TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK

TWINS B SI TAMPAN YANG LICIK
257


__ADS_3

Pelayan datang membawakan makanan ke meja sofi dan Ramesh tampak beberapa makanan mewah tersaji dengan indahnya


Sofi menjadi risih karena dia datang ke restoran tersebut untuk menyelesaikan Apa yang dibahas oleh Ramesh dan Briana tentang masalah kerjasama kedua perusahaan


"Ayo sebaiknya kita makan terlebih dahulu kau tahu kau tak usah memikirkan apapun kau hanya perlu menikmati suasana ini ucap Ramesh


Sofi hanya mengangguk setuju lalu memakan apa yang telah disiapkan kalau pelayan di atas meja


"Apakah kau punya waktu aku ingin mengajakmu untuk makan malam bersama sebentar malam." tanya Ramesh


Tapi belum juga menjawabnya ponsel Sofi berdering tampak bunga yang sedang menghubunginya


"Maaf tuan aku mengangkat telepon penting dulu." ucap Sofi, Ramesh mengaguk Sofi bangkit dan sedikit menjauh dari rames untuk menerima telepon bunga


"Ada apa kau menelponku apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya Sofi


"Kakak aku lupa mengatakan pada kakak kalau nanti malam kita akan makan bersama di luar sebaiknya Kakak mengambil gaun kakak di rumah sebelum kembali ke sini." ucap bunga

__ADS_1


Sofi merasa tenang saat adiknya mengatakan bahwa mereka akan makan malam bersama di luar sebentar malam itu bisa menjadi alasan untuk menolak ajakan Ramesh makan malam di luar


Setelah menerima telepon dari bunga Sofi Langsung kembali duduk di kursinya kemudian menatap ke arah Ramesh


"Maaf tuan Ramesh sepertinya aku tak bisa makan malam bersama Tuan pasalnya adikku mengajakku untuk makan malam bersama ucap sofi


"Benarkah apa aku bisa ikut bergabung makan malam dengan kalian." tanya Ramesh seperti memaksa


Sofi bingung harus menjawab apa apalagi Tuan Ramesh adalah seseorang yang cukup berpengaruh tapi sebelum dia menjawab ucapan tuan Ramesh tiba-tiba ponselnya berdering tertera nomor baru


"Maaf tuan saya harus mengangkat telepon sebentar saya takut bahwa telepon ini adalah telepon penting." ucap Sofi, Ramesh hanya mengangguk saja sambil menatap Sofia yang menerima telepon tersebut


Sofi terdiam sesaat karena tidak mengetahui siapa yang menelpon tapi kemudian dia mengingat suara tersebut dia langsung teringat Steve


"Halo apakah anda tuan Steve." tanya ragu Sofi


"Kau mengenal suaraku aku sangat bahagia Ternyata kau bisa mengenali suaraku." ucap Steve

__ADS_1


Tampak Sofi merona terlihat di wajah sofi saat mendapatkan telepon dari Steve sedangkan Ramesh terus memperhatikan tingkah sofi saat menerima panggilan telepon


"Maaf tuan Steve ada apa kau menelponku." tanya Sofi setelah menetralkan jantungnya


"Oh iya aku ingin tahu di mana aku bisa menjemputmu saat pulang." tanya Steve


Sofi melihat jam tangan miliknya "bisakah kau menjemputku di restoran di jalan Sentani." ucap Sofi


"Baiklah aku akan menjemputmu di sana Aku akan menghubungimu jika aku sudah berada di sana." ucap Steve


Sementara itu di sebuah perusahaan tampak seorang pria yang baru saja menelepon tersenyum sumringah


Asisten masuk ke dalam ruangan tampak asisten Steve tertegun melihat yang seperti orang sedang jatuh cinta


"Sepertinya Tuan sangat bahagia akhir-akhir ini setelah Tuan pindah ke kediaman Tuan Jefri." ucap asiten Steve


"Aku merasa sepertinya aku telah jatuh cinta kembali." ucap Steve

__ADS_1


Sedangkan sofi yang sudah duduk di kursi kembali melanjutkan makannya Ramesh yang sangat penasaran siapa yang menelpon dengan nomor baru dan melihat bagaimana Sofi tampak sangat antusias berbicara dengan penelpon tersebut apalagi wajah merona Sofi Tampak jelas membuat Ramesh sangat penasaran.


Jangan lupa like komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2