yang sulit di artikan

__ADS_1


Para kanibal saling melihat dan sepertinya mereka saling negosiasi apakah menerima tawaran tawaran brayen atau tidak tapi melihat situasi yang ada apalagi mereka dikelilingi oleh beberapa orang dengan bersenjata lengkap membuat mereka berpikir mungkin itu yang terbaik tapi mereka tidak sadar kalau itu adalah perangkap Brayan untuk mereka.


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2